<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sujiwo Tejo Tak Tega Jual Lagunya di Gerai Ayam Goreng</title><description>Budayawan, dalang, penulis, dan musisi, Sujiwo Tejo tidak rela lagu-lagunya dijual di gerai ayam goreng.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/04/14/33/1667895/sujiwo-tejo-tak-tega-jual-lagunya-di-gerai-ayam-goreng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2017/04/14/33/1667895/sujiwo-tejo-tak-tega-jual-lagunya-di-gerai-ayam-goreng"/><item><title>Sujiwo Tejo Tak Tega Jual Lagunya di Gerai Ayam Goreng</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/04/14/33/1667895/sujiwo-tejo-tak-tega-jual-lagunya-di-gerai-ayam-goreng</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2017/04/14/33/1667895/sujiwo-tejo-tak-tega-jual-lagunya-di-gerai-ayam-goreng</guid><pubDate>Jum'at 14 April 2017 20:57 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Solopos</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/14/33/1667895/sujiwo-tejo-tak-tega-jual-lagunya-di-gerai-ayam-goreng-nrmzfKzmJQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sujiwo Tejo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/14/33/1667895/sujiwo-tejo-tak-tega-jual-lagunya-di-gerai-ayam-goreng-nrmzfKzmJQ.jpg</image><title>Sujiwo Tejo (Foto: Okezone)</title></images><description>SOLO - Budayawan, dalang, penulis, dan musisi, Sujiwo Tejo tidak rela lagu-lagunya dijual di gerai ayam goreng. Mbah Tejo &amp;ndash; sapaan akrab Sujiwo Tejo itu bahkan selalu melampirkan album-albumnya di buku yang ditulisnya.Dalam buku terbarunya Tuhan Maha Asyik, yang ditulis bersama akademisi Nur Samad Kamba, Sujiwo Tejo melampirkan lagu berbahasa Jawa dengan judul Nadian.&quot;Setiap bukuku pasti ada musiknya, aku enggak tega menjual musikku di gerai ayam goreng,&quot; ungkap Sujiwo Tejo.Penulis buku Lupa Endonesa itu memiliki pandangan, musik yang bermutu itu harus menjadi teman aktivitas melatih otak, misalnya membaca buku. &amp;ldquo;Musik yang bermutu harus dilampirkan di konsumsi otak, yaitu buku,&amp;rdquo; tambah Mbah Tejo.Sekarang ini, Mbah Tejo sedang sibuk menjadi pembicara bedah buku Tuhan Maha Asyik di beberapa kota. &amp;ldquo;Setelah Solo, dilanjut Malang, kemudian Bandung. Proyek ke depannya akan ada buku-buku lain, nah, sekarang aku sedang siapin musik untuk buku selanjutnya,&amp;rdquo; tutup Mbah Tejo.</description><content:encoded>SOLO - Budayawan, dalang, penulis, dan musisi, Sujiwo Tejo tidak rela lagu-lagunya dijual di gerai ayam goreng. Mbah Tejo &amp;ndash; sapaan akrab Sujiwo Tejo itu bahkan selalu melampirkan album-albumnya di buku yang ditulisnya.Dalam buku terbarunya Tuhan Maha Asyik, yang ditulis bersama akademisi Nur Samad Kamba, Sujiwo Tejo melampirkan lagu berbahasa Jawa dengan judul Nadian.&quot;Setiap bukuku pasti ada musiknya, aku enggak tega menjual musikku di gerai ayam goreng,&quot; ungkap Sujiwo Tejo.Penulis buku Lupa Endonesa itu memiliki pandangan, musik yang bermutu itu harus menjadi teman aktivitas melatih otak, misalnya membaca buku. &amp;ldquo;Musik yang bermutu harus dilampirkan di konsumsi otak, yaitu buku,&amp;rdquo; tambah Mbah Tejo.Sekarang ini, Mbah Tejo sedang sibuk menjadi pembicara bedah buku Tuhan Maha Asyik di beberapa kota. &amp;ldquo;Setelah Solo, dilanjut Malang, kemudian Bandung. Proyek ke depannya akan ada buku-buku lain, nah, sekarang aku sedang siapin musik untuk buku selanjutnya,&amp;rdquo; tutup Mbah Tejo.</content:encoded></item></channel></rss>
