<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Donny Damara: Puisi Itu Bukan Sekedar Dibaca, Tapi...</title><description>Donny Damara turut terlibat dalam teater bertajuk Untuk Ibu yang diusung oleh Tio Pakusadewo.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/11/15/33/1978403/donny-damara-puisi-itu-bukan-sekedar-dibaca-tapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2018/11/15/33/1978403/donny-damara-puisi-itu-bukan-sekedar-dibaca-tapi"/><item><title>Donny Damara: Puisi Itu Bukan Sekedar Dibaca, Tapi...</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/11/15/33/1978403/donny-damara-puisi-itu-bukan-sekedar-dibaca-tapi</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2018/11/15/33/1978403/donny-damara-puisi-itu-bukan-sekedar-dibaca-tapi</guid><pubDate>Kamis 15 November 2018 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/15/33/1978403/donny-damara-puisi-itu-bukan-sekedar-dibaca-tapi-m09ZryjKzn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Donny Damara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/15/33/1978403/donny-damara-puisi-itu-bukan-sekedar-dibaca-tapi-m09ZryjKzn.jpg</image><title>Donny Damara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Donny Damara turut terlibat dalam teater bertajuk Untuk Ibu yang diusung oleh Tio Pakusadewo. Dalam pementasan itu, aktor berusia 52 tahun itu akan mendapatkan bagian untuk membacakan 2 buah puisi.

&quot;Keterlibatan saya di pementasan Untuk Ibu ini salah satu yang akan membawakan sajak. Tentunya ada beberapa teman yang lain, mas Tio sudah dari awal ngajak, saya enggak ragu untuk ikut,&quot; ujar Donny Damara saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018).

Dalam membaca puisi, aktor berusia 52 tahun tersebut tentu merasakan adanya kesulitan-kesulitan.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Donny Damara Sebut Tio Pakusadewo 'Biadab', Kenapa?

Menurut Donny Damara salah satunya adalah bagaimana menghidupkan dan dapat menyampaikan pesan dari puisi yang dibacakan.

&quot;Tentunya pasti ada. Sajak atau puisi kalau kita bawakannya seperti membaca enggak akan ada ruhnya. Jadi kita harus tahu apa sih substansinya dari sajak itu,&quot; ungkapnya.

&quot;Jadi menurut saya itu yang penting, bukan hanya sekadar membaca puisi, apa sih pesan yang mau disampaikan. Semoga bisa membawakannya dengan baik,&quot; tambah Donny Damara.

Dalam dua buah puisi yang dibacakan, salah satunya adalah diciptakan sendiri oleh pemain film A Man Called Ahok tersebut. Donny Damara pun menceritakan bahwa untuk mencuptajan puisi itu, ia harus memerlukan momentum tertentu.
&amp;nbsp;
&quot;Pasti kita punya momentum untuk menciptakan apapun bentuknya, mau naskah, mau script, mau lagu, tidak mungkin bisa datang seperti itu saja sih,&quot; tutupnya.

Selain Tio Pakusadewo dan Donny Damara, teater yang akan digelar pada 15 Desember 2018 tersebut akan menampilkan beberapa pementas lainnya, seperti Reza Rahardian, Rifnu Wikana, Shelomita, Patrisha Pakusadewo dan lain-lain.


</description><content:encoded>JAKARTA - Donny Damara turut terlibat dalam teater bertajuk Untuk Ibu yang diusung oleh Tio Pakusadewo. Dalam pementasan itu, aktor berusia 52 tahun itu akan mendapatkan bagian untuk membacakan 2 buah puisi.

&quot;Keterlibatan saya di pementasan Untuk Ibu ini salah satu yang akan membawakan sajak. Tentunya ada beberapa teman yang lain, mas Tio sudah dari awal ngajak, saya enggak ragu untuk ikut,&quot; ujar Donny Damara saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018).

Dalam membaca puisi, aktor berusia 52 tahun tersebut tentu merasakan adanya kesulitan-kesulitan.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Donny Damara Sebut Tio Pakusadewo 'Biadab', Kenapa?

Menurut Donny Damara salah satunya adalah bagaimana menghidupkan dan dapat menyampaikan pesan dari puisi yang dibacakan.

&quot;Tentunya pasti ada. Sajak atau puisi kalau kita bawakannya seperti membaca enggak akan ada ruhnya. Jadi kita harus tahu apa sih substansinya dari sajak itu,&quot; ungkapnya.

&quot;Jadi menurut saya itu yang penting, bukan hanya sekadar membaca puisi, apa sih pesan yang mau disampaikan. Semoga bisa membawakannya dengan baik,&quot; tambah Donny Damara.

Dalam dua buah puisi yang dibacakan, salah satunya adalah diciptakan sendiri oleh pemain film A Man Called Ahok tersebut. Donny Damara pun menceritakan bahwa untuk mencuptajan puisi itu, ia harus memerlukan momentum tertentu.
&amp;nbsp;
&quot;Pasti kita punya momentum untuk menciptakan apapun bentuknya, mau naskah, mau script, mau lagu, tidak mungkin bisa datang seperti itu saja sih,&quot; tutupnya.

Selain Tio Pakusadewo dan Donny Damara, teater yang akan digelar pada 15 Desember 2018 tersebut akan menampilkan beberapa pementas lainnya, seperti Reza Rahardian, Rifnu Wikana, Shelomita, Patrisha Pakusadewo dan lain-lain.


</content:encoded></item></channel></rss>
