<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Bondan Winarno Curhat Jelang Proses Kremasi</title><description>Sebelum peti berisi jenazah Bondan dimasukkan ke dalam oven, pihak keluarga serta rekan diketahui sempat melakukan sembahyang.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/11/30/33/1823200/anak-bondan-winarno-curhat-jelang-proses-kremasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2017/11/30/33/1823200/anak-bondan-winarno-curhat-jelang-proses-kremasi"/><item><title>Anak Bondan Winarno Curhat Jelang Proses Kremasi</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/11/30/33/1823200/anak-bondan-winarno-curhat-jelang-proses-kremasi</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2017/11/30/33/1823200/anak-bondan-winarno-curhat-jelang-proses-kremasi</guid><pubDate>Kamis 30 November 2017 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Ika Aldida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/30/33/1823200/anak-laki-laki-curhat-jelang-proses-kremasi-bondan-winarno-wrgQXldNUz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proses Kremasi Bondan Winarno (Foto: Vania/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/30/33/1823200/anak-laki-laki-curhat-jelang-proses-kremasi-bondan-winarno-wrgQXldNUz.jpg</image><title>Proses Kremasi Bondan Winarno (Foto: Vania/Okezone)</title></images><description>CIBINONG - Proses pengkremasian Bondan Winarno telah dilaksanakan. Sekira pukul 14.40 WIB, jenazah pria 67 tahun tersebut telah dimasukkan ke dalam oven bersuhu tinggi.
Baca Juga: Bondan Winarno Meninggal Dunia, Amel Carla Kehilangan Sosok Inspirasi
 
Sebelum peti berisi jenazah Bondan dimasukkan ke dalam oven, pihak keluarga serta rekan diketahui sempat melakukan sembahyang. Bahkan kata sambutan sempat diucapkan oleh anak laki-laki Bondan sebagai penghormatan terakhirnya kepada mendiang sang ayah.
&quot;Kita ada disini bersama-sama untuk yang terakhir kalinya. Banyak sekali kata-kata yang ingin saya sampaikan, tapi kami keluarkan sebentar untuk menyatakan bahwa kami sekeluarga ingin mengingat dia sebagai orang yang sangat berpengaruh,&quot; ungkap Elisio Raket, yang ditemui di Krematorium Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong, Jawa Barat, Kamis (30/11/2017).
&quot;Kita sekeluarga sangat kehilangan karena dia adalah orang yang sangat sederhana dan sangat menyukai kesederhanaan,&quot; sambungnya.
Elisio pun mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga mengaku sangat kehilangan sosok Bondan Winarno. Namun Elisio yakin bahwa kepergian sang ayah tentu membuat pemilik jargon Maknyus tersebut bahagia, lantaran kini ia telah sembuh dan berhasil melewati penyakitnya.
&quot;Saya atas nama keluarga sangat kehilangan, semua kehilangan. Saya juga terima kasih, teman-teman ada disini karena saya enggak sanggup hadapi sendiri,&quot; tuturnya.
&quot;Sekarang dia sudah bersama Tuhan, saya yakin dia sekarang sedang bahagia, dia sudah berhasil melewati penderitaannya,&quot; tandasnya.
Baca Juga: Melepas Kepergian, Putri Bondan Winarno Unggah Foto Masa Kecil Bersama Sang Ayah
Usai masuk ke dalam oven untuk dikremasi, para anggota keluargapun nampak keluar dan berdiri di depan ruangan krematorium untuk bertemu para rekan dan sanak saudara. Suasana haru pun nampak semakin melekat dalam proses tersebut.





CIBINONG - Proses pengkremasian Bondan Winarno telah  dilaksanakan. Sekitar pukul 14.40 WIB, jenazah pria 67 tahun tersebut  telah dimasukkan ke dalam oven bersuhu tinggi.
Sebelum peti berisi jenazah Bondan dimasukkan ke dalam  oven, pihak keluarga serta rekan diketahui sempat melakukan sembahyang.  Bahkan kata sambutan sempat diucapkan oleh anak laki-laki Bondan sebagai  penghormatan terakhirnya kepada mendiang sang ayah.&amp;nbsp;

&quot;Kita ada disini bersama-sama untuk yang terakhir kalinya.  Banyak sekali kata-kata yang ingin saya sampaikan, tapi kami keluarkan  sebentar untuk menyatakan bahwa kami sekeluarga ingin mengingat dia  sebagai orang yang sangat berpengaruh,&quot; ungkap Elisio Raket, yang  ditemui di Krematorium Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong, Jawa Barat,  Kamis (30/11/2017).
&quot;Kita sekeluarga sangat kehilangan karena dia adalah orang yang sangat sederhana dan sangat menyukai kesederhanaan,&quot; sambungnya.
Elisio pun mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga mengaku  sangat kehilangan sosok Bondan Winarno. Namun Elisio yakin bahwa  kepergian sang ayah tentu membuat pemilik jargon Maknyus tersebut  bahagia, lantaran kini ia telah sembuh dan berhasil melewati  penyakitnya.
&quot;Saya atas nama keluarga sangat kehilangan, semua  kehilangan. Saya juga terima kasih, teman-teman ada disini karena saya  enggak sanggup hadapi sendiri,&quot; tuturnya.
&quot;Sekarang dia sudah bersama Tuhan, saya yakin dia sekarang  sedang bahagia, dia sudah berhasil melewati penderitaannya,&quot; tandasnya.
Usai masuk ke dalam oven untuk dikremasi, para anggota  keluargapun nampak keluar dan berdiri di depan ruangan krematorium untuk  bertemu para rekan dan sanak saudara. Suasana haru pun nampak semakin  melekat dalam proses tersebut.





</description><content:encoded>CIBINONG - Proses pengkremasian Bondan Winarno telah dilaksanakan. Sekira pukul 14.40 WIB, jenazah pria 67 tahun tersebut telah dimasukkan ke dalam oven bersuhu tinggi.
Baca Juga: Bondan Winarno Meninggal Dunia, Amel Carla Kehilangan Sosok Inspirasi
 
Sebelum peti berisi jenazah Bondan dimasukkan ke dalam oven, pihak keluarga serta rekan diketahui sempat melakukan sembahyang. Bahkan kata sambutan sempat diucapkan oleh anak laki-laki Bondan sebagai penghormatan terakhirnya kepada mendiang sang ayah.
&quot;Kita ada disini bersama-sama untuk yang terakhir kalinya. Banyak sekali kata-kata yang ingin saya sampaikan, tapi kami keluarkan sebentar untuk menyatakan bahwa kami sekeluarga ingin mengingat dia sebagai orang yang sangat berpengaruh,&quot; ungkap Elisio Raket, yang ditemui di Krematorium Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong, Jawa Barat, Kamis (30/11/2017).
&quot;Kita sekeluarga sangat kehilangan karena dia adalah orang yang sangat sederhana dan sangat menyukai kesederhanaan,&quot; sambungnya.
Elisio pun mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga mengaku sangat kehilangan sosok Bondan Winarno. Namun Elisio yakin bahwa kepergian sang ayah tentu membuat pemilik jargon Maknyus tersebut bahagia, lantaran kini ia telah sembuh dan berhasil melewati penyakitnya.
&quot;Saya atas nama keluarga sangat kehilangan, semua kehilangan. Saya juga terima kasih, teman-teman ada disini karena saya enggak sanggup hadapi sendiri,&quot; tuturnya.
&quot;Sekarang dia sudah bersama Tuhan, saya yakin dia sekarang sedang bahagia, dia sudah berhasil melewati penderitaannya,&quot; tandasnya.
Baca Juga: Melepas Kepergian, Putri Bondan Winarno Unggah Foto Masa Kecil Bersama Sang Ayah
Usai masuk ke dalam oven untuk dikremasi, para anggota keluargapun nampak keluar dan berdiri di depan ruangan krematorium untuk bertemu para rekan dan sanak saudara. Suasana haru pun nampak semakin melekat dalam proses tersebut.





CIBINONG - Proses pengkremasian Bondan Winarno telah  dilaksanakan. Sekitar pukul 14.40 WIB, jenazah pria 67 tahun tersebut  telah dimasukkan ke dalam oven bersuhu tinggi.
Sebelum peti berisi jenazah Bondan dimasukkan ke dalam  oven, pihak keluarga serta rekan diketahui sempat melakukan sembahyang.  Bahkan kata sambutan sempat diucapkan oleh anak laki-laki Bondan sebagai  penghormatan terakhirnya kepada mendiang sang ayah.&amp;nbsp;

&quot;Kita ada disini bersama-sama untuk yang terakhir kalinya.  Banyak sekali kata-kata yang ingin saya sampaikan, tapi kami keluarkan  sebentar untuk menyatakan bahwa kami sekeluarga ingin mengingat dia  sebagai orang yang sangat berpengaruh,&quot; ungkap Elisio Raket, yang  ditemui di Krematorium Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong, Jawa Barat,  Kamis (30/11/2017).
&quot;Kita sekeluarga sangat kehilangan karena dia adalah orang yang sangat sederhana dan sangat menyukai kesederhanaan,&quot; sambungnya.
Elisio pun mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga mengaku  sangat kehilangan sosok Bondan Winarno. Namun Elisio yakin bahwa  kepergian sang ayah tentu membuat pemilik jargon Maknyus tersebut  bahagia, lantaran kini ia telah sembuh dan berhasil melewati  penyakitnya.
&quot;Saya atas nama keluarga sangat kehilangan, semua  kehilangan. Saya juga terima kasih, teman-teman ada disini karena saya  enggak sanggup hadapi sendiri,&quot; tuturnya.
&quot;Sekarang dia sudah bersama Tuhan, saya yakin dia sekarang  sedang bahagia, dia sudah berhasil melewati penderitaannya,&quot; tandasnya.
Usai masuk ke dalam oven untuk dikremasi, para anggota  keluargapun nampak keluar dan berdiri di depan ruangan krematorium untuk  bertemu para rekan dan sanak saudara. Suasana haru pun nampak semakin  melekat dalam proses tersebut.





</content:encoded></item></channel></rss>
