<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yuki Kato Sempat Kurus saat Sekolah di Jepang</title><description>Sempat menempuh pendidikan bahasa dan budaya di Jepang, Yuki Kato mengaku sempat turun berat badan</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/09/14/33/1488924/yuki-kato-sempat-kurus-saat-sekolah-di-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2016/09/14/33/1488924/yuki-kato-sempat-kurus-saat-sekolah-di-jepang"/><item><title>Yuki Kato Sempat Kurus saat Sekolah di Jepang</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/09/14/33/1488924/yuki-kato-sempat-kurus-saat-sekolah-di-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2016/09/14/33/1488924/yuki-kato-sempat-kurus-saat-sekolah-di-jepang</guid><pubDate>Rabu 14 September 2016 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Ika Aldida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/14/33/1488924/yuki-kato-sempat-kurus-saat-sekolah-di-jepang-USUFg769R5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yuki Kato (Foto: Vania/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/14/33/1488924/yuki-kato-sempat-kurus-saat-sekolah-di-jepang-USUFg769R5.jpg</image><title>Yuki Kato (Foto: Vania/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sempat menempuh pendidikan bahasa dan budaya di Jepang, Yuki Kato mengaku sempat turun berat badan. Pasalnya, wanita 21 tahun ini sering kali menggunakan transportasi umum saat tinggal di negara tempat kelahiran sang ayah.

Tak hanya itu saja, Yuki bahkan mengaku sering berjalan kaki demi menghemat uang sakunya. Uang saku yang ia kumpulkan dari hari tabungannya bahkan ia akui seringnkali ia pakai untuk berjalan-jalan di akhir pekan.

&quot;Kemarin kan sempat sekolah di Jepang, pas di sana enggak berasa banget kalau turun berat badannya. Turunnya juga enggak mikir gue harus diet, karena di Jepang kan kebanyakan jalan kaki. Jadi bolak-balik sekolah rumah tuh lebih banyak jalan kaki kan. Apalagi pakai transportasi umum juga. Mikirnya untuk menghemat uang transportasi,&quot; ujar Yuki Kato yang ditemui di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 13 September 2016.

&quot;Dari rumah ke stasiun lumayan sih jaraknya empat kilo. Itu bisa menghemat biaya transportasi bus 200 yen kalau rupiahnya mungkin 21 ribu. Kalau PP kan gue bisa menghemat 42 ribu terus kali lima hari, kan lumayan. Nanti uangnya dikumpul buat weekend jalan ke mana, makan,&quot; tambahnya.

Meski sering menyisakan uang jajannya untuk membeli makan diakhir minggu, Yuki Kato tetap mengaku bahwa berat badannya tak kunjung bertambah.

&quot;Iya (sempat kurus), padahal makannya banyak banget, misalnya makan jam siang ada lunch set gitu, paketnya lebih murah. Kalau enggak keburu, beli makan di minimarket gitu kayak onigiri atau omurice ada spagehti juga. Di minimarket makanannya beragam. Kita tinggal minta panasin, gampang banget,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sempat menempuh pendidikan bahasa dan budaya di Jepang, Yuki Kato mengaku sempat turun berat badan. Pasalnya, wanita 21 tahun ini sering kali menggunakan transportasi umum saat tinggal di negara tempat kelahiran sang ayah.

Tak hanya itu saja, Yuki bahkan mengaku sering berjalan kaki demi menghemat uang sakunya. Uang saku yang ia kumpulkan dari hari tabungannya bahkan ia akui seringnkali ia pakai untuk berjalan-jalan di akhir pekan.

&quot;Kemarin kan sempat sekolah di Jepang, pas di sana enggak berasa banget kalau turun berat badannya. Turunnya juga enggak mikir gue harus diet, karena di Jepang kan kebanyakan jalan kaki. Jadi bolak-balik sekolah rumah tuh lebih banyak jalan kaki kan. Apalagi pakai transportasi umum juga. Mikirnya untuk menghemat uang transportasi,&quot; ujar Yuki Kato yang ditemui di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 13 September 2016.

&quot;Dari rumah ke stasiun lumayan sih jaraknya empat kilo. Itu bisa menghemat biaya transportasi bus 200 yen kalau rupiahnya mungkin 21 ribu. Kalau PP kan gue bisa menghemat 42 ribu terus kali lima hari, kan lumayan. Nanti uangnya dikumpul buat weekend jalan ke mana, makan,&quot; tambahnya.

Meski sering menyisakan uang jajannya untuk membeli makan diakhir minggu, Yuki Kato tetap mengaku bahwa berat badannya tak kunjung bertambah.

&quot;Iya (sempat kurus), padahal makannya banyak banget, misalnya makan jam siang ada lunch set gitu, paketnya lebih murah. Kalau enggak keburu, beli makan di minimarket gitu kayak onigiri atau omurice ada spagehti juga. Di minimarket makanannya beragam. Kita tinggal minta panasin, gampang banget,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
