<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seringai Rilis 3 Album di Layanan Streaming Musik</title><description>2 atau 3 tahun terakhir para pendengar musik di Indonesia memilih beralih ke platform musik secara online.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/04/25/205/1891385/seringai-rilis-3-album-di-layanan-streaming-musik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2018/04/25/205/1891385/seringai-rilis-3-album-di-layanan-streaming-musik"/><item><title>Seringai Rilis 3 Album di Layanan Streaming Musik</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/04/25/205/1891385/seringai-rilis-3-album-di-layanan-streaming-musik</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2018/04/25/205/1891385/seringai-rilis-3-album-di-layanan-streaming-musik</guid><pubDate>Rabu 25 April 2018 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/25/205/1891385/seringai-rilis-3-album-di-layanan-streaming-musik-1Qe2D07pfz.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/25/205/1891385/seringai-rilis-3-album-di-layanan-streaming-musik-1Qe2D07pfz.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Salah satu personel dai grup band Seringai, Edy Khemod berpendapat bahwa layanan streaming musik digital, sangat membantu mempermudah para musisi independen (indie) untuk mendistribusikan karya-karya mereka.

Menurut drummer Seringai tersebut sejak 2 atau 3 tahun terakhir para pendengar musik di Indonesia memilih beralih ke platform musik secara online.

&quot;Menolong banget ya, gua ngerasain zaman dulu susah payah mau mengindustrikan musik kita, sekarang dengan mudahnya terdistribusi,&quot; ujar Edy Khemod saat ditemui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

&quot;Tapi ngaruh banget sih menurut gua. Jadinya cepat orang sekarang, dan sekarang orang itu adaptif banget ya. Dulu mah gua enggak kepikiran masuk gini-gini. Karana kita mah old school yang terbiasa merilis fisik kayak gitu-gitu kan,&quot; lanjutnya.

Oleh sebab itu, Seringai memutuskan untuk merilis secara resmi seluruh katalog dari album-album mereka secara ekslusif di layanan streaming musik digital, JOOX pada hari ini. Ketiga album itu adalah High Octane Rock (2004), Serigala Militia (2007), dan Taring (2012).
Baca Juga: Sempat Ditolak, Berkas Narkoba Roro Fitria Segera Dikembalikan ke Kejaksaan Tinggi
Baca Juga: PN Jakbar Pastikan Nama Ayluna Putri Ajukan Permohonan Ubah Kelamin
&quot;Nah akhirnya kita baru sekarang mutusin untuk masuk karena mendekati kita mau rilis album. Ya sudah kita pepetin dengan mau rilis album. Kita keluarin back catalog sebagai pemanasan,&quot; papar Edy Khemod.

Selain perubahan cara mendengar masyarakat kebanyakan, alasan Seringai memutuskan untuk memasukkan seluruh albumnya ke platform musik digital adalah karena merasa sudah didesak oleh para penggemarnya.

&quot;Pengin kok, kita generasi menolak tua. Ternyata enggak bisa ya, generasi sekarang cepat adaptif banget. Perubahan pola mendengarnya itu semuanya sudah distreaming semua. Iya sudah enggak tahan gua ditanya-tanya mulu, nih makan,&quot; tutupnya sembari tertawa.
</description><content:encoded>JAKARTA - Salah satu personel dai grup band Seringai, Edy Khemod berpendapat bahwa layanan streaming musik digital, sangat membantu mempermudah para musisi independen (indie) untuk mendistribusikan karya-karya mereka.

Menurut drummer Seringai tersebut sejak 2 atau 3 tahun terakhir para pendengar musik di Indonesia memilih beralih ke platform musik secara online.

&quot;Menolong banget ya, gua ngerasain zaman dulu susah payah mau mengindustrikan musik kita, sekarang dengan mudahnya terdistribusi,&quot; ujar Edy Khemod saat ditemui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

&quot;Tapi ngaruh banget sih menurut gua. Jadinya cepat orang sekarang, dan sekarang orang itu adaptif banget ya. Dulu mah gua enggak kepikiran masuk gini-gini. Karana kita mah old school yang terbiasa merilis fisik kayak gitu-gitu kan,&quot; lanjutnya.

Oleh sebab itu, Seringai memutuskan untuk merilis secara resmi seluruh katalog dari album-album mereka secara ekslusif di layanan streaming musik digital, JOOX pada hari ini. Ketiga album itu adalah High Octane Rock (2004), Serigala Militia (2007), dan Taring (2012).
Baca Juga: Sempat Ditolak, Berkas Narkoba Roro Fitria Segera Dikembalikan ke Kejaksaan Tinggi
Baca Juga: PN Jakbar Pastikan Nama Ayluna Putri Ajukan Permohonan Ubah Kelamin
&quot;Nah akhirnya kita baru sekarang mutusin untuk masuk karena mendekati kita mau rilis album. Ya sudah kita pepetin dengan mau rilis album. Kita keluarin back catalog sebagai pemanasan,&quot; papar Edy Khemod.

Selain perubahan cara mendengar masyarakat kebanyakan, alasan Seringai memutuskan untuk memasukkan seluruh albumnya ke platform musik digital adalah karena merasa sudah didesak oleh para penggemarnya.

&quot;Pengin kok, kita generasi menolak tua. Ternyata enggak bisa ya, generasi sekarang cepat adaptif banget. Perubahan pola mendengarnya itu semuanya sudah distreaming semua. Iya sudah enggak tahan gua ditanya-tanya mulu, nih makan,&quot; tutupnya sembari tertawa.
</content:encoded></item></channel></rss>
