<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Promo Filmnya Ditegur KPI, Joko Anwar: Itu Represif</title><description>Sutradara kondang Joko Anwar angkat suara terkait promo film Gundala yang sempat ditegur oleh KPI.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/22/33/2107748/promo-filmnya-ditegur-kpi-joko-anwar-itu-represif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/22/33/2107748/promo-filmnya-ditegur-kpi-joko-anwar-itu-represif"/><item><title>Promo Filmnya Ditegur KPI, Joko Anwar: Itu Represif</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/22/33/2107748/promo-filmnya-ditegur-kpi-joko-anwar-itu-represif</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/22/33/2107748/promo-filmnya-ditegur-kpi-joko-anwar-itu-represif</guid><pubDate>Minggu 22 September 2019 05:04 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Ika Aldida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/22/33/2107748/promo-filmnya-ditegur-kpi-joko-anwar-itu-represif-GYj2jdd6Je.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Joko Anwar (Foto: Vania/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/22/33/2107748/promo-filmnya-ditegur-kpi-joko-anwar-itu-represif-GYj2jdd6Je.jpg</image><title>Joko Anwar (Foto: Vania/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sutradara kondang Joko Anwar angkat suara terkait promo film Gundala yang sempat ditegur oleh KPI. Pihak KPI melalui unggahannya di media sosial nampak melayangkan sanksi terhadap 14 program siaran termasuk promo film Gundala.

Promo film Gundala sendiri ditegur KPI lantaran kedapatan menayangkan dialog berbunyi kalimat yang dianggap tak pantas, yakni 'Bangsat'. Melihat hal itu, Joko Anwar pun meminta agar KPI dibubarkan.

Baca Juga:
Kontroversi KPI dan Sanksi Teguran untuk 12 Program TV
Berkat Joko Anwar, Christine Hakim Mau Main Film Horor



Ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu 21 September 2019 malam, Joko Anwar kembali mengungkapkan rasa kesalnya terhadap KPI. Menurutnya KPI memiliki sifat represif dan otoriter, lantaran melarang warganya untuk mengkonsumsi segala jenis tontonan dan informasi.

&quot;Bukan emosi jiwa, kita Indonesia itu harus menjadi masyarakat yang madani, masyarakat yang mampu mengatur dirinya sendiri. Termasuk bagaimana kita harus merasa, bagaimana kita harus memiliki persepsi tentang hidup, diantaranya termasuk bagaimana kita harus memiliki persepsi tentang tontonan yang kita konsumsi sehari-hari,&quot;

&quot;Begitu ada suatu lembaga pemerintah yang menentukan kita harus merasa seperti, memiliki persepsi seperti ini, terhadap sebuah tontonan atau informasi, ini artinya kita sudah mengalami represi. Dan segala sesuatu yang bersifat represif itu tidak baik terhadap kita sebagai rakyat, sebagai manusia yang tinggal dalam sebuah negara. Jadi KPI ini sudah represif, sudah otoriter. Jadi lembaga seperti ini jangan sampai membuat kita sebagai warga negara terkerdilkan,&quot; jelas Joko Anwar.

Hal yang membuat Joko Anwar semakin kesal, ialah lantaran mengetahui  bahwa salah satu adegan dalam tayangan Spongebob Squarepants turut  diberi sanksi oleh pihak KPI. Baginya, hal tersebut sangatlah aneh,  lantaran lembaga tersebut terlalu memaksakan persepsi mereka terhadap  sejumlah tayangan.

Baca Juga:
Kumalasari Ngaku Naik Pesawat Bisnis ke Amerika Hanya 8 Jam, Hotman Paris: Hah?
 
Bergaya Seksi, Celana Ayu Ting Ting Bikin Netizen Salah Fokus
 



&quot;Masa Spongebob dianggap melanggar norma kesopanan atau tidak sesuai  dengan tontonan anak-anak? Kalau mereka bilang Spongebob melanggar  norma-norma apapun itu, mereka mendingan enggak usah menilai apapun  dalam dunia untuk kita. Pokoknya Indonesia rakyatnya harus menjadi civil  society, masyarakat madani, kalau tidak ya kita akan terus menjadi  kerdil, termasuk sensor apapun itu,&quot; paparnya.

&quot;Fakta bahwa mereka memaksakan persepsi mereka untuk sebuah tontonan,  itu yang tidak boleh kita biarkan, jadi harus kita lawan. Bubarkan  KPI!!!,&quot; tegasnya.

Sementara itu, aksi protes Joko Anwar tak menutup kemungkinan bahwa   dirinya bisa saja dilaporkan oleh orang yang tak senang ke pihak  berwajib. Mendengar hal  itu, sutradara film Pengabdi Setan ini justru  merasa semakin tertantang  dan mengaku tak takut jika harus dilaporkan.

Baca Juga:
Laudya Cynthia Bella Isyaratkan Terakhir Unggah Foto Suami, Ada Apa?
Demi Moore Menyesal Ajak Ashton Kutcher Threesome


&quot;Laporin saja. Emang kenapa? Mau laporin kemana? Polisi? Ya laporin   saja, whats wrong. Masa kita enggak boleh bersuara, berpendapat? Artinya   bukan cuma otoriter, tapi juga sudah Woooww, sudah wow,&quot; tutup  Joko  Anwar.</description><content:encoded>JAKARTA - Sutradara kondang Joko Anwar angkat suara terkait promo film Gundala yang sempat ditegur oleh KPI. Pihak KPI melalui unggahannya di media sosial nampak melayangkan sanksi terhadap 14 program siaran termasuk promo film Gundala.

Promo film Gundala sendiri ditegur KPI lantaran kedapatan menayangkan dialog berbunyi kalimat yang dianggap tak pantas, yakni 'Bangsat'. Melihat hal itu, Joko Anwar pun meminta agar KPI dibubarkan.

Baca Juga:
Kontroversi KPI dan Sanksi Teguran untuk 12 Program TV
Berkat Joko Anwar, Christine Hakim Mau Main Film Horor



Ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu 21 September 2019 malam, Joko Anwar kembali mengungkapkan rasa kesalnya terhadap KPI. Menurutnya KPI memiliki sifat represif dan otoriter, lantaran melarang warganya untuk mengkonsumsi segala jenis tontonan dan informasi.

&quot;Bukan emosi jiwa, kita Indonesia itu harus menjadi masyarakat yang madani, masyarakat yang mampu mengatur dirinya sendiri. Termasuk bagaimana kita harus merasa, bagaimana kita harus memiliki persepsi tentang hidup, diantaranya termasuk bagaimana kita harus memiliki persepsi tentang tontonan yang kita konsumsi sehari-hari,&quot;

&quot;Begitu ada suatu lembaga pemerintah yang menentukan kita harus merasa seperti, memiliki persepsi seperti ini, terhadap sebuah tontonan atau informasi, ini artinya kita sudah mengalami represi. Dan segala sesuatu yang bersifat represif itu tidak baik terhadap kita sebagai rakyat, sebagai manusia yang tinggal dalam sebuah negara. Jadi KPI ini sudah represif, sudah otoriter. Jadi lembaga seperti ini jangan sampai membuat kita sebagai warga negara terkerdilkan,&quot; jelas Joko Anwar.

Hal yang membuat Joko Anwar semakin kesal, ialah lantaran mengetahui  bahwa salah satu adegan dalam tayangan Spongebob Squarepants turut  diberi sanksi oleh pihak KPI. Baginya, hal tersebut sangatlah aneh,  lantaran lembaga tersebut terlalu memaksakan persepsi mereka terhadap  sejumlah tayangan.

Baca Juga:
Kumalasari Ngaku Naik Pesawat Bisnis ke Amerika Hanya 8 Jam, Hotman Paris: Hah?
 
Bergaya Seksi, Celana Ayu Ting Ting Bikin Netizen Salah Fokus
 



&quot;Masa Spongebob dianggap melanggar norma kesopanan atau tidak sesuai  dengan tontonan anak-anak? Kalau mereka bilang Spongebob melanggar  norma-norma apapun itu, mereka mendingan enggak usah menilai apapun  dalam dunia untuk kita. Pokoknya Indonesia rakyatnya harus menjadi civil  society, masyarakat madani, kalau tidak ya kita akan terus menjadi  kerdil, termasuk sensor apapun itu,&quot; paparnya.

&quot;Fakta bahwa mereka memaksakan persepsi mereka untuk sebuah tontonan,  itu yang tidak boleh kita biarkan, jadi harus kita lawan. Bubarkan  KPI!!!,&quot; tegasnya.

Sementara itu, aksi protes Joko Anwar tak menutup kemungkinan bahwa   dirinya bisa saja dilaporkan oleh orang yang tak senang ke pihak  berwajib. Mendengar hal  itu, sutradara film Pengabdi Setan ini justru  merasa semakin tertantang  dan mengaku tak takut jika harus dilaporkan.

Baca Juga:
Laudya Cynthia Bella Isyaratkan Terakhir Unggah Foto Suami, Ada Apa?
Demi Moore Menyesal Ajak Ashton Kutcher Threesome


&quot;Laporin saja. Emang kenapa? Mau laporin kemana? Polisi? Ya laporin   saja, whats wrong. Masa kita enggak boleh bersuara, berpendapat? Artinya   bukan cuma otoriter, tapi juga sudah Woooww, sudah wow,&quot; tutup  Joko  Anwar.</content:encoded></item></channel></rss>
