<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ciamik, Maliq &amp; D'Essentials Perkaya Referensi dengan Menambahkan Lagu Nuansa Arab</title><description>Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials ingin memperkaya musik ciptaan mereka dengan  mengadopsi unsur-unsur dari genre musik lain setiap membuat karya baru.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/07/30/205/1746656/ciamik-maliq-d-essentials-perkaya-referensi-dengan-menambahkan-lagu-nuansa-arab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2017/07/30/205/1746656/ciamik-maliq-d-essentials-perkaya-referensi-dengan-menambahkan-lagu-nuansa-arab"/><item><title>Ciamik, Maliq &amp; D'Essentials Perkaya Referensi dengan Menambahkan Lagu Nuansa Arab</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/07/30/205/1746656/ciamik-maliq-d-essentials-perkaya-referensi-dengan-menambahkan-lagu-nuansa-arab</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2017/07/30/205/1746656/ciamik-maliq-d-essentials-perkaya-referensi-dengan-menambahkan-lagu-nuansa-arab</guid><pubDate>Minggu 30 Juli 2017 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dewanto Kironoputro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/30/205/1746656/ciamik-maliq-d-essentials-perkaya-referensi-dengan-menambahkan-lagu-nuansa-arab-K21geZR20W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maliq &amp; D'Essentials (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/30/205/1746656/ciamik-maliq-d-essentials-perkaya-referensi-dengan-menambahkan-lagu-nuansa-arab-K21geZR20W.jpg</image><title>Maliq &amp; D'Essentials (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials ingin memperkaya musik ciptaan mereka dengan mengadopsi unsur-unsur dari genre musik lain setiap membuat karya baru. Melalui vokalis mereka, Angga Puradireja, band yang terkenal dengan genre jazz-nya tersebut rupanya memang menganggap hal itu sebagai kebiasaan tiap kali berkarya.

(Baca Juga: D'Essentials of Groove Lempar Gitar ke Penonton Konser)
(Baca Juga: Kolaborasi Maliq &amp;amp; D'Essentials dan The Groove Siap Digelar)

Kebiasaan itu juga tertuang dalam album terbaru yang tengah mereka garap. Menurut Angga, ada nuansa Arab yang sengaja dimasukkan ke lagu-lagu baru tersebut. Hal ini sesuai dengan keinginan Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials yang memang memperluas referensi musik mereka.

(Baca Juga: Manggung Bareng The Groove, Maliq &amp;amp; D'Essentials: Let's Collaborate!)

&amp;rdquo;Ada Arabic-Arabic gitu, ada. (Karena) referensinya ya. Kalau orang yang denger album Maliq (ke-)1, 2, sampai 3 itu akan jelas banget perubahannya, di mana referensinya dulu lebih ke black music, RnB, jazzy, sekarang referensinya lebih luas lagi. Jadi enggak tersegmen sama itu,&amp;rdquo; papar Angga ketika ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (30/7/2017).

(Baca Juga: Maliq &amp;amp; D'Essentials Siapkan &quot;Amunisi&quot; Baru)

Angga sendiri tidak mempermasalahkan perubahan itu, karena ingin menyasar kalangan masyarakat yang berbeda. Ia juga menilai berubahnya nuansa lagu bukan berarti kekhasan atau kualitas musik ciptaan Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials jadi ikut berubah. Justru, perubahan nuansa musik itu sudah dipahami penikmat musik mereka.

&amp;rdquo;Khasnya Maliq, tiap album itu ada sesuatu yang nyeleneh. Ini bentuk ke-nyeleneh-an kita, masukin Arabic ini. Jadi mungkin banyak orang yang lebih suka album lama, lebih suka album baru, tergantung generasinya aja,&amp;rdquo; ucap Angga.

Oleh karena itu, perubahan nuansa musik yang disuguhkan Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials bisa dipastikan akan terjadi. Hal itu pun tidak jadi masalah bagi band asal Jakarta tersebut. Justru, nuansa itu seharusnya jadi karya terbaik bagi Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials saat diciptakan, karena sesuai perasaan mereka. Justru, Angga menilai akan sulit bagi Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials untuk membuat karya yang nuansanya sama dengan karya-karya mereka sebelumnya.

&amp;ldquo;Kalau kita dibilang disuruh buat lagu kayak album pertama mungkin belum tentu mirip ya, walaupun kita mirip-miripin. Karena kitanya juga berubah. Jadi emang kita berkreasi dengan apa yang kita rasain sekarang aja. (Tapi,) Kita pengen serius dalam membuat album. Jadi bukan cuma hit single-nya aja, tapi value buat pendengar gitu,&amp;rdquo; tutup Angga.
</description><content:encoded>JAKARTA - Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials ingin memperkaya musik ciptaan mereka dengan mengadopsi unsur-unsur dari genre musik lain setiap membuat karya baru. Melalui vokalis mereka, Angga Puradireja, band yang terkenal dengan genre jazz-nya tersebut rupanya memang menganggap hal itu sebagai kebiasaan tiap kali berkarya.

(Baca Juga: D'Essentials of Groove Lempar Gitar ke Penonton Konser)
(Baca Juga: Kolaborasi Maliq &amp;amp; D'Essentials dan The Groove Siap Digelar)

Kebiasaan itu juga tertuang dalam album terbaru yang tengah mereka garap. Menurut Angga, ada nuansa Arab yang sengaja dimasukkan ke lagu-lagu baru tersebut. Hal ini sesuai dengan keinginan Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials yang memang memperluas referensi musik mereka.

(Baca Juga: Manggung Bareng The Groove, Maliq &amp;amp; D'Essentials: Let's Collaborate!)

&amp;rdquo;Ada Arabic-Arabic gitu, ada. (Karena) referensinya ya. Kalau orang yang denger album Maliq (ke-)1, 2, sampai 3 itu akan jelas banget perubahannya, di mana referensinya dulu lebih ke black music, RnB, jazzy, sekarang referensinya lebih luas lagi. Jadi enggak tersegmen sama itu,&amp;rdquo; papar Angga ketika ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (30/7/2017).

(Baca Juga: Maliq &amp;amp; D'Essentials Siapkan &quot;Amunisi&quot; Baru)

Angga sendiri tidak mempermasalahkan perubahan itu, karena ingin menyasar kalangan masyarakat yang berbeda. Ia juga menilai berubahnya nuansa lagu bukan berarti kekhasan atau kualitas musik ciptaan Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials jadi ikut berubah. Justru, perubahan nuansa musik itu sudah dipahami penikmat musik mereka.

&amp;rdquo;Khasnya Maliq, tiap album itu ada sesuatu yang nyeleneh. Ini bentuk ke-nyeleneh-an kita, masukin Arabic ini. Jadi mungkin banyak orang yang lebih suka album lama, lebih suka album baru, tergantung generasinya aja,&amp;rdquo; ucap Angga.

Oleh karena itu, perubahan nuansa musik yang disuguhkan Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials bisa dipastikan akan terjadi. Hal itu pun tidak jadi masalah bagi band asal Jakarta tersebut. Justru, nuansa itu seharusnya jadi karya terbaik bagi Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials saat diciptakan, karena sesuai perasaan mereka. Justru, Angga menilai akan sulit bagi Maliq &amp;amp; D&amp;rsquo;Essentials untuk membuat karya yang nuansanya sama dengan karya-karya mereka sebelumnya.

&amp;ldquo;Kalau kita dibilang disuruh buat lagu kayak album pertama mungkin belum tentu mirip ya, walaupun kita mirip-miripin. Karena kitanya juga berubah. Jadi emang kita berkreasi dengan apa yang kita rasain sekarang aja. (Tapi,) Kita pengen serius dalam membuat album. Jadi bukan cuma hit single-nya aja, tapi value buat pendengar gitu,&amp;rdquo; tutup Angga.
</content:encoded></item></channel></rss>
