<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Film Indonesia Sumatra's Last Tigers Sukses di Festival Film New York</title><description>Flm dokumenter karya anak bangsa, Sumatra's Last Tiger meraih medali perak di ajang Festival Film New York.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/27/206/1373825/film-indonesia-sumatra-s-last-tigers-sukses-di-festival-film-new-york</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/27/206/1373825/film-indonesia-sumatra-s-last-tigers-sukses-di-festival-film-new-york"/><item><title>Film Indonesia Sumatra's Last Tigers Sukses di Festival Film New York</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/27/206/1373825/film-indonesia-sumatra-s-last-tigers-sukses-di-festival-film-new-york</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/27/206/1373825/film-indonesia-sumatra-s-last-tigers-sukses-di-festival-film-new-york</guid><pubDate>Rabu 27 April 2016 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/27/206/1373825/film-indonesia-sumatra-s-last-tigers-sukses-di-festival-film-new-york-JlEvTuuYs0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Film dokumenter &quot;Sumatra's Last Tiger&quot; meraih medali perak di Festival Film New York. (Foto: Channel NewsAsia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/27/206/1373825/film-indonesia-sumatra-s-last-tigers-sukses-di-festival-film-new-york-JlEvTuuYs0.jpg</image><title>Film dokumenter &quot;Sumatra's Last Tiger&quot; meraih medali perak di Festival Film New York. (Foto: Channel NewsAsia)</title></images><description>JAKARTA - Dunia perfilman Indonesia kembali berjaya di kancah internasional. Kali ini film dokumenter Sumatra's Last Tigers meraih medali perak di ajang Festival Film New York.
Film dokumenter yang menceritakan harimau Sumatra yang sering kali menjadi ancaman bagi warga sekitar karena habitat mereka mulai terkikis ini menduduki posisi kedua, tepat di bawah film Vanishing Kings: Lions of the Namib yang bercerita tentang kepunahan singa Afrika di Namibia
Film Sumatra's Last Tigers garapan Channel News Asia Mediacorp pte Ltd, Singapura, mengambil lokasi syuting di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung.
Dalam film Sumatra's Last Tigers diceritakan bagaimana harimau Sumatra yang pernah berkonflik dengan manusia direhabilitasi sebelum akhirnya kembali dilepasliarkan ke alam bebas. Dua harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatrae) bernama Panti dan Petir itu menjalani rehabilitasi di kawasan konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC).
Dalam Festival Film New York 2016, film ini berhasil mengalahkan ratusan film dokumenter lain. Selain &amp;nbsp;mengharumkan nama bangsa, penayangan film ini diharapkan akan membangkitkan kepedulian global terhadap populasi hewan liar, terutama harimau Sumatra yang kini jumlahnya diperkirakan tinggal 500 ekor.</description><content:encoded>JAKARTA - Dunia perfilman Indonesia kembali berjaya di kancah internasional. Kali ini film dokumenter Sumatra's Last Tigers meraih medali perak di ajang Festival Film New York.
Film dokumenter yang menceritakan harimau Sumatra yang sering kali menjadi ancaman bagi warga sekitar karena habitat mereka mulai terkikis ini menduduki posisi kedua, tepat di bawah film Vanishing Kings: Lions of the Namib yang bercerita tentang kepunahan singa Afrika di Namibia
Film Sumatra's Last Tigers garapan Channel News Asia Mediacorp pte Ltd, Singapura, mengambil lokasi syuting di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung.
Dalam film Sumatra's Last Tigers diceritakan bagaimana harimau Sumatra yang pernah berkonflik dengan manusia direhabilitasi sebelum akhirnya kembali dilepasliarkan ke alam bebas. Dua harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatrae) bernama Panti dan Petir itu menjalani rehabilitasi di kawasan konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC).
Dalam Festival Film New York 2016, film ini berhasil mengalahkan ratusan film dokumenter lain. Selain &amp;nbsp;mengharumkan nama bangsa, penayangan film ini diharapkan akan membangkitkan kepedulian global terhadap populasi hewan liar, terutama harimau Sumatra yang kini jumlahnya diperkirakan tinggal 500 ekor.</content:encoded></item></channel></rss>
