<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SM*SH Berusaha Bangkit Demi Fans</title><description>Tenggelamnya tren boyband Indonesia ikut dirasakan dampaknya oleh SM*SH.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/21/205/1342112/sm-sh-berusaha-bangkit-demi-fans</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/21/205/1342112/sm-sh-berusaha-bangkit-demi-fans"/><item><title>SM*SH Berusaha Bangkit Demi Fans</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/21/205/1342112/sm-sh-berusaha-bangkit-demi-fans</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/21/205/1342112/sm-sh-berusaha-bangkit-demi-fans</guid><pubDate>Senin 21 Maret 2016 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rima Wahyuningrum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/21/205/1342112/sm-sh-berusaha-bangkit-demi-fans-70eTf8r0RF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personel SM*SH, Rangga Moela. (Foto: Rima/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/21/205/1342112/sm-sh-berusaha-bangkit-demi-fans-70eTf8r0RF.jpg</image><title>Personel SM*SH, Rangga Moela. (Foto: Rima/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tenggelamnya tren boyband Indonesia ikut dirasakan dampaknya oleh SM*SH. Boyband beranggotakan tujuh personel itu mengalami kesulitan dalam penjualan album, sehingga mereka memilih untuk berjalan dengan karier masing-masing.
Hal itu diungkapkan salah satu personelnya, Rangga Moela. Menurut Rangga, grupnya sudah tak lagi masuk dalam tren musik saat ini. &quot;Yang pasti lihat trennya. Sekarang kan juga bukan eranya boyband. Melihat pasar penjualan CD fisik juga sangat susah sekarang dan personil SM*SH pun sudah punya kegiatan masing-masing,&amp;rdquo; kata Rangga saat ditemui dalam sebuah acara di Jakarta Utara pada Senin (21/3/2016).
Meski begitu, penyanyi asal Bandung ini menjelaskan bahwa mereka tetap berusaha untuk kembali menyajikan musik, di tengah padatnya aktivitas individu. Pasalnya, para Smashblast (sebutan fans SM*SH) kerap mengungkapkan rasa rindu mereka melalui media sosial Twitter, yang menjadi populer sebagai bentuk dukungan.   &quot;Kalau Smashblast sendiri sih sangat mendukung. Terbukti dengan hastag di Twitter yang selalu jadi Trending Topic dengan #KANGENSMASH atau #TANYASMASH. Jadi, ya tiap hari juga banyak banget yang bilang 'aduh kapan bikin single atau album baru lagi ya?' Sejauh ini kita tetap terus berusaha, tapi ya memang belum terealisasi,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tenggelamnya tren boyband Indonesia ikut dirasakan dampaknya oleh SM*SH. Boyband beranggotakan tujuh personel itu mengalami kesulitan dalam penjualan album, sehingga mereka memilih untuk berjalan dengan karier masing-masing.
Hal itu diungkapkan salah satu personelnya, Rangga Moela. Menurut Rangga, grupnya sudah tak lagi masuk dalam tren musik saat ini. &quot;Yang pasti lihat trennya. Sekarang kan juga bukan eranya boyband. Melihat pasar penjualan CD fisik juga sangat susah sekarang dan personil SM*SH pun sudah punya kegiatan masing-masing,&amp;rdquo; kata Rangga saat ditemui dalam sebuah acara di Jakarta Utara pada Senin (21/3/2016).
Meski begitu, penyanyi asal Bandung ini menjelaskan bahwa mereka tetap berusaha untuk kembali menyajikan musik, di tengah padatnya aktivitas individu. Pasalnya, para Smashblast (sebutan fans SM*SH) kerap mengungkapkan rasa rindu mereka melalui media sosial Twitter, yang menjadi populer sebagai bentuk dukungan.   &quot;Kalau Smashblast sendiri sih sangat mendukung. Terbukti dengan hastag di Twitter yang selalu jadi Trending Topic dengan #KANGENSMASH atau #TANYASMASH. Jadi, ya tiap hari juga banyak banget yang bilang 'aduh kapan bikin single atau album baru lagi ya?' Sejauh ini kita tetap terus berusaha, tapi ya memang belum terealisasi,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
