<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TERHEBOH: Mati Dipatuk Ular, Irma Bule Sengaja Dibunuh?</title><description>Kematian Irma  akibat dipatuk ular diduga sengaja diatur oleh orang-orang yang  menyelenggarakan acara.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/26/33/1372620/terheboh-mati-dipatuk-ular-irma-bule-sengaja-dibunuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/26/33/1372620/terheboh-mati-dipatuk-ular-irma-bule-sengaja-dibunuh"/><item><title>TERHEBOH: Mati Dipatuk Ular, Irma Bule Sengaja Dibunuh?</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/26/33/1372620/terheboh-mati-dipatuk-ular-irma-bule-sengaja-dibunuh</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/26/33/1372620/terheboh-mati-dipatuk-ular-irma-bule-sengaja-dibunuh</guid><pubDate>Selasa 26 April 2016 06:58 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Ika Aldida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/26/33/1372620/terheboh-mati-dipatuk-ular-irma-bule-sengaja-dibunuh-z0mGsGZAYt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Irma Bule (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/26/33/1372620/terheboh-mati-dipatuk-ular-irma-bule-sengaja-dibunuh-z0mGsGZAYt.jpg</image><title>Irma Bule (Foto: Ist)</title></images><description>
JAKARTA - Tim kuasa hukum Irma Bule berencana  melaporkan kematian Irma kepada kepolisian. Pasalnya, kematian Irma  akibat dipatuk ular diduga sengaja diatur oleh orang-orang yang  menyelenggarakan acara.
Raidin Anom selaku perwakilan dari tim kuasa hukum Irma Bule  menyatakan bahwa hingga kini, ia sudah mengantongi tiga kejanggalan dari  kematian Irma. &quot;Yang pertama, apa yang patut kami duga bahwa ada  perencanaan adalah, ketika pada tanggal 3 April 2016, jam 13.30 siang,  saudari Irma dijemput oleh seseorang yang tidak diketahui statusnya  siapa. Dia menjemput ke rumah saudari Irma, tidak minta izin, tidak juga  memperkenalkan diri,&quot; ujar Anom dalam konferensi pers di kantor Komisi  Nasional Perlindungan Anak, Jakarta, hari ini (25/4/2016), bersama suami  Irma. Andri.
(Baca juga: Suami Irma Bule Mengadu ke Komnas Perlindungan Anak)
&quot;Yang kedua, ketika kejadian almarhumah dipatok oleh king kobra, itu  tepat jam 21.15. Setelah dipatok itu tim dari pemangku hajat maupun tim  grup musik, tetap ingin melanjutkan dan menyuruh saudari Irma,  menyelesaikan dua lagu lagi,&quot; sambung Anom.
&quot;Yang ketiga, ketika dipatok ular mestinya seorang pawang ataupun  spesialis ular di sana mengikat di atas gigitan, guna menghambat rancun  naik ke jantung. Tapi ini sepertinya ada unsur kesengajaan. Dia dorong  racun itu naik keatas, kemudian dia dorong juga saudara Irma untuk  melakukan aktivitas agar aliran darahnya cepat,&quot; tambahnya.
Tim kuasa hukum Irma juga merasa bahwa pihak penyelenggara acara,  grup musik, dan lainnya, cenderung mengangkat tangan usai mengetahui  Irma sudah meninggal dunia. &quot;Ada juga dugaan bahwa ini disengaja karena  saudari Irma Bule dibawa ke rumah sakit dab tidak ada lagi yang  bertanggung jawab dari pemangku hajat, grup musik, dan lain-lain.  Seolah-olah mereka menaruh saja jasadnya di sana, dan (keluarga) disuruh  urus sendiri,&quot; ujar Anom.
Tim kuasa hukum Irma juga akan mendesak pihak kepolisian Karawang  agar mengusut tuntas kasus kematian Irma sekaligus menetapkan tersangka.  &quot;Dari beberapa unsur itu, kami melihat&amp;nbsp; sangat kuat sekali ada dugaan  pembunuhan berencana dalam peristiwa ini. Makanya nanti kami akan desak  pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini, untuk menetapkan  tersangkanya,&quot; pungkas Anom.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Tim kuasa hukum Irma Bule berencana  melaporkan kematian Irma kepada kepolisian. Pasalnya, kematian Irma  akibat dipatuk ular diduga sengaja diatur oleh orang-orang yang  menyelenggarakan acara.
Raidin Anom selaku perwakilan dari tim kuasa hukum Irma Bule  menyatakan bahwa hingga kini, ia sudah mengantongi tiga kejanggalan dari  kematian Irma. &quot;Yang pertama, apa yang patut kami duga bahwa ada  perencanaan adalah, ketika pada tanggal 3 April 2016, jam 13.30 siang,  saudari Irma dijemput oleh seseorang yang tidak diketahui statusnya  siapa. Dia menjemput ke rumah saudari Irma, tidak minta izin, tidak juga  memperkenalkan diri,&quot; ujar Anom dalam konferensi pers di kantor Komisi  Nasional Perlindungan Anak, Jakarta, hari ini (25/4/2016), bersama suami  Irma. Andri.
(Baca juga: Suami Irma Bule Mengadu ke Komnas Perlindungan Anak)
&quot;Yang kedua, ketika kejadian almarhumah dipatok oleh king kobra, itu  tepat jam 21.15. Setelah dipatok itu tim dari pemangku hajat maupun tim  grup musik, tetap ingin melanjutkan dan menyuruh saudari Irma,  menyelesaikan dua lagu lagi,&quot; sambung Anom.
&quot;Yang ketiga, ketika dipatok ular mestinya seorang pawang ataupun  spesialis ular di sana mengikat di atas gigitan, guna menghambat rancun  naik ke jantung. Tapi ini sepertinya ada unsur kesengajaan. Dia dorong  racun itu naik keatas, kemudian dia dorong juga saudara Irma untuk  melakukan aktivitas agar aliran darahnya cepat,&quot; tambahnya.
Tim kuasa hukum Irma juga merasa bahwa pihak penyelenggara acara,  grup musik, dan lainnya, cenderung mengangkat tangan usai mengetahui  Irma sudah meninggal dunia. &quot;Ada juga dugaan bahwa ini disengaja karena  saudari Irma Bule dibawa ke rumah sakit dab tidak ada lagi yang  bertanggung jawab dari pemangku hajat, grup musik, dan lain-lain.  Seolah-olah mereka menaruh saja jasadnya di sana, dan (keluarga) disuruh  urus sendiri,&quot; ujar Anom.
Tim kuasa hukum Irma juga akan mendesak pihak kepolisian Karawang  agar mengusut tuntas kasus kematian Irma sekaligus menetapkan tersangka.  &quot;Dari beberapa unsur itu, kami melihat&amp;nbsp; sangat kuat sekali ada dugaan  pembunuhan berencana dalam peristiwa ini. Makanya nanti kami akan desak  pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini, untuk menetapkan  tersangkanya,&quot; pungkas Anom.
</content:encoded></item></channel></rss>
