<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nia Dinata Hingga Chelsea Islan Terpilih Jadi Juri Festival Film Pendek</title><description>Tak ingin para generasi milenial hanya berlomba untuk mendapatkan  penghargaan, Nia Dinata dan kawan-kawannya juga memberikan pelatihan.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/08/08/206/1752020/nia-dinata-hingga-chelsea-islan-terpilih-jadi-juri-festival-film-pendek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2017/08/08/206/1752020/nia-dinata-hingga-chelsea-islan-terpilih-jadi-juri-festival-film-pendek"/><item><title>Nia Dinata Hingga Chelsea Islan Terpilih Jadi Juri Festival Film Pendek</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/08/08/206/1752020/nia-dinata-hingga-chelsea-islan-terpilih-jadi-juri-festival-film-pendek</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2017/08/08/206/1752020/nia-dinata-hingga-chelsea-islan-terpilih-jadi-juri-festival-film-pendek</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2017 17:07 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/08/206/1752020/nia-dinata-hingga-chelsea-islan-terpilih-jadi-juri-festival-film-pendek-sQCjAZYN2l.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/08/206/1752020/nia-dinata-hingga-chelsea-islan-terpilih-jadi-juri-festival-film-pendek-sQCjAZYN2l.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Dua sutradara industri hiburan Tanah Air, Nia Dinata dan Lucky Kuswandi terpilih menjadi tim juri festival film pendek di generasi milenial. Tak hanya keduanya, aktris peran Chelsea Islan juga terpilih di kesempatan yang sama.
(Baca Juga: Cerita Chelsea Islan Temukan Kenikmatan Main Biola)
Dijumpai di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Nia Dinata merasa terpanggil untuk terlibat dalam acara mulia ini. Bagaimana tidak, film yang diusung dengan banyak kecanggihan teknologi itu difokuskan untuk melihat kehidupan kalangan yang berada di garis kemiskinan.
&quot;Buat saya itu mendukung ibu-ibu pengusaha itu sangat penting, tapi tentu saja saya bukan dari bidang finance saya dari bidang film kan akhirnya saya sama Lucky mendukung penuh,&quot; jelasnya pada Selasa (8/8/2017).
(Baca Juga: Chelsea Islan Syukuri Berkat Tuhan Masih Bisa Tertawa)
Bagi Nia, perlombaan semacam ini penting untuk dilakukan. Sebab kehidupan dan persaingan di perkotaan seakan telah membuat publik lupa bahwa banyak kalangan bawah yang harus diberi perhatian.
Tak ingin para generasi milenial hanya berlomba untuk mendapatkan penghargaan, Nia Dinata dan kawan-kawannya juga memberikan pelatihan. Sutradara film Arisan! bersama rekan-rekannya itu ingin sang pembuat film bisa menyampaikan pesan yang tepat melalui karya mereka.
&quot;(Festival film ini) mengkaitkan kegiatan yang selama ini dia sudah lakukan supaya publik lebih tahu melibatkan anak-anak muda Indonesia yang suka bikin film untuk mau berkompetisi, untuk mensubmit filmnya untuk kita juriin dan kita kasih workshop supaya lebih tajam lagi ceritanya itu yang ada kaitannya dengan semua ibu-ibu dan orang-orang yang memang ada di piramida paling bawah yang mungkin hidupnya di garis kemiskinan tapi punya usaha yang ternyata bisa mengangkat mereka ke kehidupan yang lebih baik. Itu kan sangat inspiratif ya buat Indonesia dan kayanya memang harus diingatkan publik bahwa ada lho mereka,&quot; sambung Nia Dinata.
(Baca Juga: Ini Pola Hidup Sehat Chelsea Islan untuk Cegah Kanker)
Statement dalam sebuau film memang menjadi hal penting selain pesan yang ingin disampaikan. Dengan demikian maka segala penyampaian dalam karya seni bisa diserap oleh para penikmatnya.
Sementara itu, Lucky memiliki pandangan tentang bagaimana seorang pembuat film bisa membuat statement yang menarik. Salah satunya adalah rasa ingin tahu dalam film tersebut sehingga pembuatannya pun tidak main-main.
&quot;Satu, dari diri mereka sendiri gitu. Mereka harus curious, harus punya curiousity yang tinggi dan commited. Jadi kalau mereka udah punya curiousity dengan 1 subjek, mereka bakal komit ke situ,&quot; jelas Lucky Kuswandi.
Baca Juga: Curahan Hati Chelsea Islan Lihat Ibunda Derita Kanker)
Keterlibatan Chelsea Islan tentu bukan hanya karena posisi kariernya yang berada pada masa saat ini. Namun juga pengetahuannya dalam dunia seni khususnya perfilman Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Dua sutradara industri hiburan Tanah Air, Nia Dinata dan Lucky Kuswandi terpilih menjadi tim juri festival film pendek di generasi milenial. Tak hanya keduanya, aktris peran Chelsea Islan juga terpilih di kesempatan yang sama.
(Baca Juga: Cerita Chelsea Islan Temukan Kenikmatan Main Biola)
Dijumpai di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Nia Dinata merasa terpanggil untuk terlibat dalam acara mulia ini. Bagaimana tidak, film yang diusung dengan banyak kecanggihan teknologi itu difokuskan untuk melihat kehidupan kalangan yang berada di garis kemiskinan.
&quot;Buat saya itu mendukung ibu-ibu pengusaha itu sangat penting, tapi tentu saja saya bukan dari bidang finance saya dari bidang film kan akhirnya saya sama Lucky mendukung penuh,&quot; jelasnya pada Selasa (8/8/2017).
(Baca Juga: Chelsea Islan Syukuri Berkat Tuhan Masih Bisa Tertawa)
Bagi Nia, perlombaan semacam ini penting untuk dilakukan. Sebab kehidupan dan persaingan di perkotaan seakan telah membuat publik lupa bahwa banyak kalangan bawah yang harus diberi perhatian.
Tak ingin para generasi milenial hanya berlomba untuk mendapatkan penghargaan, Nia Dinata dan kawan-kawannya juga memberikan pelatihan. Sutradara film Arisan! bersama rekan-rekannya itu ingin sang pembuat film bisa menyampaikan pesan yang tepat melalui karya mereka.
&quot;(Festival film ini) mengkaitkan kegiatan yang selama ini dia sudah lakukan supaya publik lebih tahu melibatkan anak-anak muda Indonesia yang suka bikin film untuk mau berkompetisi, untuk mensubmit filmnya untuk kita juriin dan kita kasih workshop supaya lebih tajam lagi ceritanya itu yang ada kaitannya dengan semua ibu-ibu dan orang-orang yang memang ada di piramida paling bawah yang mungkin hidupnya di garis kemiskinan tapi punya usaha yang ternyata bisa mengangkat mereka ke kehidupan yang lebih baik. Itu kan sangat inspiratif ya buat Indonesia dan kayanya memang harus diingatkan publik bahwa ada lho mereka,&quot; sambung Nia Dinata.
(Baca Juga: Ini Pola Hidup Sehat Chelsea Islan untuk Cegah Kanker)
Statement dalam sebuau film memang menjadi hal penting selain pesan yang ingin disampaikan. Dengan demikian maka segala penyampaian dalam karya seni bisa diserap oleh para penikmatnya.
Sementara itu, Lucky memiliki pandangan tentang bagaimana seorang pembuat film bisa membuat statement yang menarik. Salah satunya adalah rasa ingin tahu dalam film tersebut sehingga pembuatannya pun tidak main-main.
&quot;Satu, dari diri mereka sendiri gitu. Mereka harus curious, harus punya curiousity yang tinggi dan commited. Jadi kalau mereka udah punya curiousity dengan 1 subjek, mereka bakal komit ke situ,&quot; jelas Lucky Kuswandi.
Baca Juga: Curahan Hati Chelsea Islan Lihat Ibunda Derita Kanker)
Keterlibatan Chelsea Islan tentu bukan hanya karena posisi kariernya yang berada pada masa saat ini. Namun juga pengetahuannya dalam dunia seni khususnya perfilman Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
