<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gesang Hingga Udjo, Tokoh Di Balik Bertahannya Musik Tradisional Indonesia</title><description>Okezone telah merangkum beberapa tokoh musik tradisional yang namanya sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/03/09/205/1870373/gesang-hingga-udjo-tokoh-di-balik-bertahannya-musik-tradisional-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2018/03/09/205/1870373/gesang-hingga-udjo-tokoh-di-balik-bertahannya-musik-tradisional-indonesia"/><item><title>Gesang Hingga Udjo, Tokoh Di Balik Bertahannya Musik Tradisional Indonesia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2018/03/09/205/1870373/gesang-hingga-udjo-tokoh-di-balik-bertahannya-musik-tradisional-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2018/03/09/205/1870373/gesang-hingga-udjo-tokoh-di-balik-bertahannya-musik-tradisional-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 09 Maret 2018 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/09/205/1870373/gesang-hingga-udjo-tokoh-di-balik-bertahannya-musik-tradisional-indonesia-PqFR28sBls.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Angklung (Foto: Nesia.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/09/205/1870373/gesang-hingga-udjo-tokoh-di-balik-bertahannya-musik-tradisional-indonesia-PqFR28sBls.jpg</image><title>Angklung (Foto: Nesia.id)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Musik adalah satu hal dinamis yang terus berkembang setiap tahunnya. Genre-genre musik pun terus berkembang dan berganti di setiap tahun.

Musik-musik tradisional tetap memegang peranannya tersendiri dalam perkembangan musik Indonesia. Beberapa genre bahkan sering kali mengajak kolaborasi dengan musik tradisional.

Berbicara tentang musik tradisional, Indonesia memiliki begitu banyak tokoh yang sangat berjasa dalam memajukan dunia musik. Okezone telah merangkum beberapa tokoh musik tradisional yang namanya sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

1.	Gesang Martohartono

Nama Gesang tentu tak bisa lepas dari karyanya yang mendunia, Bengawan Solo. Lagu tersebut dikenal luas tak hanya di Indonesia namun juga sampai ke Inggris dan Rusia.

Lagu ini diciptakan oleh Gesang saat usianya 23 tahun. Terinspirasi dari sungai Bengawan yang ada di Solo, Gesang pun akhirnya menciptakan lagu legendaris tersebut.

Popularitas Bengawan Solo begitu tinggi di Negeri Sakura Jepang. Lagu yang diciptakan pada tahun 1940 tersebut bahkan pernah digunakan dalam salah satu film layar lebarnya.

Gesang tentu sangat berjasa dalam perkembangan musik keroncong. Selama masa hidupnya, Gesang terus menelurkan karya-karya keroncong yang sangat indah seperti Keroncong Roda Dunia, Keroncong si Piatu, dan Sapu Tangan.

Gesang meninggal dunia pada tanggal 20 Mei 2010 di kota kehalirannya, Surakarta atau Solo. Namanya selalu dikenang sebagai salah satu tokoh musik tradisional terbaik yang pernah dimiliki Tanah Air.


2.	Udjo Ngalagena

Udjo Ngalagena atau lebih dikenal dengan sapaan Mang Udjo adalah  seorang musisi asal Jawa Barat. Ia adalah seorang seniman angklung  sekaligus pendiri Saung Angklung Udjo yang terkenal di Bandung.

Saung Angklung Udjo merupakan salah satu tempat wisata edukatif yang  unik di Bandung. Para pengunjung yang biasanya datang dari dalam dan  luar negeri sangat tertarik dengan pementasan seni tradisional  berkualitas tinggi khas Jawa Barat yang diiringi dengan tarian anak-anak  dan musik dari angklung.

Hingga saat ini, Saung Angklung Udjo masih menjadi salah satu obyek  wisata budaya yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Ketertarikan  mereka terhadap alat musik dari bambu tersebut tak jarang membuat mereka  datang berulang kali untuk mempelajari angklung.

3.	Daeng Soetigna

Sebelum Udjo Ngalagena mempopulerkan Saung Angklung Udjo, sosok Daeng   Soetigna adalah orang yang paling berjasa di alat musik dari bambu  itu.  Karya terbesar Pak Daeng adalah memodifikasi angklung yang tadinya   bernada pentatonis menjadi diatonis. Angklung ini kemudian diberi nama   Angklung Padaeng dalam rangka menghormati jasanya.

Selain berhasil memodifikasi angklung, Pak Daeng juga merupakan salah   satu komposer yang aktif dalam membuat karya. Pak Daeng telah menulis   puluhan lagu aransemen yang dibuat dengan menggunakan angklung.

Sampai saat ini, Daeng Soetigna tetap menjadi salah satu tokoh musik   tradisional asal Jawa Barat yang dikenal secara luas. Namanya pun tak   jarang mendapatkan penghargaan atas perjuangannya dalam memajukan musik   tradisional.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Musik adalah satu hal dinamis yang terus berkembang setiap tahunnya. Genre-genre musik pun terus berkembang dan berganti di setiap tahun.

Musik-musik tradisional tetap memegang peranannya tersendiri dalam perkembangan musik Indonesia. Beberapa genre bahkan sering kali mengajak kolaborasi dengan musik tradisional.

Berbicara tentang musik tradisional, Indonesia memiliki begitu banyak tokoh yang sangat berjasa dalam memajukan dunia musik. Okezone telah merangkum beberapa tokoh musik tradisional yang namanya sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

1.	Gesang Martohartono

Nama Gesang tentu tak bisa lepas dari karyanya yang mendunia, Bengawan Solo. Lagu tersebut dikenal luas tak hanya di Indonesia namun juga sampai ke Inggris dan Rusia.

Lagu ini diciptakan oleh Gesang saat usianya 23 tahun. Terinspirasi dari sungai Bengawan yang ada di Solo, Gesang pun akhirnya menciptakan lagu legendaris tersebut.

Popularitas Bengawan Solo begitu tinggi di Negeri Sakura Jepang. Lagu yang diciptakan pada tahun 1940 tersebut bahkan pernah digunakan dalam salah satu film layar lebarnya.

Gesang tentu sangat berjasa dalam perkembangan musik keroncong. Selama masa hidupnya, Gesang terus menelurkan karya-karya keroncong yang sangat indah seperti Keroncong Roda Dunia, Keroncong si Piatu, dan Sapu Tangan.

Gesang meninggal dunia pada tanggal 20 Mei 2010 di kota kehalirannya, Surakarta atau Solo. Namanya selalu dikenang sebagai salah satu tokoh musik tradisional terbaik yang pernah dimiliki Tanah Air.


2.	Udjo Ngalagena

Udjo Ngalagena atau lebih dikenal dengan sapaan Mang Udjo adalah  seorang musisi asal Jawa Barat. Ia adalah seorang seniman angklung  sekaligus pendiri Saung Angklung Udjo yang terkenal di Bandung.

Saung Angklung Udjo merupakan salah satu tempat wisata edukatif yang  unik di Bandung. Para pengunjung yang biasanya datang dari dalam dan  luar negeri sangat tertarik dengan pementasan seni tradisional  berkualitas tinggi khas Jawa Barat yang diiringi dengan tarian anak-anak  dan musik dari angklung.

Hingga saat ini, Saung Angklung Udjo masih menjadi salah satu obyek  wisata budaya yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Ketertarikan  mereka terhadap alat musik dari bambu tersebut tak jarang membuat mereka  datang berulang kali untuk mempelajari angklung.

3.	Daeng Soetigna

Sebelum Udjo Ngalagena mempopulerkan Saung Angklung Udjo, sosok Daeng   Soetigna adalah orang yang paling berjasa di alat musik dari bambu  itu.  Karya terbesar Pak Daeng adalah memodifikasi angklung yang tadinya   bernada pentatonis menjadi diatonis. Angklung ini kemudian diberi nama   Angklung Padaeng dalam rangka menghormati jasanya.

Selain berhasil memodifikasi angklung, Pak Daeng juga merupakan salah   satu komposer yang aktif dalam membuat karya. Pak Daeng telah menulis   puluhan lagu aransemen yang dibuat dengan menggunakan angklung.

Sampai saat ini, Daeng Soetigna tetap menjadi salah satu tokoh musik   tradisional asal Jawa Barat yang dikenal secara luas. Namanya pun tak   jarang mendapatkan penghargaan atas perjuangannya dalam memajukan musik   tradisional.</content:encoded></item></channel></rss>
