<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Melulu Musik, Ada 7 Kolaborasi Epik di Soundrenaline 2019</title><description>Akan ada banyak kejutan menarik yang sudah dipersiapkan di festival musik Soundrenaline 2019.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/07/205/2101978/tak-melulu-musik-ada-7-kolaborasi-epik-di-soundrenaline-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/07/205/2101978/tak-melulu-musik-ada-7-kolaborasi-epik-di-soundrenaline-2019"/><item><title>Tak Melulu Musik, Ada 7 Kolaborasi Epik di Soundrenaline 2019</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/07/205/2101978/tak-melulu-musik-ada-7-kolaborasi-epik-di-soundrenaline-2019</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/07/205/2101978/tak-melulu-musik-ada-7-kolaborasi-epik-di-soundrenaline-2019</guid><pubDate>Minggu 08 September 2019 03:07 WIB</pubDate><dc:creator>Edi Hardian </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/07/205/2101978/tak-melulu-musik-ada-7-kolaborasi-epik-di-soundrenaline-2019-GMwRgzMcwE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soundrenaline 2019 (Foto: Edi Hardian/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/07/205/2101978/tak-melulu-musik-ada-7-kolaborasi-epik-di-soundrenaline-2019-GMwRgzMcwE.jpg</image><title>Soundrenaline 2019 (Foto: Edi Hardian/Okezone)</title></images><description>BALI - Soundrenaline 2019 yang digelar di Garuda Wisnu Kencana, Bali, pada 7 dan 8 September 2019 tak sekedar menyuguhkan konser musik semata. Akan ada 7 kolaborasi yang unik dalam festival musik terbesar se-Asia Tenggara ini.
Baca juga: Bahagia dengan Irwan Mussry, Maia Estianty Beri Petuah untuk para Jomblo
Selain kolaborasi dalam performance musik, ada juga kolaborasi lintas kreasi. Hal tersebut diungkapkan oleh penyelenggara Soundrenaline 2019.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Akan ada kolaborasi antar musisi dari genre dan generasi yang berbeda. Bahkan antar musisi dan kreator dari bidang visual sehingga penampilan mereka di atas panggung akan lebih spektakuler dan mampu menghadirkan timeless festival experience,&quot; kata Widi perwakilan penyelenggara di Bali, Jumat 6 September 2019.

Kolaborasi unik yang pertama adalah Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials yang bakal berkolaborasi dengan Indra Lesmana, Rekti THE S.I.G.I.T dan Tuan Tigabelas. Kolaborasi ini boleh dibilang kolaborasi lintas genre musik.
Baca juga: Polisi Angkat Bicara soal Kecelakaan Mobil Nia Daniaty
Kemudian, ada kolaborasi dari grup musik Fourtwnty. Nantinya mereka bakal membawa orkestra mini dengan komposisi seperti string section, selo, biola, dan paduan suara.

Ketiga, ada juga kolaborasi unika Mocca dan Ardhito Pramono. Selain  itu ada kolaborasi grup band Seringai dengan sekelompok marching band.
&amp;nbsp;
&quot;Ini salah satu yang bikin kita terkejut, ternyata mereka (marching  band) bisa mengaransemen lagu kita, ya kita sempat terkejut,&quot; ujar  Arian13 vokalis Seringai saat konferensi pers di Bali, Sabtu  (7/9/2019).
&amp;nbsp;
Istimewanya, tak sekedar kolaborasi antar musisi, ada juga kolaborasi  karya seni dari seniman-seniman ternama, seperti patung Penari Baris  Tunggal, karya Agus Mediana dan I Putu Edi Kharisma. Karya keduanya yang  bertema 'Penjaga Jaman' merupakan patung penari baris tunggal dengan  perwujudan dari berbagai simbol seni Bali.
Baca juga: Asri Welas Sempat Kagok Gunakan Bahasa Sunda di Ranah 3 Warna
Terakhir, ada seniman asal Yogyakarta, Uji Hahan yang kembali  menunjukkan karyanya di Soundrenaline dengan menciptakan sebuah monumen  setinggi 10,8 meter bertajuk 'Tapi Jadi Epik'.</description><content:encoded>BALI - Soundrenaline 2019 yang digelar di Garuda Wisnu Kencana, Bali, pada 7 dan 8 September 2019 tak sekedar menyuguhkan konser musik semata. Akan ada 7 kolaborasi yang unik dalam festival musik terbesar se-Asia Tenggara ini.
Baca juga: Bahagia dengan Irwan Mussry, Maia Estianty Beri Petuah untuk para Jomblo
Selain kolaborasi dalam performance musik, ada juga kolaborasi lintas kreasi. Hal tersebut diungkapkan oleh penyelenggara Soundrenaline 2019.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Akan ada kolaborasi antar musisi dari genre dan generasi yang berbeda. Bahkan antar musisi dan kreator dari bidang visual sehingga penampilan mereka di atas panggung akan lebih spektakuler dan mampu menghadirkan timeless festival experience,&quot; kata Widi perwakilan penyelenggara di Bali, Jumat 6 September 2019.

Kolaborasi unik yang pertama adalah Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials yang bakal berkolaborasi dengan Indra Lesmana, Rekti THE S.I.G.I.T dan Tuan Tigabelas. Kolaborasi ini boleh dibilang kolaborasi lintas genre musik.
Baca juga: Polisi Angkat Bicara soal Kecelakaan Mobil Nia Daniaty
Kemudian, ada kolaborasi dari grup musik Fourtwnty. Nantinya mereka bakal membawa orkestra mini dengan komposisi seperti string section, selo, biola, dan paduan suara.

Ketiga, ada juga kolaborasi unika Mocca dan Ardhito Pramono. Selain  itu ada kolaborasi grup band Seringai dengan sekelompok marching band.
&amp;nbsp;
&quot;Ini salah satu yang bikin kita terkejut, ternyata mereka (marching  band) bisa mengaransemen lagu kita, ya kita sempat terkejut,&quot; ujar  Arian13 vokalis Seringai saat konferensi pers di Bali, Sabtu  (7/9/2019).
&amp;nbsp;
Istimewanya, tak sekedar kolaborasi antar musisi, ada juga kolaborasi  karya seni dari seniman-seniman ternama, seperti patung Penari Baris  Tunggal, karya Agus Mediana dan I Putu Edi Kharisma. Karya keduanya yang  bertema 'Penjaga Jaman' merupakan patung penari baris tunggal dengan  perwujudan dari berbagai simbol seni Bali.
Baca juga: Asri Welas Sempat Kagok Gunakan Bahasa Sunda di Ranah 3 Warna
Terakhir, ada seniman asal Yogyakarta, Uji Hahan yang kembali  menunjukkan karyanya di Soundrenaline dengan menciptakan sebuah monumen  setinggi 10,8 meter bertajuk 'Tapi Jadi Epik'.</content:encoded></item></channel></rss>
