<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesedihan Tsania Marwa Memuncak ketika Tahu Anak Tak Lagi Sekolah</title><description>Tidak memiliki akses untuk dapat bertemu dan berkomunikasi, membuat  Tsania Marwa tak mengetahui kondisi kesehatan kedua buah  hatinya.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/05/02/33/1681124/kesedihan-tsania-marwa-memuncak-ketika-tahu-anak-tak-lagi-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2017/05/02/33/1681124/kesedihan-tsania-marwa-memuncak-ketika-tahu-anak-tak-lagi-sekolah"/><item><title>Kesedihan Tsania Marwa Memuncak ketika Tahu Anak Tak Lagi Sekolah</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/05/02/33/1681124/kesedihan-tsania-marwa-memuncak-ketika-tahu-anak-tak-lagi-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2017/05/02/33/1681124/kesedihan-tsania-marwa-memuncak-ketika-tahu-anak-tak-lagi-sekolah</guid><pubDate>Selasa 02 Mei 2017 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Ika Aldida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/02/33/1681124/kesedihan-tsania-marwa-memuncak-ketika-tahu-anak-tak-lagi-sekolah-GBjNPdB7Au.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tsania Marwah (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/02/33/1681124/kesedihan-tsania-marwa-memuncak-ketika-tahu-anak-tak-lagi-sekolah-GBjNPdB7Au.jpg</image><title>Tsania Marwah (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Tidak memiliki akses untuk dapat bertemu dan berkomunikasi, membuat Tsania Marwa tak mengetahui kondisi kesehatan kedua buah hatinya dari Atalarik Syach. Ia bahkan menyatakan bahwa saat ini dirinya hanya mengetahui bahwa anak pertamanya, Syarif Muhammad Fajri, sudah tak lagi bersekolah.

&quot;Saya enggak tahu anak saya sakit atau enggak. Yang saya tahu anak saya sudah lama enggak masuk sekolah,&quot; ungkap Marwa yang ditemui di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017).

&quot;Alasannya apa saya enggak tahu pasti. Jadi mending tanya pihak sana saja yang memang ketemu dengan anak saya,&quot; sambungnya.

Upaya wanita berusia 26 tahun ini untuk bertemu anaknya, bahkan ia akui sampai ingin menghampiri sang anak ke sekolah. Namun apa daya, dirinya mendapatkan kabar dari guru sang anak bahwa kini sang putra sudah tak lagi bersekolah.

&quot;Ketika ingin datangi sekolahnya saya kan cek dulu ke gurunya, dan memang info yang saya dapat Syarif tidak masuk. Jadi saya enggak sempat datang ke sekolahnya,&quot; ungkap

Sementara itu, KPAI sebagai pihak penengah dari permasalahan ini mengaku akan mengupayakan terjadinya mediasi di antara Marwa dan Atalarik. Mereka juga menegaskan bahwa keadaan apapun yang terjadi di antara kedua orangtua, anak haruslah tetap menjadi prioritas.

&quot;Prinsip KPAI, kami ingin meluruskan, memediasi, mempertemukan kedua belah pihak,&quot; ujar Rita Pranawati, selaku Konsuler Komisioner Bidang Pengasuhan KPAI.

&quot;Kami juga meminta info pada terlapor kemudian juga berharap kepentingan terbaik bagi anak jadi prioritas dalam keadaan apapun orangtuanya,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tidak memiliki akses untuk dapat bertemu dan berkomunikasi, membuat Tsania Marwa tak mengetahui kondisi kesehatan kedua buah hatinya dari Atalarik Syach. Ia bahkan menyatakan bahwa saat ini dirinya hanya mengetahui bahwa anak pertamanya, Syarif Muhammad Fajri, sudah tak lagi bersekolah.

&quot;Saya enggak tahu anak saya sakit atau enggak. Yang saya tahu anak saya sudah lama enggak masuk sekolah,&quot; ungkap Marwa yang ditemui di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017).

&quot;Alasannya apa saya enggak tahu pasti. Jadi mending tanya pihak sana saja yang memang ketemu dengan anak saya,&quot; sambungnya.

Upaya wanita berusia 26 tahun ini untuk bertemu anaknya, bahkan ia akui sampai ingin menghampiri sang anak ke sekolah. Namun apa daya, dirinya mendapatkan kabar dari guru sang anak bahwa kini sang putra sudah tak lagi bersekolah.

&quot;Ketika ingin datangi sekolahnya saya kan cek dulu ke gurunya, dan memang info yang saya dapat Syarif tidak masuk. Jadi saya enggak sempat datang ke sekolahnya,&quot; ungkap

Sementara itu, KPAI sebagai pihak penengah dari permasalahan ini mengaku akan mengupayakan terjadinya mediasi di antara Marwa dan Atalarik. Mereka juga menegaskan bahwa keadaan apapun yang terjadi di antara kedua orangtua, anak haruslah tetap menjadi prioritas.

&quot;Prinsip KPAI, kami ingin meluruskan, memediasi, mempertemukan kedua belah pihak,&quot; ujar Rita Pranawati, selaku Konsuler Komisioner Bidang Pengasuhan KPAI.

&quot;Kami juga meminta info pada terlapor kemudian juga berharap kepentingan terbaik bagi anak jadi prioritas dalam keadaan apapun orangtuanya,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
