<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Movie Review: Avengers: Infinity War dan Kemegahan Marvel Cinematic Universe</title><description>Avengers: Infinity War menjadi salah satu film blockbuster yang paling dinanti di seluruh dunia.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/04/25/206/1891422/movie-review-avengers-infinity-war-dan-kemegahan-marvel-cinematic-universe</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2018/04/25/206/1891422/movie-review-avengers-infinity-war-dan-kemegahan-marvel-cinematic-universe"/><item><title>Movie Review: Avengers: Infinity War dan Kemegahan Marvel Cinematic Universe</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/04/25/206/1891422/movie-review-avengers-infinity-war-dan-kemegahan-marvel-cinematic-universe</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2018/04/25/206/1891422/movie-review-avengers-infinity-war-dan-kemegahan-marvel-cinematic-universe</guid><pubDate>Rabu 25 April 2018 19:28 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/25/206/1891422/movie-review-avengers-infinity-war-dan-kemegahan-marvel-cinematic-unvierse-PqKAuo0B9J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Avengers: Infinity War (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/25/206/1891422/movie-review-avengers-infinity-war-dan-kemegahan-marvel-cinematic-unvierse-PqKAuo0B9J.jpg</image><title>Avengers: Infinity War (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Salah satu film paling dinantikan di tahun 2018 akhirnya dirilis. Avengers: Infinity War menjadi salah satu film blockbuster yang paling dinanti di seluruh dunia.
Masih membekas di ingatan satu dekade lalu Marvel Studios mengembangkan dunia sinematiknya yang dinamai Marvel Cinematic Universe. Iron Man, yang dirilis pada tahun 2008, menjadi tonggak pertama berdirinya MCU. Dari tahun itu Marvel membuat sebuah benang merah cerita yang saling menghubungkan satu film ke film lainnya sampai menuju Avengers: Infinity War.
Jika sebelumnya pasukan Avengers dipecah menjadi dua karena permasalahan besar antara Captain America/Steve Rodgers (Chris Evans) dengan Iron Man/Tony Stark (Robert Downey Jr.), untuk film kali ini semua harus berkumpul kembali. Maklum saja, lawan yang akan dihadapi adalah Thanos (Josh Brolin), musuh terbesar dari semesta Marvel yang berasal dari Planet Titan.
&amp;nbsp;
(Baca Juga: Sukses Jadi Youtuber, Berapa Penghasilan Raditya Dika?)
(Baca Juga: Ruben Onsu Tersinggung, Mbah Mijan Minta Maaf)
Thanos memiliki kekuatan untuk memusnahkan sebagian populasi makhluk yang ada di MCU dan ingin memulai kembali kehidupan baru yang lebih baik. Satu-satunya cara untuk mewujudkan hal itu adalah dengan mengumpulkan enam Infinity Stone/Batu Abadi yang sudah tersebar di seluruh planet MCU. Siapa pun yang bisa mengumpulkan keenam batu tersebut niscaya bisa mewujudkan keinginan apa pun dengan sejentik jari.
Namun usaha Thanos mengumpulkan Infinity Stone harus dihadang oleh Avengers. Dua dari enam Batu Abadi ada di tangan Avengers, yakni satu di Vision (Paul Bettany) dan satu lagi terkalung di leher Doctor Strange (Benedict Cumberbatch). Sementara itu Mind Stone atau Batu Jiwa masih belum diungkapkan keberadaannya oleh Anthony dan Joe Russo, yang bertindak sebagai sutradara di balik film ini.
&amp;nbsp;
Avengers: Infinity War memang layak disebut sebagai perayaan 10 tahun berjalannya Marvel Cinematic Universe. Film ini menampilkan hampir keseluruhan supehero Marvel, mulai dari Iron Man hingga Black Panther. Semuanya bahu-membahu berjibaku untuk menghadang usaha Thanos mengumpulkan Infinity Stone.
Russo bersaudara patut mendapat acungan jempol karena berhasil membuat film Avengers: Infinity War menjadi sebuah film yang epic dari segala lini. Keduanya juga tak pernah lupa menunjukkan ciri khas masing-masing film solo di dalam adegan-adegannya. Sebagai contoh, Russo memberikan sentuhan musik 80-an yang sangat khas dengan film Guardians of the Galaxy. Ada juga scoring khas Afrika yang sebelumnya sudah pernah terdengar ketika kita mengenal Wakanda di film Black Panther. Hal-hal kecil seperti itu patut diapresiasi karena Russo bersaudara terlihat berusaha untuk tidak meninggalkan identitas setiap pahlawan Marvel yang sudah dibuatkan filmnya sendiri.
Selain itu Russo bersaudara juga sangat pandai dalam menjaga keseimbangan dialog di antara para pemainnya. Disadari atau tidak, Russo bersaudara bisa membuat semua pahlawan Marvel terlihat setara di setiap adegan. Saat beberapa superhero harus berkumpul dan berbagi dialog, Russo bersaudara berhasil membuatnya tetap seimbang tanpa terlihat satu pihak menonjol dibandingkan pihak lainnya. Hal ini tentu sangat sulit mengingat setiap pahlawan Marvel memiliki ciri khas dan egonya masing-masing.
Dari dapur sinematografi, kemampuan Marvel Studios nampaknya sudah tak usah dipertanyakan lagi. Seperti yang dikatakan sebelumnya, film ini merupakan hajatan terbesar Marvel sehingga aspek-aspek seperti ini pasti sudah dipersiapkan dengan sangat matang demi memanjakan para penggemar Marvel.Sementara itu dari bagian cerita, benang merah yang telah dibangun  dari satu dekade lalu tetap terlihat jelas ketika Anda menonton  Avengers: Infinity War. Komedi ringan ala Marvel pun makin terasa renyah  ketika beberapa tokoh yang tidak pernah bertemu sebelumnya dipertemukan  secara langsung di film ini. Pun dengan segi konflik, patut ditegaskan  bahwa Avengers: Infinity War tak melulu berbicara tentang pertarungan  Avengers melawan Thanos. Film ini memiliki varian konflik menarik lain  yang datang dari ayah dan anak, percintaan, persahabatan, ego satu sama  lain, dan masih banyak lagi. Belum lagi Russo bersaudara telah  menyiapkan beberapa kejutan menarik yang rasanya tak mungkin jika harus  Anda baca dalam ulasan seperti ini.
Satu-satunya celah besar yang menganga dalam film ini adalah  penjelasan Russo bersaudara terhadap Black Order, pasukan yang menemani  Thanos untuk merebut Infinity Stone. Russo bersaudara seolah lupa harus  memperkenalkan Proxima Midnight (Carroe Coon), Corvus Glaive (Michael  James Shaw), Ebony Maw (Tom Vaughan-Lawlor), dan Cull Obsidian (Terry  Notari). Padahal keempat makhluk tersebut memiliki peranan yang tak  sedikit dan seharusnya mendapatkan tempat untuk setidaknya diperkenalkan  satu per satu. Jika Anda bukan penikmat Marvel sejak lama, Anda pasti  akan merasa kebingungan dengan identitas keempat anggota Black Order  tersebut.
&amp;nbsp;
Dengan segala kerumitan cerita dan konflik yang mewarnainya,  Avengers: Infinity War harus dikatakan sebagai salah satu film superhero  wajib ditonton tahun ini. Marvel Studios berhasil merangkum cerita yang  mereka buat satu dekade lalu dengan kemegahan tersendiri dari Marvel  Cinematic Universe. Okezone memberikan nilai 8 untuk film crossover  terbesar Marvel ini. Ada baiknya Anda segera menyaksikan film ini  sebelum melihat atau mendengarkan bocoran-bocorannya dari orang lain.
Saksikan Avengers: Infinity War yang mulai tayang di Indonesia per  hari ini Rabu (25/4/2018). Satu hal yang harus diingat, Thanos demands  your silence!</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Salah satu film paling dinantikan di tahun 2018 akhirnya dirilis. Avengers: Infinity War menjadi salah satu film blockbuster yang paling dinanti di seluruh dunia.
Masih membekas di ingatan satu dekade lalu Marvel Studios mengembangkan dunia sinematiknya yang dinamai Marvel Cinematic Universe. Iron Man, yang dirilis pada tahun 2008, menjadi tonggak pertama berdirinya MCU. Dari tahun itu Marvel membuat sebuah benang merah cerita yang saling menghubungkan satu film ke film lainnya sampai menuju Avengers: Infinity War.
Jika sebelumnya pasukan Avengers dipecah menjadi dua karena permasalahan besar antara Captain America/Steve Rodgers (Chris Evans) dengan Iron Man/Tony Stark (Robert Downey Jr.), untuk film kali ini semua harus berkumpul kembali. Maklum saja, lawan yang akan dihadapi adalah Thanos (Josh Brolin), musuh terbesar dari semesta Marvel yang berasal dari Planet Titan.
&amp;nbsp;
(Baca Juga: Sukses Jadi Youtuber, Berapa Penghasilan Raditya Dika?)
(Baca Juga: Ruben Onsu Tersinggung, Mbah Mijan Minta Maaf)
Thanos memiliki kekuatan untuk memusnahkan sebagian populasi makhluk yang ada di MCU dan ingin memulai kembali kehidupan baru yang lebih baik. Satu-satunya cara untuk mewujudkan hal itu adalah dengan mengumpulkan enam Infinity Stone/Batu Abadi yang sudah tersebar di seluruh planet MCU. Siapa pun yang bisa mengumpulkan keenam batu tersebut niscaya bisa mewujudkan keinginan apa pun dengan sejentik jari.
Namun usaha Thanos mengumpulkan Infinity Stone harus dihadang oleh Avengers. Dua dari enam Batu Abadi ada di tangan Avengers, yakni satu di Vision (Paul Bettany) dan satu lagi terkalung di leher Doctor Strange (Benedict Cumberbatch). Sementara itu Mind Stone atau Batu Jiwa masih belum diungkapkan keberadaannya oleh Anthony dan Joe Russo, yang bertindak sebagai sutradara di balik film ini.
&amp;nbsp;
Avengers: Infinity War memang layak disebut sebagai perayaan 10 tahun berjalannya Marvel Cinematic Universe. Film ini menampilkan hampir keseluruhan supehero Marvel, mulai dari Iron Man hingga Black Panther. Semuanya bahu-membahu berjibaku untuk menghadang usaha Thanos mengumpulkan Infinity Stone.
Russo bersaudara patut mendapat acungan jempol karena berhasil membuat film Avengers: Infinity War menjadi sebuah film yang epic dari segala lini. Keduanya juga tak pernah lupa menunjukkan ciri khas masing-masing film solo di dalam adegan-adegannya. Sebagai contoh, Russo memberikan sentuhan musik 80-an yang sangat khas dengan film Guardians of the Galaxy. Ada juga scoring khas Afrika yang sebelumnya sudah pernah terdengar ketika kita mengenal Wakanda di film Black Panther. Hal-hal kecil seperti itu patut diapresiasi karena Russo bersaudara terlihat berusaha untuk tidak meninggalkan identitas setiap pahlawan Marvel yang sudah dibuatkan filmnya sendiri.
Selain itu Russo bersaudara juga sangat pandai dalam menjaga keseimbangan dialog di antara para pemainnya. Disadari atau tidak, Russo bersaudara bisa membuat semua pahlawan Marvel terlihat setara di setiap adegan. Saat beberapa superhero harus berkumpul dan berbagi dialog, Russo bersaudara berhasil membuatnya tetap seimbang tanpa terlihat satu pihak menonjol dibandingkan pihak lainnya. Hal ini tentu sangat sulit mengingat setiap pahlawan Marvel memiliki ciri khas dan egonya masing-masing.
Dari dapur sinematografi, kemampuan Marvel Studios nampaknya sudah tak usah dipertanyakan lagi. Seperti yang dikatakan sebelumnya, film ini merupakan hajatan terbesar Marvel sehingga aspek-aspek seperti ini pasti sudah dipersiapkan dengan sangat matang demi memanjakan para penggemar Marvel.Sementara itu dari bagian cerita, benang merah yang telah dibangun  dari satu dekade lalu tetap terlihat jelas ketika Anda menonton  Avengers: Infinity War. Komedi ringan ala Marvel pun makin terasa renyah  ketika beberapa tokoh yang tidak pernah bertemu sebelumnya dipertemukan  secara langsung di film ini. Pun dengan segi konflik, patut ditegaskan  bahwa Avengers: Infinity War tak melulu berbicara tentang pertarungan  Avengers melawan Thanos. Film ini memiliki varian konflik menarik lain  yang datang dari ayah dan anak, percintaan, persahabatan, ego satu sama  lain, dan masih banyak lagi. Belum lagi Russo bersaudara telah  menyiapkan beberapa kejutan menarik yang rasanya tak mungkin jika harus  Anda baca dalam ulasan seperti ini.
Satu-satunya celah besar yang menganga dalam film ini adalah  penjelasan Russo bersaudara terhadap Black Order, pasukan yang menemani  Thanos untuk merebut Infinity Stone. Russo bersaudara seolah lupa harus  memperkenalkan Proxima Midnight (Carroe Coon), Corvus Glaive (Michael  James Shaw), Ebony Maw (Tom Vaughan-Lawlor), dan Cull Obsidian (Terry  Notari). Padahal keempat makhluk tersebut memiliki peranan yang tak  sedikit dan seharusnya mendapatkan tempat untuk setidaknya diperkenalkan  satu per satu. Jika Anda bukan penikmat Marvel sejak lama, Anda pasti  akan merasa kebingungan dengan identitas keempat anggota Black Order  tersebut.
&amp;nbsp;
Dengan segala kerumitan cerita dan konflik yang mewarnainya,  Avengers: Infinity War harus dikatakan sebagai salah satu film superhero  wajib ditonton tahun ini. Marvel Studios berhasil merangkum cerita yang  mereka buat satu dekade lalu dengan kemegahan tersendiri dari Marvel  Cinematic Universe. Okezone memberikan nilai 8 untuk film crossover  terbesar Marvel ini. Ada baiknya Anda segera menyaksikan film ini  sebelum melihat atau mendengarkan bocoran-bocorannya dari orang lain.
Saksikan Avengers: Infinity War yang mulai tayang di Indonesia per  hari ini Rabu (25/4/2018). Satu hal yang harus diingat, Thanos demands  your silence!</content:encoded></item></channel></rss>
