<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak-Anak Mendiang Irma Bule Alami Trauma </title><description>Arist Merdeka Sirait, selaku ketua dari Komnas Perlindungan  Anak,  menyatakan bahwa anak pertama Irma, sudah mulai menunjukkan  trauma.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/25/33/1372120/anak-anak-mendiang-irma-bule-alami-trauma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/25/33/1372120/anak-anak-mendiang-irma-bule-alami-trauma"/><item><title>Anak-Anak Mendiang Irma Bule Alami Trauma </title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/25/33/1372120/anak-anak-mendiang-irma-bule-alami-trauma</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2016/04/25/33/1372120/anak-anak-mendiang-irma-bule-alami-trauma</guid><pubDate>Senin 25 April 2016 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Ika Aldida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/25/33/1372120/anak-anak-mendiang-irma-bule-alami-trauma-0I54GQZpgI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Irma Bule (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/25/33/1372120/anak-anak-mendiang-irma-bule-alami-trauma-0I54GQZpgI.jpg</image><title>Irma Bule (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Suami Irma Bule, Andri, mengunjungi kantor Komisi  Nasional Perlindungan Anak hari ini (25/4/2016). Hal tersebut dilakukan dengan upaya melindungi ketiga anaknya, dari trauma setelah kehilangan  ibu mereka, dalam insiden terpatuk ular.
Arist Merdeka Sirait, selaku ketua dari Komnas Perlindungan  Anak, menyatakan bahwa anak pertama Irma, sudah mulai menunjukkan  trauma. Terlebih, ketika mendengar sang ayah berkonsultasi mengenai kematian  Irma. Meski Arist tidak secara langsung bertanya kepada anak pertama  Irma, ia sudah bisa menebak, bahwa anak tersebut kini membutuhkan  perhatian yang lebih akibat trauma yang dihadapi.
&quot;Paling tidak karena kami bercerita tadi, anaknya yang  besar ini tahu persis apa yang sedang terjadi. Saya tidak langsung  melakukan dialog verbal. Namun, dia mendengarkan percakapan kami, itu dia  sudah mengeluarkan air mata. Anak ini sudah tahu bahwa ibunya meninggal  terpatok ular. Namun, sepertinya belum percaya karena masih nanya kapan  pulang kerjanya. Dan itu yang menjadi perhatian kita,&quot; ujar Arist.
Lebih lanjut Komnas perlindungan anak akan memberikan  terapi kepada ketiga anak almarhumah Irma Bule untuk memulihkan keadaan  mereka. Namun lamanya proses pemulihan tersebut tergantung kepada  kondisi ketiga anak tersebut.
&quot;Tergantung kesiapan dari korban. Kasiapan dari anak itu.  Bisa satu bulan, bisa dua bulan, bisa satu tahun, bahkan bisa juga  sulit. Kita saat ini sedang menginterview dibelakang untuk menentukan  nanti terapinya akan berbentuk apa. Apakah klinik atau non klinik, atau  lewat bermain dan sebagainya. Tapi memang harus dibawa sambil bermain,&quot;  tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Suami Irma Bule, Andri, mengunjungi kantor Komisi  Nasional Perlindungan Anak hari ini (25/4/2016). Hal tersebut dilakukan dengan upaya melindungi ketiga anaknya, dari trauma setelah kehilangan  ibu mereka, dalam insiden terpatuk ular.
Arist Merdeka Sirait, selaku ketua dari Komnas Perlindungan  Anak, menyatakan bahwa anak pertama Irma, sudah mulai menunjukkan  trauma. Terlebih, ketika mendengar sang ayah berkonsultasi mengenai kematian  Irma. Meski Arist tidak secara langsung bertanya kepada anak pertama  Irma, ia sudah bisa menebak, bahwa anak tersebut kini membutuhkan  perhatian yang lebih akibat trauma yang dihadapi.
&quot;Paling tidak karena kami bercerita tadi, anaknya yang  besar ini tahu persis apa yang sedang terjadi. Saya tidak langsung  melakukan dialog verbal. Namun, dia mendengarkan percakapan kami, itu dia  sudah mengeluarkan air mata. Anak ini sudah tahu bahwa ibunya meninggal  terpatok ular. Namun, sepertinya belum percaya karena masih nanya kapan  pulang kerjanya. Dan itu yang menjadi perhatian kita,&quot; ujar Arist.
Lebih lanjut Komnas perlindungan anak akan memberikan  terapi kepada ketiga anak almarhumah Irma Bule untuk memulihkan keadaan  mereka. Namun lamanya proses pemulihan tersebut tergantung kepada  kondisi ketiga anak tersebut.
&quot;Tergantung kesiapan dari korban. Kasiapan dari anak itu.  Bisa satu bulan, bisa dua bulan, bisa satu tahun, bahkan bisa juga  sulit. Kita saat ini sedang menginterview dibelakang untuk menentukan  nanti terapinya akan berbentuk apa. Apakah klinik atau non klinik, atau  lewat bermain dan sebagainya. Tapi memang harus dibawa sambil bermain,&quot;  tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
