<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diangkat ke Layar Lebar, Film Gundala Alami Modifikasi agar Kekinian</title><description>Diangkat dari sebuah komik superhero Indonesia, cerita di Film Gundala tak lantas sama dengan versi komik.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/23/206/2095670/diangkat-ke-layar-lebar-film-gundala-alami-modifikasi-agar-kekinian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/23/206/2095670/diangkat-ke-layar-lebar-film-gundala-alami-modifikasi-agar-kekinian"/><item><title>Diangkat ke Layar Lebar, Film Gundala Alami Modifikasi agar Kekinian</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/23/206/2095670/diangkat-ke-layar-lebar-film-gundala-alami-modifikasi-agar-kekinian</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/23/206/2095670/diangkat-ke-layar-lebar-film-gundala-alami-modifikasi-agar-kekinian</guid><pubDate>Sabtu 24 Agustus 2019 12:19 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Futari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/23/206/2095670/diangkat-ke-layar-lebar-film-gundala-alami-modifikasi-agar-kekinian-Y6gwVSDk0u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Joko Anwar (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/23/206/2095670/diangkat-ke-layar-lebar-film-gundala-alami-modifikasi-agar-kekinian-Y6gwVSDk0u.jpg</image><title>Joko Anwar (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Diangkat dari sebuah komik superhero Indonesia, cerita di Film Gundala tak lantas sama dengan versi komik. Sang Sutradara, Joko Anwar mengatakan, terdapat beberapa bagian yang dia sesuaikan agar film perdana Jagat Sinema Bumilangit itu sesuai dengan masa kini.
&amp;ldquo;Jadi sifat dan karakter dari setiap ciri khusus setiap karakter kita pertahankan dan kita update sensibilitasnya sehingga bisa lebih gampang dinikmati oleh penonton zaman sekarang. Di zaman sekarang kan cara orang menikmati story talent sudah berbeda dari zaman dulu,&amp;rdquo; ujar Sutradara Film Gundala, Joko Anwar saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Baca juga: September 2019, Gundala Tayang di Festival Film Toronto 

Sementara itu, dalam sebuah video di saluran YouTube milik Deddy Corbuzier, Joko Anwar juga menyebutkan perbedaan lain dari Film Gundala jika dibandingkan dengan komiknya. Beberapa karakter jagoan baru pun diciptakan oleh Joko Anwar untuk film tersebut. Karakter tersebut belum pernah ada pada Gundala versi komik.
Selain itu, kostum Gundala yang dikenakan Abimana sebagai pemerannya pun mengalami beberapa penyesuaian, seperti misalnya tak ada lagi celana dalam merah dalam kostum Gundala. Begitu juga dengan kacamata yang kini diganti menjadi masker penutup mulut.
Menurut Joko Anwar perubahan tersebut dilakukan agar karakter Gundala lebih sesuai dengan zaman sekarang. Warna dasar kostum yang semula hitam pun kini diubah menjadi merah.
Baca juga: Temukan Bra Kalina Ocktaranny, Sabrina Chairunnisa: Gede Banget Guys 

Jagat Sinema Bumilangit diumpamakan seperti Marvel di perfilman Hollywood. Kendati demikian, Joko Anwar yang juga creative producer Jagat Sinema Bumilangit (Bumilangit Cinematic Universe) menyebut tak ada niat untuk menyaingin Marvel.
&amp;ldquo;Kita enggak berusaha menyaingi Marvel dan DC karena akan sangat sia-sia untuk mencoba menyaingi mereka. Mereka memiliki nilai yang sangat besar dari segi budget, teknologi dan sebagainya. Tapi, kita membuat Gundala dan film-film di Jagat Sinema Bumilangit sangat Indonesia banet. Jadi penonton bisa merasa relate ke cerita dan karakternya gitu,&amp;rdquo; tambah Joko Anwar.
Tak hanya dinikmati oleh penonton Indonesia, FIlm Gundala juga akan tayang di ajang Toronto International Film Festival (TIFF) yang akan digelar pada 5-15 September 2019. Proyek garapan Joko Anwar itu merupakan satu-satunya film Asia Tenggara yang tayang dalam festival tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wNy82LzExNzE0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Diangkat dari sebuah komik superhero Indonesia, cerita di Film Gundala tak lantas sama dengan versi komik. Sang Sutradara, Joko Anwar mengatakan, terdapat beberapa bagian yang dia sesuaikan agar film perdana Jagat Sinema Bumilangit itu sesuai dengan masa kini.
&amp;ldquo;Jadi sifat dan karakter dari setiap ciri khusus setiap karakter kita pertahankan dan kita update sensibilitasnya sehingga bisa lebih gampang dinikmati oleh penonton zaman sekarang. Di zaman sekarang kan cara orang menikmati story talent sudah berbeda dari zaman dulu,&amp;rdquo; ujar Sutradara Film Gundala, Joko Anwar saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Baca juga: September 2019, Gundala Tayang di Festival Film Toronto 

Sementara itu, dalam sebuah video di saluran YouTube milik Deddy Corbuzier, Joko Anwar juga menyebutkan perbedaan lain dari Film Gundala jika dibandingkan dengan komiknya. Beberapa karakter jagoan baru pun diciptakan oleh Joko Anwar untuk film tersebut. Karakter tersebut belum pernah ada pada Gundala versi komik.
Selain itu, kostum Gundala yang dikenakan Abimana sebagai pemerannya pun mengalami beberapa penyesuaian, seperti misalnya tak ada lagi celana dalam merah dalam kostum Gundala. Begitu juga dengan kacamata yang kini diganti menjadi masker penutup mulut.
Menurut Joko Anwar perubahan tersebut dilakukan agar karakter Gundala lebih sesuai dengan zaman sekarang. Warna dasar kostum yang semula hitam pun kini diubah menjadi merah.
Baca juga: Temukan Bra Kalina Ocktaranny, Sabrina Chairunnisa: Gede Banget Guys 

Jagat Sinema Bumilangit diumpamakan seperti Marvel di perfilman Hollywood. Kendati demikian, Joko Anwar yang juga creative producer Jagat Sinema Bumilangit (Bumilangit Cinematic Universe) menyebut tak ada niat untuk menyaingin Marvel.
&amp;ldquo;Kita enggak berusaha menyaingi Marvel dan DC karena akan sangat sia-sia untuk mencoba menyaingi mereka. Mereka memiliki nilai yang sangat besar dari segi budget, teknologi dan sebagainya. Tapi, kita membuat Gundala dan film-film di Jagat Sinema Bumilangit sangat Indonesia banet. Jadi penonton bisa merasa relate ke cerita dan karakternya gitu,&amp;rdquo; tambah Joko Anwar.
Tak hanya dinikmati oleh penonton Indonesia, FIlm Gundala juga akan tayang di ajang Toronto International Film Festival (TIFF) yang akan digelar pada 5-15 September 2019. Proyek garapan Joko Anwar itu merupakan satu-satunya film Asia Tenggara yang tayang dalam festival tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8wNy82LzExNzE0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
