<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LSF, DPR dan Produser Film 'LIMA' Sepakat Film Pancasila Harus Diperbanyak</title><description>Perbincangan tentang film-film bertemakan Pancasila mulai muncul ketika Film LIMA gagal mendapatkan sensor 13 tahun ke atas dari LSF.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/05/28/206/1903875/lsf-dpr-dan-produser-film-lima-sepakat-film-pancasila-harus-diperbanyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2018/05/28/206/1903875/lsf-dpr-dan-produser-film-lima-sepakat-film-pancasila-harus-diperbanyak"/><item><title>LSF, DPR dan Produser Film 'LIMA' Sepakat Film Pancasila Harus Diperbanyak</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/05/28/206/1903875/lsf-dpr-dan-produser-film-lima-sepakat-film-pancasila-harus-diperbanyak</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2018/05/28/206/1903875/lsf-dpr-dan-produser-film-lima-sepakat-film-pancasila-harus-diperbanyak</guid><pubDate>Senin 28 Mei 2018 23:11 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/28/206/1903875/lsf-dpr-dan-produser-film-lima-sepakat-film-pancasila-harus-diperbanyak-NrgdzbWOR9.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tim LSF, Film LIMA, dan DPR (Foto: Ady/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/28/206/1903875/lsf-dpr-dan-produser-film-lima-sepakat-film-pancasila-harus-diperbanyak-NrgdzbWOR9.jpeg</image><title>Tim LSF, Film LIMA, dan DPR (Foto: Ady/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga Sensor Film (LSF), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemilik Film LIMA, Lola Amaria sepakat untuk memperbanyak film-film bertemakan Pancasila di Indonesia. Hal ini dianggap penting mengingat ada begitu banyak kasus-kasus anti-Pancasila yang terjadi belakang ini, seperti intoleransi dan radikalisme.
Baca Juga: Film 'Lima' Punya Lola Amaria Gagal Kantongi Sensor 13 Tahun ke Atas
Perbincangan tentang film-film bertemakan Pancasila mulai muncul ketika Film LIMA gagal mendapatkan sensor 13 tahun ke atas dari LSF. Beberapa komunitas film sempat melakukan pengaduan kepada DPR agar film tersebut tidak ditempatkan di kategori 17 tahun ke atas.
&amp;ldquo;Upaya-upaya pembumian nilai-nilai Pancasila, seperti yang dilakukan melalui film LIMA ini harus terus digalakkan. Ini agar kita bisa menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun bagi bangsa Indonesia,&amp;rdquo; kata Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris, Senin (28/5/2018).

Charles sendiri datang didampingi oleh tiga anggota DPR lainnya yakni Dave Laksono, Arvin Hakim Thoha dan Eva Sundari. Sementara Lola sebagai produser Film LIMA datang bersama Komunitas Pancasila dan Generasi Muda untuk mediasi dengan LSF di Kantor LSF, Jakarta Selatan.
Charles mengatakan, film LIMA adalah contoh dari program pemerintahan Jokowi yang sangat tegas memerangi tindakan intoleransi dan radikalisme.
&amp;ldquo;Oleh karena itu kita perlu film yang mengangkat tema Pancasila untuk kontra narasi radikalisme dan sebagainya,&amp;rdquo; ujar politikus PDI Perjuangan ini.

Sementara itu Ketua LSF, Ahmad Yani Basuki, mengakui film-film berkualitas yang mengangkat tema tentang Pancasila dan kebhinekaan masih sangat terbatas di Indonesia. Oleh karenanya, LSF menunggu sineas-sineas Indonesia untuk memproduksi film-film berkualitas seperti yang telah dilakukan Lola Amaria dan kawan-kawan.
Soal permintaan penurunan klasifikasi film LIMA dari 17 Tahun Ke Atas menjadi 13 Tahun Ke Atas, Yani mengatakan ada mekanisme yang harus dilewati. Seperti diketahui, jika sebuah film ingin melakukan penurunan klasifikasi maka film tersebut harus mau melakukan revisi baik mengganti adegan atau pun dialognya.
&amp;ldquo;Karena itu ada sensitivitasnya, biarlah menjadi konsumsi internal LSF dan pemilik film. Agar semua terjaga dengan baik, karena ini juga film yang baik,&amp;rdquo; ujar Yani.
Baca Juga: Lola Amaria Garap Film Bertema Pancasila dengan 5 Sutradara
Sekadar informasi, film Lima akan tayang di bioskop-bioskop nasional mulai 31 Mei 2018. Film ini diproyeksikan untuk menyambut Hari Lahir Pancasila atau Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga Sensor Film (LSF), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemilik Film LIMA, Lola Amaria sepakat untuk memperbanyak film-film bertemakan Pancasila di Indonesia. Hal ini dianggap penting mengingat ada begitu banyak kasus-kasus anti-Pancasila yang terjadi belakang ini, seperti intoleransi dan radikalisme.
Baca Juga: Film 'Lima' Punya Lola Amaria Gagal Kantongi Sensor 13 Tahun ke Atas
Perbincangan tentang film-film bertemakan Pancasila mulai muncul ketika Film LIMA gagal mendapatkan sensor 13 tahun ke atas dari LSF. Beberapa komunitas film sempat melakukan pengaduan kepada DPR agar film tersebut tidak ditempatkan di kategori 17 tahun ke atas.
&amp;ldquo;Upaya-upaya pembumian nilai-nilai Pancasila, seperti yang dilakukan melalui film LIMA ini harus terus digalakkan. Ini agar kita bisa menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun bagi bangsa Indonesia,&amp;rdquo; kata Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris, Senin (28/5/2018).

Charles sendiri datang didampingi oleh tiga anggota DPR lainnya yakni Dave Laksono, Arvin Hakim Thoha dan Eva Sundari. Sementara Lola sebagai produser Film LIMA datang bersama Komunitas Pancasila dan Generasi Muda untuk mediasi dengan LSF di Kantor LSF, Jakarta Selatan.
Charles mengatakan, film LIMA adalah contoh dari program pemerintahan Jokowi yang sangat tegas memerangi tindakan intoleransi dan radikalisme.
&amp;ldquo;Oleh karena itu kita perlu film yang mengangkat tema Pancasila untuk kontra narasi radikalisme dan sebagainya,&amp;rdquo; ujar politikus PDI Perjuangan ini.

Sementara itu Ketua LSF, Ahmad Yani Basuki, mengakui film-film berkualitas yang mengangkat tema tentang Pancasila dan kebhinekaan masih sangat terbatas di Indonesia. Oleh karenanya, LSF menunggu sineas-sineas Indonesia untuk memproduksi film-film berkualitas seperti yang telah dilakukan Lola Amaria dan kawan-kawan.
Soal permintaan penurunan klasifikasi film LIMA dari 17 Tahun Ke Atas menjadi 13 Tahun Ke Atas, Yani mengatakan ada mekanisme yang harus dilewati. Seperti diketahui, jika sebuah film ingin melakukan penurunan klasifikasi maka film tersebut harus mau melakukan revisi baik mengganti adegan atau pun dialognya.
&amp;ldquo;Karena itu ada sensitivitasnya, biarlah menjadi konsumsi internal LSF dan pemilik film. Agar semua terjaga dengan baik, karena ini juga film yang baik,&amp;rdquo; ujar Yani.
Baca Juga: Lola Amaria Garap Film Bertema Pancasila dengan 5 Sutradara
Sekadar informasi, film Lima akan tayang di bioskop-bioskop nasional mulai 31 Mei 2018. Film ini diproyeksikan untuk menyambut Hari Lahir Pancasila atau Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.</content:encoded></item></channel></rss>
