<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Donny Damara: Film Indonesia Jangan Cepat Turun di Bioskop Dong!</title><description>Donny Damara menilai banyak film dalam negeri yang bagus dan disayangkan cepat ditarik bioskop.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/06/10/206/1411873/donny-damara-film-indonesia-jangan-cepat-turun-di-bioskop-dong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2016/06/10/206/1411873/donny-damara-film-indonesia-jangan-cepat-turun-di-bioskop-dong"/><item><title>Donny Damara: Film Indonesia Jangan Cepat Turun di Bioskop Dong!</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/06/10/206/1411873/donny-damara-film-indonesia-jangan-cepat-turun-di-bioskop-dong</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2016/06/10/206/1411873/donny-damara-film-indonesia-jangan-cepat-turun-di-bioskop-dong</guid><pubDate>Jum'at 10 Juni 2016 18:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rima Wahyuningrum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/10/206/1411873/donny-damara-film-indonesia-jangan-cepat-turun-di-bioskop-dong-71owXPqQck.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Donny Damara (Foto: Rima/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/10/206/1411873/donny-damara-film-indonesia-jangan-cepat-turun-di-bioskop-dong-71owXPqQck.jpg</image><title>Donny Damara (Foto: Rima/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Di mata Donny Damara, ada pergeseran selera terhadap film Indonesia tahun ini. Saat ini, pecinta film Tanah Air menyukai film yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari yang dekat dengan mereka.

&quot;Cerita sehari-hari lebih laku. Cerita yang tidak menjual mimpi sekarang lebih bagus, biografi juga bagus. Ya bergeserlah,&quot; ujarnya saat dijumpai di kawasan Senayan pada Jumat (10/6/2016).

Aktor berusia 49 tahun tersebut pun menaruh harapan untuk perfilman agar tak cepat hilang dari peredaran. Ia menilai banyak film dalam negeri yang bagus dan disayangkan cepat ditarik bioskop.

&quot;Intinya jangan terlau cepat dong film Indonesia turun di Bioskop. Sayang banyak film bagus tapi dua (atau) tiga hari hilang,&quot; paparnya.

Donny percaya bahwa semua orang bisa menghasilkan film yang baik. Ia bersama teman-teman perfilman bahkan berencana untuk melakukan penayangan perdana film atau premier di kota-kota kecil agar bisa menarik minat penonton daerah.

&quot;Semua bisa bikin film, saya ingin rencana kami melakukan premier (film) bukan dilakuakn di Jakarta. Premier akan dilakuan di kota-kota selain Jakarta, seperti Jogja, Surabaya, Medan (dan) Manado, baru ke ibu kota,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Di mata Donny Damara, ada pergeseran selera terhadap film Indonesia tahun ini. Saat ini, pecinta film Tanah Air menyukai film yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari yang dekat dengan mereka.

&quot;Cerita sehari-hari lebih laku. Cerita yang tidak menjual mimpi sekarang lebih bagus, biografi juga bagus. Ya bergeserlah,&quot; ujarnya saat dijumpai di kawasan Senayan pada Jumat (10/6/2016).

Aktor berusia 49 tahun tersebut pun menaruh harapan untuk perfilman agar tak cepat hilang dari peredaran. Ia menilai banyak film dalam negeri yang bagus dan disayangkan cepat ditarik bioskop.

&quot;Intinya jangan terlau cepat dong film Indonesia turun di Bioskop. Sayang banyak film bagus tapi dua (atau) tiga hari hilang,&quot; paparnya.

Donny percaya bahwa semua orang bisa menghasilkan film yang baik. Ia bersama teman-teman perfilman bahkan berencana untuk melakukan penayangan perdana film atau premier di kota-kota kecil agar bisa menarik minat penonton daerah.

&quot;Semua bisa bikin film, saya ingin rencana kami melakukan premier (film) bukan dilakuakn di Jakarta. Premier akan dilakuan di kota-kota selain Jakarta, seperti Jogja, Surabaya, Medan (dan) Manado, baru ke ibu kota,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
