<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Chelsea Islan Dipuji Aktor Jepang</title><description>Kemampuan akting Chelsea Islan patut diacungi jempol. Bahkan, akting Chelsea mendapat pujian dari aktor asal Jepang, Shu Watanabe.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/30/206/1349781/chelsea-islan-dipuji-aktor-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/30/206/1349781/chelsea-islan-dipuji-aktor-jepang"/><item><title>Chelsea Islan Dipuji Aktor Jepang</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/30/206/1349781/chelsea-islan-dipuji-aktor-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/30/206/1349781/chelsea-islan-dipuji-aktor-jepang</guid><pubDate>Rabu 30 Maret 2016 23:44 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/30/206/1349781/chelsea-islan-dipuji-aktor-jepang-2fKX7rEsNW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chelsea Island (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/30/206/1349781/chelsea-islan-dipuji-aktor-jepang-2fKX7rEsNW.jpg</image><title>Chelsea Island (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA- Aktris Chelsea Islan bangga mendapat kesempatan beradu akting dengan  aktor asal Jepang, Shu Watanabe, lewat serial When You Wish Upon A  Sakura. FTV tersebut merupakan hasil kolaborasi sineas Jepang-Indonesia di bawah naungan  rumah produksi Indonesia DNA dan Fuji Television.  Shu Watanabe merupakan aktor Jepang berpengalaman di dunia akting.  Namanya dikenal lewat perannya sebagai Kamen Raider 000 atau populer  dengan serial Ksatria Baja Hitam . Tak he ran jika Chelsea yang  kelahiran Washington, Amerika Serikat, 2 Juni 1995 ini, terkesan bisa  dipercaya bekerja sama. &amp;ldquo;Ini keterlibatan perdana saya dalam produksi  internasional.   Baik aku maupun Shu (Watanabe) menjadi duta bagi kedua negara,&amp;rdquo; kata  Chelsea seusai jumpa pers serial When You Wish Upon A Sakura di Aruba,  Pasaraya, Blok M, Jakarta, belum lama ini. Bintang film Di Balik 98 ini  mendapat banyak pelajaran dari penampilannya bersama Shu, termasuk juga  penggarap FTV berdurasi 90 menit ini yang mulai disiarkan pada 25-26  April 2016 setiap pukul 21.00 WIB.   Serial ini hadir di saluran televisi jaringan Waku Waku Japan yang  ditayangkan Indovision. Salah satu pengalaman yang didapat Chelsea dari  tim asal Jepang adalah profesionalisme saat bekerja. Menurut dia, sineas  Jepang, baik aktor, aktris, sutradara, maupun kru film terkenal  disiplin dan sangat menghargai waktu. Chelsea mencontohkan, sebelum  syuting, mereka lebih dulu melakukan latihan per adegan.   Saat istirahat, para aktornya pun fokus membaca naskah. &amp;ldquo;Berkolaborasi  dengan Shu dan sineas Jepang memberi pengalaman dan aku banyak belajar  menjadi pemain yang lebih profesional dan disiplin, serta dedikasi dalam  seni peran. Karena di Jepang, kita harus on time dan enggak bisa telat  semenit pun,&amp;rdquo; tutur peraih Actress of The Year di ajang Indonesian  Choice Awards 2015 ini.   Selain belajar profesional sebagai aktris, selama proses syuting,  Chelsea dan Shu membangun chemistry dengan cara menarik. Mereka saling  bercerita tentang kebudayaan masing-masing. &amp;ldquo;Kami sering bertukar  pikiran mengenai budaya. Saya sering bilang pakai batik dong, makan  gudeg dong, dan Shu doyan makan gudeg,&amp;rdquo; ujarnya.   K ebetulan proses syuting When You Wish Upon A Sakura banyak mengambil  adegan di Yogyakarta sehingga Chelsea lebih mudah mengajak Shu makan  gudeg serta memperkenalkan tempattempat wisata asli Indonesia. Beberapa  adegan juga diambil di Jepang. Shu pun tak sungkan memuji lawan mainnya  itu.   Bahkan, Shu terpukau dengan totalitas dan profesional, serta keramahan  Chelsea. &amp;ldquo;Saya salut dengan totalitasnya saat berperan di depan kamera,  di mana kekuatannya di mata. Tatapannya membuat kita seakan tersihir  dengan apa yang dikatakannya meski itu hanyalah dirasakannya sebagai  aktor dalam serial televisi. Karena begitu kamera off , dia (Chelsea)  kembali menjadi perempuan lugu dan cantik sesuai usia.   Itu yang bikin saya tertarik dengan Chelsea,&amp;rdquo; ucap Shu. Dalam serial  ini, Shu Watanabe berperan sebagai Ryo Ikagawa, editor komik anak-anak  di Jepang. Adapun Chelsea mendalami peran Elliana Saraswati, wanita asal  Yogyakarta yang mempunyai keinginan pergi ke Jepang hingga bertemu pria  asal Negeri Sakura, Ryo Igawa (Shu Watanbe) dan mereka terlibat asmara.</description><content:encoded>JAKARTA- Aktris Chelsea Islan bangga mendapat kesempatan beradu akting dengan  aktor asal Jepang, Shu Watanabe, lewat serial When You Wish Upon A  Sakura. FTV tersebut merupakan hasil kolaborasi sineas Jepang-Indonesia di bawah naungan  rumah produksi Indonesia DNA dan Fuji Television.  Shu Watanabe merupakan aktor Jepang berpengalaman di dunia akting.  Namanya dikenal lewat perannya sebagai Kamen Raider 000 atau populer  dengan serial Ksatria Baja Hitam . Tak he ran jika Chelsea yang  kelahiran Washington, Amerika Serikat, 2 Juni 1995 ini, terkesan bisa  dipercaya bekerja sama. &amp;ldquo;Ini keterlibatan perdana saya dalam produksi  internasional.   Baik aku maupun Shu (Watanabe) menjadi duta bagi kedua negara,&amp;rdquo; kata  Chelsea seusai jumpa pers serial When You Wish Upon A Sakura di Aruba,  Pasaraya, Blok M, Jakarta, belum lama ini. Bintang film Di Balik 98 ini  mendapat banyak pelajaran dari penampilannya bersama Shu, termasuk juga  penggarap FTV berdurasi 90 menit ini yang mulai disiarkan pada 25-26  April 2016 setiap pukul 21.00 WIB.   Serial ini hadir di saluran televisi jaringan Waku Waku Japan yang  ditayangkan Indovision. Salah satu pengalaman yang didapat Chelsea dari  tim asal Jepang adalah profesionalisme saat bekerja. Menurut dia, sineas  Jepang, baik aktor, aktris, sutradara, maupun kru film terkenal  disiplin dan sangat menghargai waktu. Chelsea mencontohkan, sebelum  syuting, mereka lebih dulu melakukan latihan per adegan.   Saat istirahat, para aktornya pun fokus membaca naskah. &amp;ldquo;Berkolaborasi  dengan Shu dan sineas Jepang memberi pengalaman dan aku banyak belajar  menjadi pemain yang lebih profesional dan disiplin, serta dedikasi dalam  seni peran. Karena di Jepang, kita harus on time dan enggak bisa telat  semenit pun,&amp;rdquo; tutur peraih Actress of The Year di ajang Indonesian  Choice Awards 2015 ini.   Selain belajar profesional sebagai aktris, selama proses syuting,  Chelsea dan Shu membangun chemistry dengan cara menarik. Mereka saling  bercerita tentang kebudayaan masing-masing. &amp;ldquo;Kami sering bertukar  pikiran mengenai budaya. Saya sering bilang pakai batik dong, makan  gudeg dong, dan Shu doyan makan gudeg,&amp;rdquo; ujarnya.   K ebetulan proses syuting When You Wish Upon A Sakura banyak mengambil  adegan di Yogyakarta sehingga Chelsea lebih mudah mengajak Shu makan  gudeg serta memperkenalkan tempattempat wisata asli Indonesia. Beberapa  adegan juga diambil di Jepang. Shu pun tak sungkan memuji lawan mainnya  itu.   Bahkan, Shu terpukau dengan totalitas dan profesional, serta keramahan  Chelsea. &amp;ldquo;Saya salut dengan totalitasnya saat berperan di depan kamera,  di mana kekuatannya di mata. Tatapannya membuat kita seakan tersihir  dengan apa yang dikatakannya meski itu hanyalah dirasakannya sebagai  aktor dalam serial televisi. Karena begitu kamera off , dia (Chelsea)  kembali menjadi perempuan lugu dan cantik sesuai usia.   Itu yang bikin saya tertarik dengan Chelsea,&amp;rdquo; ucap Shu. Dalam serial  ini, Shu Watanabe berperan sebagai Ryo Ikagawa, editor komik anak-anak  di Jepang. Adapun Chelsea mendalami peran Elliana Saraswati, wanita asal  Yogyakarta yang mempunyai keinginan pergi ke Jepang hingga bertemu pria  asal Negeri Sakura, Ryo Igawa (Shu Watanbe) dan mereka terlibat asmara.</content:encoded></item></channel></rss>
