<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Film Bumi Itu Bulat Soroti Isu Intoleransi di Indonesia</title><description>Film Bumi Itu Bulat ditujukan untuk mengajak masyarakat lebih menghargai perbedaan dalam hidup bermasyarakat.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/04/02/206/2038355/film-bumi-itu-bulat-soroti-isu-intoleransi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/04/02/206/2038355/film-bumi-itu-bulat-soroti-isu-intoleransi-di-indonesia"/><item><title>Film Bumi Itu Bulat Soroti Isu Intoleransi di Indonesia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/04/02/206/2038355/film-bumi-itu-bulat-soroti-isu-intoleransi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/04/02/206/2038355/film-bumi-itu-bulat-soroti-isu-intoleransi-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 02 April 2019 18:27 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/02/206/2038355/film-bumi-itu-bulat-soroti-isu-intoleransi-di-indonesia-ZmYXeu9d7h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Deretan Aktor dan Tim Produksi Film Bumi Itu Bulat. (Foto: Okezone/Ady Prawira Riandi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/02/206/2038355/film-bumi-itu-bulat-soroti-isu-intoleransi-di-indonesia-ZmYXeu9d7h.jpg</image><title>Deretan Aktor dan Tim Produksi Film Bumi Itu Bulat. (Foto: Okezone/Ady Prawira Riandi)</title></images><description>JAKARTA - Isu intoleransi di Indonesia menjadi salah satu isu utama di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Tak jarang, terjadi gesekan-gesekan antarsuku dan agama hanya karena warga sulit untuk bertoleransi.
Kondisi inilah yang kemudian ditangkap Robert Ronny, produser di balik film Bumi Itu Bulat. Dia mengatakan, intoleransi adalah permasalahan yang masih harus diingatkan kembali ke masyarakat. Pasalnya, Indonesia adalah negara yang tercipta dengan kekayaan suku, budaya, dan agama.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8yOS82LzExOTA5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca juga: Sang Suami Diisukan Goda Rosa Meldianti, Dewi Perssik: Fitnah!
&amp;ldquo;Beberapa tahun terakhir, isu intoleransi memang menjadi hal besar di negara kita. Beberapa kali bahkan terdengar kasus pembakaran rumah ibadah dan hal-hal intoleransi lainnya,&amp;rdquo; kata Robert Ronny saat ditemui di Jakarta, pada Selasa (2/4/2019).
Isu intoleransi inilah yang kemudian disajikan Robert Ronny ke layar lebar, dengan premis sederhana dan bertabur aktor-aktor muda. Rayn Wijaya, Rania Putrisari, Qausar Harta, Kenny Austin, Aldy Rialdi, dan Febby Rastanty adalah beberapa di antaranya.
Sang sutradara, Ron Widodo, mempertemukan deretan aktor muda tersebut dengan aktor-aktor senior, seperti Christine Hakim, Mathias Muchus, Ria Irawan, dan Arie Kriting. Film Bumi Itu Bulat bercerita tentang sekelompok anak muda yang tergabung dalam tim akapela bernama Rujak Acapella.
Grup tersebut diisi oleh para remaja dengan banyak perbedaan, namun mempunyai cita-cita yang sama. Mereka bertekad untuk tampil dalam pagelaran Asian Games.

 
Baca juga: Jadi Suami Jennifer Dunn, Faisal Harris Masih Sering Datangi Mantan Istri?
Konflik mulai muncul ketika isu perbedaan menjadi penghalang dalam menembus impian mereka. Ron Widodo berharap, lewat Bumi Itu Bulat penonton dapat menghargai perbedaan dan hidup damai di dalamnya.
Film Bumi Itu Bulat dijadwalkan mulai debut di bioskop Tanah Air, pada 11 April 2019.*
</description><content:encoded>JAKARTA - Isu intoleransi di Indonesia menjadi salah satu isu utama di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Tak jarang, terjadi gesekan-gesekan antarsuku dan agama hanya karena warga sulit untuk bertoleransi.
Kondisi inilah yang kemudian ditangkap Robert Ronny, produser di balik film Bumi Itu Bulat. Dia mengatakan, intoleransi adalah permasalahan yang masih harus diingatkan kembali ke masyarakat. Pasalnya, Indonesia adalah negara yang tercipta dengan kekayaan suku, budaya, dan agama.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8yOS82LzExOTA5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca juga: Sang Suami Diisukan Goda Rosa Meldianti, Dewi Perssik: Fitnah!
&amp;ldquo;Beberapa tahun terakhir, isu intoleransi memang menjadi hal besar di negara kita. Beberapa kali bahkan terdengar kasus pembakaran rumah ibadah dan hal-hal intoleransi lainnya,&amp;rdquo; kata Robert Ronny saat ditemui di Jakarta, pada Selasa (2/4/2019).
Isu intoleransi inilah yang kemudian disajikan Robert Ronny ke layar lebar, dengan premis sederhana dan bertabur aktor-aktor muda. Rayn Wijaya, Rania Putrisari, Qausar Harta, Kenny Austin, Aldy Rialdi, dan Febby Rastanty adalah beberapa di antaranya.
Sang sutradara, Ron Widodo, mempertemukan deretan aktor muda tersebut dengan aktor-aktor senior, seperti Christine Hakim, Mathias Muchus, Ria Irawan, dan Arie Kriting. Film Bumi Itu Bulat bercerita tentang sekelompok anak muda yang tergabung dalam tim akapela bernama Rujak Acapella.
Grup tersebut diisi oleh para remaja dengan banyak perbedaan, namun mempunyai cita-cita yang sama. Mereka bertekad untuk tampil dalam pagelaran Asian Games.

 
Baca juga: Jadi Suami Jennifer Dunn, Faisal Harris Masih Sering Datangi Mantan Istri?
Konflik mulai muncul ketika isu perbedaan menjadi penghalang dalam menembus impian mereka. Ron Widodo berharap, lewat Bumi Itu Bulat penonton dapat menghargai perbedaan dan hidup damai di dalamnya.
Film Bumi Itu Bulat dijadwalkan mulai debut di bioskop Tanah Air, pada 11 April 2019.*
</content:encoded></item></channel></rss>
