<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MOVIE REVIEW: Halloween, Kisah Kembalinya Si Pembunuh Berantai Michael Myers</title><description>Dengan mengandalkan cerita sambungan dari film sebelumnya, film Halloween ini sangat menarik untuk disimak.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/10/19/206/1966161/movie-review-halloween-kisah-kembalinya-si-pembunuh-berantai-michael-myers</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2018/10/19/206/1966161/movie-review-halloween-kisah-kembalinya-si-pembunuh-berantai-michael-myers"/><item><title>MOVIE REVIEW: Halloween, Kisah Kembalinya Si Pembunuh Berantai Michael Myers</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/10/19/206/1966161/movie-review-halloween-kisah-kembalinya-si-pembunuh-berantai-michael-myers</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2018/10/19/206/1966161/movie-review-halloween-kisah-kembalinya-si-pembunuh-berantai-michael-myers</guid><pubDate>Jum'at 19 Oktober 2018 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/19/206/1966161/movie-review-halloween-kisah-kembalinya-si-pembunuh-berantai-michael-myers-2vjgThyfA1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Halloween</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/19/206/1966161/movie-review-halloween-kisah-kembalinya-si-pembunuh-berantai-michael-myers-2vjgThyfA1.jpg</image><title>Halloween</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dibutuhkan waktu 40 tahun untuk David Gordon Green melanjutkan cerita dari film Halloween yang dirilis pada tahun 1978 karya sutradara John Carpenter. Kisah pembunuhan berantai pada malam Halloween pun kembali diangkat dengan polesan-polesan baru.
Baca Juga: Sungjae 'BTOB' dan Eunji 'APINK' Berpeluang Duet untuk Lagu Reunifikasi Korea
Halloween kali ini bercerita tentang konfrontasi terakhir dari Laurie Strode (Jamie Lee Curtis) dengan Michael Myers, sosok yang ditakutinya selama berpuluh-puluh tahun. Michael, yang selama ini dikurung di sebuah pusat rehabilitasi, akhirnya terlepas dan menebar terror lagi di kota Haddonfield. Kemunculannya bahkan tepat sebelum malam Halloween dimulai di kota tersebut.

Dengan mengandalkan cerita sambungan dari film sebelumnya, film Halloween ini sangat menarik untuk disimak. Cerita dan konflik yang dibuat seolah-olah mengalir begitu saja dan tidak terksan terlalu dipaksakan.
Keunggulan lain dari film ini adalah kehebatan David Gordon Green membungkus filmnya dengan nuansa 70-an seperti film pertamanya. Salah satu elemen old school yang paling terasa dari film ini adalah penggunaan music scoring untuk menemani setiap adegan. Gaya scoring ini terbilang efektif untuk mengantar para penonton memasuki rasa mencekam karena sebagian besar adegan diisi dengan pembunuhan keji Michael Myers.

Uniknya, David Gordon Green tidak menampilkan semua cara Michael dalam membunuh para korbannya di film ini. Sesekali kamera hanya bergerak di sebuah sudut, menantikan Michael selesai dengan urusannya.
Satu-staunya kekurangan terbesar dari Halloween adalah plot twist yang coba dibuat justru malah mengarah pada sebuah kekacauan di akhir cerita. Jika film ini dibagi menjadi tiga babak, maka babak akhir dari Halloween adalah babak paling buruk. David Gordon Green seharusnya bisa membuat akhir dari kisah pembunuhan berantai ini dengan lebih baik lagi.

Baca Juga: Pakai Hot Pants, Nia Ramadhani Lagi-Lagi Dikritik soal Status Haji
Okezone memberikan nilai 7 untuk film Halloween. Jika Anda penasaran dengan filmnya, saksikan Halloween yang sudah tayang di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dibutuhkan waktu 40 tahun untuk David Gordon Green melanjutkan cerita dari film Halloween yang dirilis pada tahun 1978 karya sutradara John Carpenter. Kisah pembunuhan berantai pada malam Halloween pun kembali diangkat dengan polesan-polesan baru.
Baca Juga: Sungjae 'BTOB' dan Eunji 'APINK' Berpeluang Duet untuk Lagu Reunifikasi Korea
Halloween kali ini bercerita tentang konfrontasi terakhir dari Laurie Strode (Jamie Lee Curtis) dengan Michael Myers, sosok yang ditakutinya selama berpuluh-puluh tahun. Michael, yang selama ini dikurung di sebuah pusat rehabilitasi, akhirnya terlepas dan menebar terror lagi di kota Haddonfield. Kemunculannya bahkan tepat sebelum malam Halloween dimulai di kota tersebut.

Dengan mengandalkan cerita sambungan dari film sebelumnya, film Halloween ini sangat menarik untuk disimak. Cerita dan konflik yang dibuat seolah-olah mengalir begitu saja dan tidak terksan terlalu dipaksakan.
Keunggulan lain dari film ini adalah kehebatan David Gordon Green membungkus filmnya dengan nuansa 70-an seperti film pertamanya. Salah satu elemen old school yang paling terasa dari film ini adalah penggunaan music scoring untuk menemani setiap adegan. Gaya scoring ini terbilang efektif untuk mengantar para penonton memasuki rasa mencekam karena sebagian besar adegan diisi dengan pembunuhan keji Michael Myers.

Uniknya, David Gordon Green tidak menampilkan semua cara Michael dalam membunuh para korbannya di film ini. Sesekali kamera hanya bergerak di sebuah sudut, menantikan Michael selesai dengan urusannya.
Satu-staunya kekurangan terbesar dari Halloween adalah plot twist yang coba dibuat justru malah mengarah pada sebuah kekacauan di akhir cerita. Jika film ini dibagi menjadi tiga babak, maka babak akhir dari Halloween adalah babak paling buruk. David Gordon Green seharusnya bisa membuat akhir dari kisah pembunuhan berantai ini dengan lebih baik lagi.

Baca Juga: Pakai Hot Pants, Nia Ramadhani Lagi-Lagi Dikritik soal Status Haji
Okezone memberikan nilai 7 untuk film Halloween. Jika Anda penasaran dengan filmnya, saksikan Halloween yang sudah tayang di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
