<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bumi Manusia dan Perburuan, 2 Novel Pramoedya Ananta Toer yang Difilmkan</title><description>Dua novel yang ditulis Pramoedya Ananta Toer dari balik penjara itu diadaptasi Falcon Pictures ke format layar lebar.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/11/206/2090487/bumi-manusia-dan-perburuan-2-novel-pramoedya-ananta-toer-yang-difilmkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/11/206/2090487/bumi-manusia-dan-perburuan-2-novel-pramoedya-ananta-toer-yang-difilmkan"/><item><title>Bumi Manusia dan Perburuan, 2 Novel Pramoedya Ananta Toer yang Difilmkan</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/11/206/2090487/bumi-manusia-dan-perburuan-2-novel-pramoedya-ananta-toer-yang-difilmkan</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/08/11/206/2090487/bumi-manusia-dan-perburuan-2-novel-pramoedya-ananta-toer-yang-difilmkan</guid><pubDate>Minggu 11 Agustus 2019 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/11/206/2090487/bumi-manusia-dan-perburuan-2-novel-pramoedya-ananta-toer-yang-difilmkan-RxA67eCMy8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bumi Manusia. (Foto: Falcon Pictures)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/11/206/2090487/bumi-manusia-dan-perburuan-2-novel-pramoedya-ananta-toer-yang-difilmkan-RxA67eCMy8.jpg</image><title>Bumi Manusia. (Foto: Falcon Pictures)</title></images><description>JAKARTA - Menerjemahkan bahasa sastra Pramoedya Ananta Toer ke medium audio visual bukan pekerjaan mudah. Mungkin ini alasan kenapa karya-karya Pram tetap tak terjamah meski sudah tercipta puluhan tahun silam.
Tak hanya itu, penolakan pihak keluarga pun disebut-sebut menjadi alasan kenapa karya Pram tak kunjung diadaptasi ke layar lebar. Angga Okta Rahman mengungkapkan, penolakan itu dilakukan keluarga atas 'wasiat' sang kakek.&amp;nbsp;

Baca juga:&amp;nbsp;Dari Balik Penjara, Pramoedya Ananta Toer Tetap Berkarya
&amp;ldquo;Pram memang agak keras ya. Berkali-kali bilang sama keluarga, beliau enggak mau karyanya difilmkan oleh bangsa asing atau luar. Dia mau karya-karyanya difilmkan oleh orang Indonesia. Itu yang kami pegang selama ini,&amp;rdquo; kata Angga.
Awalnya, Falcon Pictures hanya mengincar satu novel untuk difilmkan. Namun tak disangka, pihak keluarga justru menawarkan&amp;nbsp;Bumi Manusia dan Perburuan&amp;nbsp;untuk diadaptasi ke dalam film. Dua karya itu merupakan dua karya besar Pram yang ditulisnya saat mendekam di balik jeruji besi.
&amp;ldquo;Terus terang, tawaran (pihak keluarga) itu membuat kami merinding. Mereka bilang, &amp;lsquo;Mau enggak produksi Bumi Manusia dan Perburuan?&amp;rsquo;&amp;rdquo; kata Produser Falcon Pictures, Frederica.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/v6K4H1VPR9U&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Baca juga:&amp;nbsp;Polo Beberkan Kondisi Nunung Srimulat setelah 3 Minggu Ditahan
Falcon Pictures kemudian memercayakan skrip&amp;nbsp;Bumi Manusia&amp;nbsp;kepada sutradara Hanung Bramantyo. Sementara&amp;nbsp;Perburuan&amp;nbsp;jatuh kepada Richard Oh. Strategi unik pun dijalankan Falcon Pictures untuk memasarkan kedua film tersebut. Mereka merilisnya bersamaan.


Film Bumi Manusia dan Perburuan rencananya akan tayang serentak di bioskop-bioskop Tanah Air pada 15 Agustus 2019.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/2BYJaVz_wpM&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Jika Bumi Manusia menampilkan Iqbaal Ramadhan sebagai Minke, pencinta film Indonesia bisa menonton akting ciamik Adipati Dolken sebagai Hardo dalam Perburuan.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Menerjemahkan bahasa sastra Pramoedya Ananta Toer ke medium audio visual bukan pekerjaan mudah. Mungkin ini alasan kenapa karya-karya Pram tetap tak terjamah meski sudah tercipta puluhan tahun silam.
Tak hanya itu, penolakan pihak keluarga pun disebut-sebut menjadi alasan kenapa karya Pram tak kunjung diadaptasi ke layar lebar. Angga Okta Rahman mengungkapkan, penolakan itu dilakukan keluarga atas 'wasiat' sang kakek.&amp;nbsp;

Baca juga:&amp;nbsp;Dari Balik Penjara, Pramoedya Ananta Toer Tetap Berkarya
&amp;ldquo;Pram memang agak keras ya. Berkali-kali bilang sama keluarga, beliau enggak mau karyanya difilmkan oleh bangsa asing atau luar. Dia mau karya-karyanya difilmkan oleh orang Indonesia. Itu yang kami pegang selama ini,&amp;rdquo; kata Angga.
Awalnya, Falcon Pictures hanya mengincar satu novel untuk difilmkan. Namun tak disangka, pihak keluarga justru menawarkan&amp;nbsp;Bumi Manusia dan Perburuan&amp;nbsp;untuk diadaptasi ke dalam film. Dua karya itu merupakan dua karya besar Pram yang ditulisnya saat mendekam di balik jeruji besi.
&amp;ldquo;Terus terang, tawaran (pihak keluarga) itu membuat kami merinding. Mereka bilang, &amp;lsquo;Mau enggak produksi Bumi Manusia dan Perburuan?&amp;rsquo;&amp;rdquo; kata Produser Falcon Pictures, Frederica.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/v6K4H1VPR9U&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Baca juga:&amp;nbsp;Polo Beberkan Kondisi Nunung Srimulat setelah 3 Minggu Ditahan
Falcon Pictures kemudian memercayakan skrip&amp;nbsp;Bumi Manusia&amp;nbsp;kepada sutradara Hanung Bramantyo. Sementara&amp;nbsp;Perburuan&amp;nbsp;jatuh kepada Richard Oh. Strategi unik pun dijalankan Falcon Pictures untuk memasarkan kedua film tersebut. Mereka merilisnya bersamaan.


Film Bumi Manusia dan Perburuan rencananya akan tayang serentak di bioskop-bioskop Tanah Air pada 15 Agustus 2019.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/2BYJaVz_wpM&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Jika Bumi Manusia menampilkan Iqbaal Ramadhan sebagai Minke, pencinta film Indonesia bisa menonton akting ciamik Adipati Dolken sebagai Hardo dalam Perburuan.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
