<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lola Amaria Bangga Karyanya Dihargai Sineas Film Italia</title><description>Jerih payahnya Lola Amaria membuat karya dihargai masyarakat internasional.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/09/28/206/1500806/lola-amaria-bangga-karyanya-dihargai-sineas-film-italia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2016/09/28/206/1500806/lola-amaria-bangga-karyanya-dihargai-sineas-film-italia"/><item><title>Lola Amaria Bangga Karyanya Dihargai Sineas Film Italia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/09/28/206/1500806/lola-amaria-bangga-karyanya-dihargai-sineas-film-italia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2016/09/28/206/1500806/lola-amaria-bangga-karyanya-dihargai-sineas-film-italia</guid><pubDate>Rabu 28 September 2016 05:43 WIB</pubDate><dc:creator>Alan Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/28/206/1500806/lola-amaria-bangga-karyanya-dihargai-sineas-film-italia-fZP13V5Dab.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lola Amaria (Foto: Dokumen Pribadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/28/206/1500806/lola-amaria-bangga-karyanya-dihargai-sineas-film-italia-fZP13V5Dab.jpg</image><title>Lola Amaria (Foto: Dokumen Pribadi)</title></images><description>JAKARTA - Lola Amaria bisa bernapas lega. Bagaimana tidak, jerih payahnya membuat karya Jingga bisa dihargai hingga luar negeri. Jingga yang berbicara tentang difabel bisa disaksikan di Festival Film Indonesia di Cinema Spazio Alfieri di Firenze, Italia.

Kehadiran Jingga di Festival Film Indonesia di Cinema Spazio Alfieri di Firenze, Italia membuat Lola makin semangat membuat karya yang berkualitas. Dengan demikian, karyanya bisa menjadi inpirasi dan memberikan pengetahuan untuk publik.

&quot;Kami bangga mendapat tempat dan kehormatan yang luar biasa di sini (Italia). Ini membuat saya khususnya, semakin bersemangat untuk tetap membuat karya-karya terbaik. Untuk ajak kerjasama, sebuah tawaran yang saya pikirkan. Saya berharap semoga film-film Indonesia semakin mampu bicara di pentas International,&amp;rdquo; ucap Lola dalam siaran pers yang diterima Okezone.



Tak cuma karya Lola Amaria, karya Bapak Film Indonesia, Usmar Ismail, Tiga Dara (1957) yang telah direstorasi juga dipertontonkan di depan masyarakat Italia dan mahasiswa Indonesia yang hadir.

&quot;Film yang penuh inspirasi dan sangat menggugah. Kami sangat mengapresiasi film Jingga. Para penonton Italia menyukai penggambaran keadaan yang mengingatkan mereka pada suatu masa ketika infrastruktur untuk kaum cacat juga masih terbatas dan pentingnya peran keluarga dalam mengatasi berbagai persoalan kehidupan,&amp;rdquo; puji Luciano Mancini, Ketua Asosiasi Persahabatan dan Kerja Sama Italia-Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Lola Amaria bisa bernapas lega. Bagaimana tidak, jerih payahnya membuat karya Jingga bisa dihargai hingga luar negeri. Jingga yang berbicara tentang difabel bisa disaksikan di Festival Film Indonesia di Cinema Spazio Alfieri di Firenze, Italia.

Kehadiran Jingga di Festival Film Indonesia di Cinema Spazio Alfieri di Firenze, Italia membuat Lola makin semangat membuat karya yang berkualitas. Dengan demikian, karyanya bisa menjadi inpirasi dan memberikan pengetahuan untuk publik.

&quot;Kami bangga mendapat tempat dan kehormatan yang luar biasa di sini (Italia). Ini membuat saya khususnya, semakin bersemangat untuk tetap membuat karya-karya terbaik. Untuk ajak kerjasama, sebuah tawaran yang saya pikirkan. Saya berharap semoga film-film Indonesia semakin mampu bicara di pentas International,&amp;rdquo; ucap Lola dalam siaran pers yang diterima Okezone.



Tak cuma karya Lola Amaria, karya Bapak Film Indonesia, Usmar Ismail, Tiga Dara (1957) yang telah direstorasi juga dipertontonkan di depan masyarakat Italia dan mahasiswa Indonesia yang hadir.

&quot;Film yang penuh inspirasi dan sangat menggugah. Kami sangat mengapresiasi film Jingga. Para penonton Italia menyukai penggambaran keadaan yang mengingatkan mereka pada suatu masa ketika infrastruktur untuk kaum cacat juga masih terbatas dan pentingnya peran keluarga dalam mengatasi berbagai persoalan kehidupan,&amp;rdquo; puji Luciano Mancini, Ketua Asosiasi Persahabatan dan Kerja Sama Italia-Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
