<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TERHEBOH: Eko Seniman Asal Jogja yang Mendunia</title><description>Eko Nugroho, seniman asal Yogyakarta mencatat prestasi yang luar biasa. Karya Eko kini mendunia karena desainnya dipakai Louis Vuitton.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/09/33/1331342/terheboh-eko-seniman-asal-jogja-yang-mendunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/09/33/1331342/terheboh-eko-seniman-asal-jogja-yang-mendunia"/><item><title>TERHEBOH: Eko Seniman Asal Jogja yang Mendunia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/09/33/1331342/terheboh-eko-seniman-asal-jogja-yang-mendunia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2016/03/09/33/1331342/terheboh-eko-seniman-asal-jogja-yang-mendunia</guid><pubDate>Rabu 09 Maret 2016 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/09/33/1331342/terheboh-eko-seniman-asal-jogja-yang-mendunia-PrdA0OgSrY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Eko Nugroho (Foto: Markus/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/09/33/1331342/terheboh-eko-seniman-asal-jogja-yang-mendunia-PrdA0OgSrY.jpg</image><title>Eko Nugroho (Foto: Markus/Okezone)</title></images><description>
YOGYAKARTA - Nama Eko Nugroho mungkin belum dikenal  bagi masyarakat luas. Namun seniman yang memiliki studio di Dusun  Plurugan RT 11 RW 10 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul ini sudah mencatat  prestasi yang luar biasa.
Ya, desainnya digunakan  merek fashion dunia Louis Vuitton. Bahkan,  Presiden Joko Widodo menyebutkan Syal karya Eko berjudul Republic Tropis  bernilai mencapai US$ 1.000 perhelai.
Eko menceritakan tahun 2011 dan 15 silam diundang pameran di gerai  Louis Vuitton, Perancis. Setahun kemudian, ia kembali diundang  berpameran di Museum of Modern Art Perancis dalam Sam Art Project selama  lima bulan.
&quot;Akhir tahun 2012 dikontak desiner Louis Vuitton, lalu dilanjut  pertemuan di Hongkong untuk kerjasama. Saat itu ada tiga orang, Inggris,  Perancis dan satunya saya,&quot; paparnya.
Saat itu bisa disebut ia mewakili untuk desain asal Asia, saat itu  ada seniman asal Hongkong, namun desain darinya dipertimbangkan menjadi  Syal.
Menurut dia sebenarnya seniman Indonesia banyak yang karyanya bagus.  Namun reaksi dari pemerintah lamban sehingga banyak digunakan luar  negri.
&quot;Pemerintah dan masyarakat belum banyak tahu kalau sebenarnya potensi  seniman lokal kita tinggi. Tapi belum banyak diperhatikan,&quot; tuturnya.
Eko mengaku memiliki darah seni sejak kecil. Sejak umur 5 tahun  dirinya sering menggambar di tembok dan buku pelajaran, Saat SMP bakat  seninya kembali muncul dan uk ke Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) pada  1993. Setelah dari SMSR orang tuanya yang hanya loper koran, tidak mampu  membiayainya kuliah.
Saat itu dirinya mendapatkan hadiah dari kompetisi menggambar. Uangya  digunakan mendaftar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia pun  aktif mengirim gambar ke koran mingguan di Yogyakarta. &quot;Honornya untuk  biaya kuliah. Juga mengurus beasiswa agar tetap bisa berkuliah,&quot;  katanya.
Awal tahun 2000-an bersama temannya meencetak komik underground  daging tumbuh (DGTMB) Bentuknya fotokopian, dan hanya dicetak 50  eksemplar pada edisi pertama. Sampai saat ini sudah edisi 16.
&quot;Ada sekitar 200 halaman tiap edisi,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>
YOGYAKARTA - Nama Eko Nugroho mungkin belum dikenal  bagi masyarakat luas. Namun seniman yang memiliki studio di Dusun  Plurugan RT 11 RW 10 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul ini sudah mencatat  prestasi yang luar biasa.
Ya, desainnya digunakan  merek fashion dunia Louis Vuitton. Bahkan,  Presiden Joko Widodo menyebutkan Syal karya Eko berjudul Republic Tropis  bernilai mencapai US$ 1.000 perhelai.
Eko menceritakan tahun 2011 dan 15 silam diundang pameran di gerai  Louis Vuitton, Perancis. Setahun kemudian, ia kembali diundang  berpameran di Museum of Modern Art Perancis dalam Sam Art Project selama  lima bulan.
&quot;Akhir tahun 2012 dikontak desiner Louis Vuitton, lalu dilanjut  pertemuan di Hongkong untuk kerjasama. Saat itu ada tiga orang, Inggris,  Perancis dan satunya saya,&quot; paparnya.
Saat itu bisa disebut ia mewakili untuk desain asal Asia, saat itu  ada seniman asal Hongkong, namun desain darinya dipertimbangkan menjadi  Syal.
Menurut dia sebenarnya seniman Indonesia banyak yang karyanya bagus.  Namun reaksi dari pemerintah lamban sehingga banyak digunakan luar  negri.
&quot;Pemerintah dan masyarakat belum banyak tahu kalau sebenarnya potensi  seniman lokal kita tinggi. Tapi belum banyak diperhatikan,&quot; tuturnya.
Eko mengaku memiliki darah seni sejak kecil. Sejak umur 5 tahun  dirinya sering menggambar di tembok dan buku pelajaran, Saat SMP bakat  seninya kembali muncul dan uk ke Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) pada  1993. Setelah dari SMSR orang tuanya yang hanya loper koran, tidak mampu  membiayainya kuliah.
Saat itu dirinya mendapatkan hadiah dari kompetisi menggambar. Uangya  digunakan mendaftar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia pun  aktif mengirim gambar ke koran mingguan di Yogyakarta. &quot;Honornya untuk  biaya kuliah. Juga mengurus beasiswa agar tetap bisa berkuliah,&quot;  katanya.
Awal tahun 2000-an bersama temannya meencetak komik underground  daging tumbuh (DGTMB) Bentuknya fotokopian, dan hanya dicetak 50  eksemplar pada edisi pertama. Sampai saat ini sudah edisi 16.
&quot;Ada sekitar 200 halaman tiap edisi,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
