<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fans Rilis Buku Demi Mengenang 10 Tahun Kepergian Chrisye</title><description>Banyak cara dilakukan  penggemar untuk mengenang perjalanan karier pemilik nama lahir Christian  Rahadi itu</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/04/03/33/1658064/fans-rilis-buku-demi-mengenang-10-tahun-kepergian-chrisye</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2017/04/03/33/1658064/fans-rilis-buku-demi-mengenang-10-tahun-kepergian-chrisye"/><item><title>Fans Rilis Buku Demi Mengenang 10 Tahun Kepergian Chrisye</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/04/03/33/1658064/fans-rilis-buku-demi-mengenang-10-tahun-kepergian-chrisye</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2017/04/03/33/1658064/fans-rilis-buku-demi-mengenang-10-tahun-kepergian-chrisye</guid><pubDate>Senin 03 April 2017 22:23 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Jawapos.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/03/33/1658064/fans-rilis-buku-demi-mengenang-10-tahun-kepergian-chrisye-RGbEJkPehd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buku Chrisye (Foto: Agregasi Jawapos.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/03/33/1658064/fans-rilis-buku-demi-mengenang-10-tahun-kepergian-chrisye-RGbEJkPehd.jpg</image><title>Buku Chrisye (Foto: Agregasi Jawapos.com)</title></images><description>JAKARTA - Nama  penyanyi legendaris Chrisye tetap harum meski dia telah berpulang  sepuluh tahun silam. Buktinya hingga saat ini banyak cara dilakukan  penggemar untuk mengenang perjalanan karier pemilik nama lahir Christian  Rahadi itu. Salah satunya dengan buku berjudul 10 Tahun Setelah Chrisye  Pergi; Ekspresi Kangen Penggemar.

Buku tersebut merupakan karya dari Ferry Mursyidan Baldan. Dia  merupakan mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan  Nasional yang menjadi fans militan sekaligus loyal pada Chrisye. Setelah  Chrisye wafat pada 30 Maret 2007, dia terus membuktikan kecintaannya  terhadap almarhum.


Di setiap tanggal kelahiran maupun tanggal wafat Chrisye, Ferry wajib  meluangkan waktu berziarah ke makam almarhum. Dia juga kerap mengajak  sejumlah teman untuk minum kopi sambil mendengarkan dan menyanyikan  lagu-lagu almarhum. Dari sering ngobrol dengan sesama fans Chrisye itu  pula kemudian lahir Komunitas Kangen Chrisye atau #K2C. Bersama #K2C,  Ferry menerbitkan sebuah buku bertajuk Chrisye Kesan di Mata Media dan  Fans sebagai peringatan lima tahun wafatnya Chrisye (30 Maret 2012).

Pembuktian jiwa militan Ferry terhadap Chrisye tidak sampai di situ.  Pada tahun ini, bertepatan peringatan 10 tahun wafatnya sang idola (30  Maret 2017), dia pun meluncurkan buku baru berjudul &amp;nbsp;10 Tahun Setelah  Chrisye Pergi; Ekspresi Kangen Penggemar.
&quot;Buku ini sekaligus kami dedikasikan sebagai penyempurnaan buku  terbitan 2012,&quot; kata Ferry Mursyidan Baldan kepada JawaPos.com, Senin  (3/4).
&quot;Saya mengumpulkan catatan yang terserak di berbagai media tentang  Chrisye sepanjang 10 tahun setelah ia wafat, kemudian menjadikannya  bagian dari isi buku,&quot; sambungnya.
Buku 10 Tahun Setelah Chrisye Pergi; Ekspresi Kangen Penggemar  memperlihatkan betapa kuatnya nama Chrisye di jagat musik Indonesia.  Meski sudah 10 tahun wafat, lagu-lagu Chrisye tetap laris didaur ulang,  bahkan sebuah film atas namanya bakal dirilis pada 2017.
Isi buku ini terhitung unik dan sangat personal. Sebab Ferry  mengumpulkan catatan yang terserak di berbagai media tentang Chrisye  sepanjang 10 tahun setelah wafat, kemudian menjadikannya bagian dari isi  buku. Bukan hanya itu, Ferry &amp;nbsp;juga mendisain ulang potongan berita  &amp;nbsp;atau kliping tentang kematian almarhum, dan menjadikannya bagian dari  buku tersebut. Ferry mengaku, apa yang dilakukannya selama ini  sesungguhnya tidak sedang ingin mengkultuskan Chrisye.
&quot;Kami merasa tidak rela jika Chrisye hilang begitu saja ditelan  perjalanan waktu. Kami ingin berbicara, bahwa bangsa ini perlu  menghargai dan menghormati seorang musisi, meski dia sudah tidak ada  lagi bersama kita,&quot; jelasnya.
Saat buku 10 Tahun Setelah Chrisye Pergi; Ekspresi Kangen Penggemar  dirilis di Rarampa Restoran, Jakarta Selatan, 30 Maret 2017, hadir  Damayanti Noor, isteri almarhum beserta sahabat Chrisye, antara lain  Yoekie Suryoprayogo, Fariz RM, Donny Suhendra, Keenan Nasution, Vino  G.Bastian, Marsha Timothy, dan lainnya. Buku tersebut kini telah beredar  di pasaran</description><content:encoded>JAKARTA - Nama  penyanyi legendaris Chrisye tetap harum meski dia telah berpulang  sepuluh tahun silam. Buktinya hingga saat ini banyak cara dilakukan  penggemar untuk mengenang perjalanan karier pemilik nama lahir Christian  Rahadi itu. Salah satunya dengan buku berjudul 10 Tahun Setelah Chrisye  Pergi; Ekspresi Kangen Penggemar.

Buku tersebut merupakan karya dari Ferry Mursyidan Baldan. Dia  merupakan mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan  Nasional yang menjadi fans militan sekaligus loyal pada Chrisye. Setelah  Chrisye wafat pada 30 Maret 2007, dia terus membuktikan kecintaannya  terhadap almarhum.


Di setiap tanggal kelahiran maupun tanggal wafat Chrisye, Ferry wajib  meluangkan waktu berziarah ke makam almarhum. Dia juga kerap mengajak  sejumlah teman untuk minum kopi sambil mendengarkan dan menyanyikan  lagu-lagu almarhum. Dari sering ngobrol dengan sesama fans Chrisye itu  pula kemudian lahir Komunitas Kangen Chrisye atau #K2C. Bersama #K2C,  Ferry menerbitkan sebuah buku bertajuk Chrisye Kesan di Mata Media dan  Fans sebagai peringatan lima tahun wafatnya Chrisye (30 Maret 2012).

Pembuktian jiwa militan Ferry terhadap Chrisye tidak sampai di situ.  Pada tahun ini, bertepatan peringatan 10 tahun wafatnya sang idola (30  Maret 2017), dia pun meluncurkan buku baru berjudul &amp;nbsp;10 Tahun Setelah  Chrisye Pergi; Ekspresi Kangen Penggemar.
&quot;Buku ini sekaligus kami dedikasikan sebagai penyempurnaan buku  terbitan 2012,&quot; kata Ferry Mursyidan Baldan kepada JawaPos.com, Senin  (3/4).
&quot;Saya mengumpulkan catatan yang terserak di berbagai media tentang  Chrisye sepanjang 10 tahun setelah ia wafat, kemudian menjadikannya  bagian dari isi buku,&quot; sambungnya.
Buku 10 Tahun Setelah Chrisye Pergi; Ekspresi Kangen Penggemar  memperlihatkan betapa kuatnya nama Chrisye di jagat musik Indonesia.  Meski sudah 10 tahun wafat, lagu-lagu Chrisye tetap laris didaur ulang,  bahkan sebuah film atas namanya bakal dirilis pada 2017.
Isi buku ini terhitung unik dan sangat personal. Sebab Ferry  mengumpulkan catatan yang terserak di berbagai media tentang Chrisye  sepanjang 10 tahun setelah wafat, kemudian menjadikannya bagian dari isi  buku. Bukan hanya itu, Ferry &amp;nbsp;juga mendisain ulang potongan berita  &amp;nbsp;atau kliping tentang kematian almarhum, dan menjadikannya bagian dari  buku tersebut. Ferry mengaku, apa yang dilakukannya selama ini  sesungguhnya tidak sedang ingin mengkultuskan Chrisye.
&quot;Kami merasa tidak rela jika Chrisye hilang begitu saja ditelan  perjalanan waktu. Kami ingin berbicara, bahwa bangsa ini perlu  menghargai dan menghormati seorang musisi, meski dia sudah tidak ada  lagi bersama kita,&quot; jelasnya.
Saat buku 10 Tahun Setelah Chrisye Pergi; Ekspresi Kangen Penggemar  dirilis di Rarampa Restoran, Jakarta Selatan, 30 Maret 2017, hadir  Damayanti Noor, isteri almarhum beserta sahabat Chrisye, antara lain  Yoekie Suryoprayogo, Fariz RM, Donny Suhendra, Keenan Nasution, Vino  G.Bastian, Marsha Timothy, dan lainnya. Buku tersebut kini telah beredar  di pasaran</content:encoded></item></channel></rss>
