<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saling Menghargai Antar Personel, Jadi Jurus Band Cokelat Jaga Eksistensi di Industri Musik</title><description>Membangun dan mempertahankan sebuah band di industri musik tanah air bukanlah perkara mudah.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/08/03/205/1749207/saling-menghargai-antar-personel-jadi-jurus-band-cokelat-jaga-eksistensi-di-industri-musik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2017/08/03/205/1749207/saling-menghargai-antar-personel-jadi-jurus-band-cokelat-jaga-eksistensi-di-industri-musik"/><item><title>Saling Menghargai Antar Personel, Jadi Jurus Band Cokelat Jaga Eksistensi di Industri Musik</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/08/03/205/1749207/saling-menghargai-antar-personel-jadi-jurus-band-cokelat-jaga-eksistensi-di-industri-musik</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2017/08/03/205/1749207/saling-menghargai-antar-personel-jadi-jurus-band-cokelat-jaga-eksistensi-di-industri-musik</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2017 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Miftahul Khoiriyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/03/205/1749207/saling-menghargai-antar-personel-jadi-jurus-band-cokelat-jaga-eksistensi-di-industri-musik-tLwrSlEgDP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cokelat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/03/205/1749207/saling-menghargai-antar-personel-jadi-jurus-band-cokelat-jaga-eksistensi-di-industri-musik-tLwrSlEgDP.jpg</image><title>Cokelat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Membangun dan mempertahankan sebuah band di industri  musik tanah air bukanlah perkara mudah. Tak hanya harus terus berkarya,  namun para musisi juga dituntut untuk kompak satu sama lain.

Grup band Cokelat termasuk grup musik yang mampu bertahan lama  meskipun personelnya beberapa kali ganti. Mereka bahkan terus memberikan  karya untuk para penggemar dan pecinta musik Indonesia.

BACA JUGA: Ini Lho Bedanya Album Terbaru Band Cokelat
BACA JUGA: Resah dengan Kondisi Indonesia, Band Cokelat Ajak Generasi Muda untuk Bersyukur

Tentu ada cara dan jurus jitu yang digunakan oleh grup musik asal  Bandung itu. Beberapa diantaranya adalah kesadaran tentang batas untuk  menjaga privasi masing-masing dan bekerja secara profesional.

&quot;Kita masing-masing sadar kita banyak orang, kepalanya beda-beda yang  jelas kita harus saling tahu diri saja. Kenali partner, kenali karakter  masing-masing jadi kayak sudah tahu batasnya masing-masing gitu. Tahu  dirilah dan saling komunikasi,&quot; ungkap Jackline, sang vokalis kepada Okezone saat dijumpai di Studio MNC, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis (3/8/2017).

Grup band Cokelat lahir pada 25 Juni 1996 dan masih bertahan di  belantika musik Indonesia sampai saat ini. Karya-karya terbaik terus  mereka ciptakan dan yang terbaru adalah single berjudul Garuda yang dirilis pada 20 Juli kemarin.

BACA JUGA: Band Cokelat Siap Rilis Album Akhir Tahun Ini
BACA JUGA: Gandeng Musisi Besar, Cokelat Siap Eksis Lagi

Ada unsur nasionalisme berikut dengan kampanye yang digerakkan seiring promosinya single tersebut. Mereka ingin mengajak masyarakat Indonesia bangga dan berperilaku positif demi kebaikan bangsa.

Single tersebut diluncurkan dalam rentan waktu yang tak jauh  beda dengan hari lahirnya kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Namun  untuk&amp;nbsp;mengenang merdekanya Indonesia 72 tahun silam, Jackline Rossy  mengaku tak ada&amp;nbsp;panggung khusus karena jadwal yang sudah padat sejak  beberapa bulan yang lalu.

&quot;Enggak (ada panggung khusus untuk merayakan kemerdekaan) soalnya  kita, jadwal Cokelat sudah sejak lama dari bulan-bulan yang lalu. Jadi  kalau Agustus kita lebih fokus sama pihak-pihak lain gitu,&quot; sambungnya.

Berbicara soal lagu berunsur nasionalisme, ini bukan menjadi kali  pertama grup band Cokelat membuatnya. Sudah ada beberapa lagu yang  diciptakan bernuansa kenegaraan seperti Kebyar-Kebyar dan Bendera yang kini semakin akrab di telinga para pecinta musik Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Membangun dan mempertahankan sebuah band di industri  musik tanah air bukanlah perkara mudah. Tak hanya harus terus berkarya,  namun para musisi juga dituntut untuk kompak satu sama lain.

Grup band Cokelat termasuk grup musik yang mampu bertahan lama  meskipun personelnya beberapa kali ganti. Mereka bahkan terus memberikan  karya untuk para penggemar dan pecinta musik Indonesia.

BACA JUGA: Ini Lho Bedanya Album Terbaru Band Cokelat
BACA JUGA: Resah dengan Kondisi Indonesia, Band Cokelat Ajak Generasi Muda untuk Bersyukur

Tentu ada cara dan jurus jitu yang digunakan oleh grup musik asal  Bandung itu. Beberapa diantaranya adalah kesadaran tentang batas untuk  menjaga privasi masing-masing dan bekerja secara profesional.

&quot;Kita masing-masing sadar kita banyak orang, kepalanya beda-beda yang  jelas kita harus saling tahu diri saja. Kenali partner, kenali karakter  masing-masing jadi kayak sudah tahu batasnya masing-masing gitu. Tahu  dirilah dan saling komunikasi,&quot; ungkap Jackline, sang vokalis kepada Okezone saat dijumpai di Studio MNC, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis (3/8/2017).

Grup band Cokelat lahir pada 25 Juni 1996 dan masih bertahan di  belantika musik Indonesia sampai saat ini. Karya-karya terbaik terus  mereka ciptakan dan yang terbaru adalah single berjudul Garuda yang dirilis pada 20 Juli kemarin.

BACA JUGA: Band Cokelat Siap Rilis Album Akhir Tahun Ini
BACA JUGA: Gandeng Musisi Besar, Cokelat Siap Eksis Lagi

Ada unsur nasionalisme berikut dengan kampanye yang digerakkan seiring promosinya single tersebut. Mereka ingin mengajak masyarakat Indonesia bangga dan berperilaku positif demi kebaikan bangsa.

Single tersebut diluncurkan dalam rentan waktu yang tak jauh  beda dengan hari lahirnya kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Namun  untuk&amp;nbsp;mengenang merdekanya Indonesia 72 tahun silam, Jackline Rossy  mengaku tak ada&amp;nbsp;panggung khusus karena jadwal yang sudah padat sejak  beberapa bulan yang lalu.

&quot;Enggak (ada panggung khusus untuk merayakan kemerdekaan) soalnya  kita, jadwal Cokelat sudah sejak lama dari bulan-bulan yang lalu. Jadi  kalau Agustus kita lebih fokus sama pihak-pihak lain gitu,&quot; sambungnya.

Berbicara soal lagu berunsur nasionalisme, ini bukan menjadi kali  pertama grup band Cokelat membuatnya. Sudah ada beberapa lagu yang  diciptakan bernuansa kenegaraan seperti Kebyar-Kebyar dan Bendera yang kini semakin akrab di telinga para pecinta musik Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
