<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Razia Buku, Glenn Fredly: Kenapa Harus Takut Buku?</title><description>Pekan lalu sekelompok massa melakukan razia buku di Gramedia.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/13/33/2091486/marak-razia-buku-glenn-fredly-kenapa-harus-takut-buku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/13/33/2091486/marak-razia-buku-glenn-fredly-kenapa-harus-takut-buku"/><item><title>Marak Razia Buku, Glenn Fredly: Kenapa Harus Takut Buku?</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/13/33/2091486/marak-razia-buku-glenn-fredly-kenapa-harus-takut-buku</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/13/33/2091486/marak-razia-buku-glenn-fredly-kenapa-harus-takut-buku</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2019 01:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/13/33/2091486/marak-razia-buku-glenn-fredly-kenapa-harus-takut-buku-juUJtMSRAj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Glenn Fredly (Foto: Ady/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/13/33/2091486/marak-razia-buku-glenn-fredly-kenapa-harus-takut-buku-juUJtMSRAj.jpg</image><title>Glenn Fredly (Foto: Ady/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pekan lalu sekelompok massa melakukan razia buku di Gramedia. Buku-buku berbau paham Marxisme seketika dirazia dan ditarik dari rak bukunya.

Kelompok yang menamakan dirinya sebagai Brigade Muslim Indonesia (BMI) ini menyita buku berjudul Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme karya Franz Magnis Suseno.

Baca Juga: Siap Gelar Konser 25 Tahun, Glenn Fredly 'Puasa' Manggung 
&amp;nbsp;
Sebagai seorang pembaca buku, Glenn Fredly mengaku sangat menyayangkan adanya kejadian ini.

&quot;Kalau saya sih sangat menyayangkan, sangat tidak setuju kalau penghangusan atau pembredelan buku, itu nggak menjawab kebutuhan demokrasi. Pasti. Secara konstitusi juga bertentangan gitu. Artinya ini bukan era lagi,&quot; kata Glenn saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga:Pelukan, Cara Tompi Atasi Emak-Emak Bertengkar di Mini Konsernya
&amp;nbsp;
Selain itu menurut Glenn Fredly menganggap bahwa era sekarang buku sudah bukan satu-satunya sumber informasi yang digunakan.

Oleh sebab itu pelantun lagi Kisah Putih ini menyayangkan mengapa masih ada pihak yang takut dengan kehadiran buku fisik.
&quot;Tapi hari ini dunia digital dan begitu banyak informasi yang bisa didapat di dalam. Jadi, kenapa harus takut sama buku? Buat saya itu sangat tidak beralasan,&quot; tegasnya.

Baca Juga: Anak Galih Ginanjar Dibully, Barbie Kumalasari Salahkan Fairuz

Keputusan memberangus buku memang menjadi tanda tanya besar di Indonesia. Selain BMI, sebelumnya TNI juga merazia buku-buku yang dianggap menyebarkan paham komunisme.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNy8xOS82LzEyMDI1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Itu justru menunjukkan betapa sempit cara berpikir dan sangat tidak bijak untuk melihat sebuah generasi yang hidup jauh lebih luas daripada buku yang ada yang kita bisa pegang,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pekan lalu sekelompok massa melakukan razia buku di Gramedia. Buku-buku berbau paham Marxisme seketika dirazia dan ditarik dari rak bukunya.

Kelompok yang menamakan dirinya sebagai Brigade Muslim Indonesia (BMI) ini menyita buku berjudul Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme karya Franz Magnis Suseno.

Baca Juga: Siap Gelar Konser 25 Tahun, Glenn Fredly 'Puasa' Manggung 
&amp;nbsp;
Sebagai seorang pembaca buku, Glenn Fredly mengaku sangat menyayangkan adanya kejadian ini.

&quot;Kalau saya sih sangat menyayangkan, sangat tidak setuju kalau penghangusan atau pembredelan buku, itu nggak menjawab kebutuhan demokrasi. Pasti. Secara konstitusi juga bertentangan gitu. Artinya ini bukan era lagi,&quot; kata Glenn saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga:Pelukan, Cara Tompi Atasi Emak-Emak Bertengkar di Mini Konsernya
&amp;nbsp;
Selain itu menurut Glenn Fredly menganggap bahwa era sekarang buku sudah bukan satu-satunya sumber informasi yang digunakan.

Oleh sebab itu pelantun lagi Kisah Putih ini menyayangkan mengapa masih ada pihak yang takut dengan kehadiran buku fisik.
&quot;Tapi hari ini dunia digital dan begitu banyak informasi yang bisa didapat di dalam. Jadi, kenapa harus takut sama buku? Buat saya itu sangat tidak beralasan,&quot; tegasnya.

Baca Juga: Anak Galih Ginanjar Dibully, Barbie Kumalasari Salahkan Fairuz

Keputusan memberangus buku memang menjadi tanda tanya besar di Indonesia. Selain BMI, sebelumnya TNI juga merazia buku-buku yang dianggap menyebarkan paham komunisme.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNy8xOS82LzEyMDI1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Itu justru menunjukkan betapa sempit cara berpikir dan sangat tidak bijak untuk melihat sebuah generasi yang hidup jauh lebih luas daripada buku yang ada yang kita bisa pegang,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
