<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Luke Evans Jadi Penjahat Menyenangkan Beauty and the Beast</title><description>Peran Gaston di film musikal Beauty and the  Beast jadi jalan untuk mewujudkannya dan memperlihatkan dua keahliannya  sekaligus.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/03/10/33/1639719/cerita-luke-evans-jadi-penjahat-menyenangkan-beauty-and-the-beast</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2017/03/10/33/1639719/cerita-luke-evans-jadi-penjahat-menyenangkan-beauty-and-the-beast"/><item><title>Cerita Luke Evans Jadi Penjahat Menyenangkan Beauty and the Beast</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2017/03/10/33/1639719/cerita-luke-evans-jadi-penjahat-menyenangkan-beauty-and-the-beast</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2017/03/10/33/1639719/cerita-luke-evans-jadi-penjahat-menyenangkan-beauty-and-the-beast</guid><pubDate>Jum'at 10 Maret 2017 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/10/33/1639719/cerita-luke-evans-jadi-penjahat-menyenangkan-beauty-and-the-beast-ziVpftk4j0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luke Evans (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/10/33/1639719/cerita-luke-evans-jadi-penjahat-menyenangkan-beauty-and-the-beast-ziVpftk4j0.jpg</image><title>Luke Evans (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Nama Luke Evans di industri film Hollywood tentu sudah tak bisa diragukan lagi. Sembilan tahun sudah ia berakting sekaligus bernyanyi di panggung teater. Dua keahlian ini tentu tak semua dimiliki aktor Hollywood.

Dilansir KORAN SINDO, peran sebagai si tampan narsis Gaston di film musikal Beauty and the Beast jadi jalan untuk mewujudkannya dan memperlihatkan dua keahliannya sekaligus.

Keputusan Luke untuk menerima peran sebagai penjahat konyol cukup memberi kejutan. Pasalnya, sepanjang karier aktor Inggris berusia 37 tahun ini, dia lebih banyak memerankan karakter yang &amp;ldquo;serius&amp;rdquo;. Sebut saja perannya di Dracula Untold, The Hobbit: An Unexpected Journey, Fast and Furious 6, The Raven, hingga thriller The Girl on The Train.
 
&amp;nbsp;
Namun, siapa sangka, peran di film Beauty and The Beast ini justru yang diidam-idamkannya sejak dulu. &amp;ldquo;Akhirnya saya bisa menyanyi tiap hari di dalam film,&amp;rdquo; ujarnya soal bermain di film yang pernah dibuat versi animasinya pada tahun 1991 itu.

Di trailer, karakter Gaston kelihatannya lebih terlihat memancing tawa dibanding jadi penjahat yang kejam? Awalnya dia memang loveable. Orang akan tertawa melihatnya karena dia banyak mengucapkan dialog-dialog yang lucu. Kelihatannya harmless. Tapi kemudian orang akan lihat kalau dia ternyata punya sisi gelap.

KORAN SINDO berkesempatan mewawancarai Luke Evans melalui sambungan telepon, bersama beberapa wartawan dari Asia. Berikut kutipan perbincangannya, tentang film yang akan dirilis di bioskop di Indonesia pada 17 Maret mendatang tersebut.

1. Sulitkah memerankan karakter yang perilakunya berbeda seiring berjalannya cerita?
Iya, itu tantangan terbesarnya. Saya harus bisa bikin penonton suka sama Gaston di awal cerita. Gimanacaranya di awal cerita, orang tidak langsung benci sama dia.
 
&amp;nbsp;
2. Bagian mana yang paling kamu suka di film ini?
Bagian menyanyinya. Akhirnya saya bisa menyanyi secara langsung di sebuah film. Sudah lama banget saya menunggu momen seperti ini. Saya menyanyi tiga lagu. The opening part, Gaston part,dan pas big song.Di luar itu, film ini juga punya dua lagu baru.
 
&amp;nbsp;
3. Waktu audisi diminta menyanyi juga?
Iya. Saya diaudisi dua kali. Disuruh menyanyi.

4. Pernah menonton film aslinya yang animasi?
Saya menonton tiga kali. Yang pertama kali waktu saya masih umur 12 tahun. Saya kan waktu itu tinggal di desa kecil (di Wales). Ibu mengajak saya nontondi bioskop. Itu film yang sangat spesial buat saya karena lagunya powerful dan musiknya keren banget. Amazing.
 
 
Ini film yang sangat memengaruhi masa kecil saya. Ibu saya sampai beli CD musiknya supaya kami bisa terus mendengarkan lagu-lagunya. Yang berikutnya saya nonton dengan anak angkat saya pas mau main di film ini. Jadi memerankan Gaston itu seperti membawa saya kembali ke saat saya masih umur 12 tahun.

5. Film ini menampilkan banyak lokasi dan kostum yang indah. Punya setting favorit?
Setting di hutan. Syutingnya di studio besar. Dan detail setting-nya luar biasa. Benar-benar pengalaman yang aneh tapi menyenangkan.

6. Kalau kamu tidak memerankan Gaston, maunya memerankan karakter siapa di film ini?
Jadi Lumiere (lilin yang bisa berbicara), soalnya dia punya lagu yang bagus. Lagu yang dia nyanyikan itu lagu paling bagus di film ini. Dan jadi candle stickkayaknya menyenangkan deh.
 
&amp;nbsp;
7. Ngomong-ngomong, mengapa mau berperan sebagai Gaston?
Buat saya, kehormatan bisa main di film Disney. Saya belum pernah main film Disney. Selain itu, saya ingin main di film keluarga supaya anak dan saudara-saudara saya yang masih kecil bisa nonton. Selama ini mereka susah kalau mau menonton film saya karena film-film saya selama ini film yang darkdan heavy. Jadi, mungkin saya akan tertarik untuk main film keluarga lagi.
 
&amp;nbsp;
8. Kalau main film musikal lagi?
Pasti mau lagi. Apalagi sekarang musik musikal lagi naik daun ya, sejak ada La La Land. Semoga nanti jadi lebih banyak film musikal di bioskop.
 
&amp;nbsp;
9.Ada pengalaman paling seru selama masa promosi untuk film ini?
Waktu di London. Ada 3.000 orang yang datang. Pas ada adegan Gaston bernyanyi, reaksi mereka luar biasa. Tepuk tangannya meriah banget.</description><content:encoded>JAKARTA - Nama Luke Evans di industri film Hollywood tentu sudah tak bisa diragukan lagi. Sembilan tahun sudah ia berakting sekaligus bernyanyi di panggung teater. Dua keahlian ini tentu tak semua dimiliki aktor Hollywood.

Dilansir KORAN SINDO, peran sebagai si tampan narsis Gaston di film musikal Beauty and the Beast jadi jalan untuk mewujudkannya dan memperlihatkan dua keahliannya sekaligus.

Keputusan Luke untuk menerima peran sebagai penjahat konyol cukup memberi kejutan. Pasalnya, sepanjang karier aktor Inggris berusia 37 tahun ini, dia lebih banyak memerankan karakter yang &amp;ldquo;serius&amp;rdquo;. Sebut saja perannya di Dracula Untold, The Hobbit: An Unexpected Journey, Fast and Furious 6, The Raven, hingga thriller The Girl on The Train.
 
&amp;nbsp;
Namun, siapa sangka, peran di film Beauty and The Beast ini justru yang diidam-idamkannya sejak dulu. &amp;ldquo;Akhirnya saya bisa menyanyi tiap hari di dalam film,&amp;rdquo; ujarnya soal bermain di film yang pernah dibuat versi animasinya pada tahun 1991 itu.

Di trailer, karakter Gaston kelihatannya lebih terlihat memancing tawa dibanding jadi penjahat yang kejam? Awalnya dia memang loveable. Orang akan tertawa melihatnya karena dia banyak mengucapkan dialog-dialog yang lucu. Kelihatannya harmless. Tapi kemudian orang akan lihat kalau dia ternyata punya sisi gelap.

KORAN SINDO berkesempatan mewawancarai Luke Evans melalui sambungan telepon, bersama beberapa wartawan dari Asia. Berikut kutipan perbincangannya, tentang film yang akan dirilis di bioskop di Indonesia pada 17 Maret mendatang tersebut.

1. Sulitkah memerankan karakter yang perilakunya berbeda seiring berjalannya cerita?
Iya, itu tantangan terbesarnya. Saya harus bisa bikin penonton suka sama Gaston di awal cerita. Gimanacaranya di awal cerita, orang tidak langsung benci sama dia.
 
&amp;nbsp;
2. Bagian mana yang paling kamu suka di film ini?
Bagian menyanyinya. Akhirnya saya bisa menyanyi secara langsung di sebuah film. Sudah lama banget saya menunggu momen seperti ini. Saya menyanyi tiga lagu. The opening part, Gaston part,dan pas big song.Di luar itu, film ini juga punya dua lagu baru.
 
&amp;nbsp;
3. Waktu audisi diminta menyanyi juga?
Iya. Saya diaudisi dua kali. Disuruh menyanyi.

4. Pernah menonton film aslinya yang animasi?
Saya menonton tiga kali. Yang pertama kali waktu saya masih umur 12 tahun. Saya kan waktu itu tinggal di desa kecil (di Wales). Ibu mengajak saya nontondi bioskop. Itu film yang sangat spesial buat saya karena lagunya powerful dan musiknya keren banget. Amazing.
 
 
Ini film yang sangat memengaruhi masa kecil saya. Ibu saya sampai beli CD musiknya supaya kami bisa terus mendengarkan lagu-lagunya. Yang berikutnya saya nonton dengan anak angkat saya pas mau main di film ini. Jadi memerankan Gaston itu seperti membawa saya kembali ke saat saya masih umur 12 tahun.

5. Film ini menampilkan banyak lokasi dan kostum yang indah. Punya setting favorit?
Setting di hutan. Syutingnya di studio besar. Dan detail setting-nya luar biasa. Benar-benar pengalaman yang aneh tapi menyenangkan.

6. Kalau kamu tidak memerankan Gaston, maunya memerankan karakter siapa di film ini?
Jadi Lumiere (lilin yang bisa berbicara), soalnya dia punya lagu yang bagus. Lagu yang dia nyanyikan itu lagu paling bagus di film ini. Dan jadi candle stickkayaknya menyenangkan deh.
 
&amp;nbsp;
7. Ngomong-ngomong, mengapa mau berperan sebagai Gaston?
Buat saya, kehormatan bisa main di film Disney. Saya belum pernah main film Disney. Selain itu, saya ingin main di film keluarga supaya anak dan saudara-saudara saya yang masih kecil bisa nonton. Selama ini mereka susah kalau mau menonton film saya karena film-film saya selama ini film yang darkdan heavy. Jadi, mungkin saya akan tertarik untuk main film keluarga lagi.
 
&amp;nbsp;
8. Kalau main film musikal lagi?
Pasti mau lagi. Apalagi sekarang musik musikal lagi naik daun ya, sejak ada La La Land. Semoga nanti jadi lebih banyak film musikal di bioskop.
 
&amp;nbsp;
9.Ada pengalaman paling seru selama masa promosi untuk film ini?
Waktu di London. Ada 3.000 orang yang datang. Pas ada adegan Gaston bernyanyi, reaksi mereka luar biasa. Tepuk tangannya meriah banget.</content:encoded></item></channel></rss>
