<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sukses Besar di Korea Selatan, Next Entertainment Boyong Train to Busan ke Jepang</title><description>Train to Busan akan tayang di148 bioskop dan 44 kota di Jepang. Selama masa tayangnya, warga Jepang juga bisa menikmati teknologi ScreenX.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/07/25/206/1743728/sukses-besar-di-korea-selatan-next-entertainment-boyong-train-to-busan-ke-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2017/07/25/206/1743728/sukses-besar-di-korea-selatan-next-entertainment-boyong-train-to-busan-ke-jepang"/><item><title>Sukses Besar di Korea Selatan, Next Entertainment Boyong Train to Busan ke Jepang</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/07/25/206/1743728/sukses-besar-di-korea-selatan-next-entertainment-boyong-train-to-busan-ke-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2017/07/25/206/1743728/sukses-besar-di-korea-selatan-next-entertainment-boyong-train-to-busan-ke-jepang</guid><pubDate>Selasa 25 Juli 2017 18:20 WIB</pubDate><dc:creator>Siska Maria Eviline</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/25/206/1743728/sukses-besar-di-korea-selatan-next-entertainment-boyong-train-to-busan-ke-jepang-m1KBu9L4q0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Train to Busan. (Foto: Hollywood Reporter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/25/206/1743728/sukses-besar-di-korea-selatan-next-entertainment-boyong-train-to-busan-ke-jepang-m1KBu9L4q0.jpg</image><title>Train to Busan. (Foto: Hollywood Reporter)</title></images><description>SEOUL &amp;ndash; Lebih dari setahun sejak dirilis di Korea Selatan, film blockbuster Train to Busan siap memasuki pasar Jepang, pada 1 September 2017. Next Entertainment  World, selaku distributor, mengatakan, film itu sudah dijual ke 160  negara, termasuk Jepang. Rencananya, ia akan tayang di 148 bioskop dan 44 kota, termasuk Tokyo, Osaka, dan Fukuoka.
Berbeda dengan Korea, judul film ini di Jepang diubah menjadi Shinkansen: Final Express. Melansir Yonhap News, Shinkansen merujuk pada kereta api cepat yang beroperasi di Jepang, sekaligus homonim dari &amp;lsquo;kontaminasi baru&amp;rsquo;.
Kejutan lainnya, masyarakat Jepang akan bisa menikmati film ini  melalui layar ScreenX. Teknologi menonton yang dikembangkan oleh CJ CGV itu, menghadirkan pengalaman menonton 270 derajat  menggunakan dua layar di sisi kiri kanan, selain layar utama di bagian  depan.

(Poster resmi Train to Busan di Jepang. Foto: Yonhap News)
Di Korea Selatan,Train to Busan dirilis pada 20 Juli 2017 di  1.785 bioskop. Pada tayang perdananya, film ini menjual 4,75 juta  tiket dengan pendapatan kotor sebesar USD34,3 juta (Rp456,19 miliar).  Sepanjang pemutarannya, Train to Busan menjual 11,56 juta tiket dan menghasilkan USD83,56 juta atau setara dengan Rp1,1 triliun di Korea Selatan.
Sebelum tayang di Korea Selatan, film ini lebih dahulu diputar  di Festival Film Cannes, pada Mei 2017. Mungkin, ini rahasia sukses Train to Busan di pasar internasional. Film berdurasi 118 menit tersebut, mencatatkan  performa menggembirakan di Hong Kong dengan pendapatan kotor sebesar  USD8,52 (Rp113,31 miliar).
Malaysia dan Singapura juga menjadi lumbung  uang bagi Train to Busan dengan pendapatan masing-masing sebesar USD4,84 juta  (Rp64,37 miliar) dan USD3,1 juta (Rp41,23 miliar).
Dibintangi Gong Yoo, Ma Dong-seok, dan Jung Yu-mi, film garapan  sutradara Yeon Sang-ho ini berkisah tentang sekelompok orang yang  mencoba bertahan hidup dari serangan zombie.
Tak hanya berjaya dalam penjualan tiket, film ini juga menuai  sejumlah trofi dalam Baeksang Arts Awards ke-53, Blue Dragon Film  Awards, Buil Film Awards, Korean Association of Film Critic Awards, dan  Chunsa Film Awards.
</description><content:encoded>SEOUL &amp;ndash; Lebih dari setahun sejak dirilis di Korea Selatan, film blockbuster Train to Busan siap memasuki pasar Jepang, pada 1 September 2017. Next Entertainment  World, selaku distributor, mengatakan, film itu sudah dijual ke 160  negara, termasuk Jepang. Rencananya, ia akan tayang di 148 bioskop dan 44 kota, termasuk Tokyo, Osaka, dan Fukuoka.
Berbeda dengan Korea, judul film ini di Jepang diubah menjadi Shinkansen: Final Express. Melansir Yonhap News, Shinkansen merujuk pada kereta api cepat yang beroperasi di Jepang, sekaligus homonim dari &amp;lsquo;kontaminasi baru&amp;rsquo;.
Kejutan lainnya, masyarakat Jepang akan bisa menikmati film ini  melalui layar ScreenX. Teknologi menonton yang dikembangkan oleh CJ CGV itu, menghadirkan pengalaman menonton 270 derajat  menggunakan dua layar di sisi kiri kanan, selain layar utama di bagian  depan.

(Poster resmi Train to Busan di Jepang. Foto: Yonhap News)
Di Korea Selatan,Train to Busan dirilis pada 20 Juli 2017 di  1.785 bioskop. Pada tayang perdananya, film ini menjual 4,75 juta  tiket dengan pendapatan kotor sebesar USD34,3 juta (Rp456,19 miliar).  Sepanjang pemutarannya, Train to Busan menjual 11,56 juta tiket dan menghasilkan USD83,56 juta atau setara dengan Rp1,1 triliun di Korea Selatan.
Sebelum tayang di Korea Selatan, film ini lebih dahulu diputar  di Festival Film Cannes, pada Mei 2017. Mungkin, ini rahasia sukses Train to Busan di pasar internasional. Film berdurasi 118 menit tersebut, mencatatkan  performa menggembirakan di Hong Kong dengan pendapatan kotor sebesar  USD8,52 (Rp113,31 miliar).
Malaysia dan Singapura juga menjadi lumbung  uang bagi Train to Busan dengan pendapatan masing-masing sebesar USD4,84 juta  (Rp64,37 miliar) dan USD3,1 juta (Rp41,23 miliar).
Dibintangi Gong Yoo, Ma Dong-seok, dan Jung Yu-mi, film garapan  sutradara Yeon Sang-ho ini berkisah tentang sekelompok orang yang  mencoba bertahan hidup dari serangan zombie.
Tak hanya berjaya dalam penjualan tiket, film ini juga menuai  sejumlah trofi dalam Baeksang Arts Awards ke-53, Blue Dragon Film  Awards, Buil Film Awards, Korean Association of Film Critic Awards, dan  Chunsa Film Awards.
</content:encoded></item></channel></rss>
