<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sastrawan Leon Agusta Meninggal Dunia</title><description>Sastrawan terkenal Leon Agusta tutup usia pada hari ini, pukul 16.20 WIB di Padang, Sumatera Barat.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2015/12/10/33/1265076/sastrawan-leon-agusta-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2015/12/10/33/1265076/sastrawan-leon-agusta-meninggal-dunia"/><item><title>Sastrawan Leon Agusta Meninggal Dunia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2015/12/10/33/1265076/sastrawan-leon-agusta-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2015/12/10/33/1265076/sastrawan-leon-agusta-meninggal-dunia</guid><pubDate>Kamis 10 Desember 2015 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Alan Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/10/33/1265076/sastrawan-leon-agusta-meninggal-dunia-ICydFfXNnd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Leon Agusta (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/10/33/1265076/sastrawan-leon-agusta-meninggal-dunia-ICydFfXNnd.jpg</image><title>Leon Agusta (Foto: Twitter)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia kembali kehilangan satu putra terbaik dalam bidang sastra. Satrawan terkenal, Leon Agusta meninggal dunia pada hari ini pukul 16.20 WIB di Padang, Sumatera Barat di usia 77 tahun.

Hal ini tersiar lewat salah satu postingan Paul Agusta, anak dari Leon Agusta.

&quot;Terima kasih untuk semua kata belasungkawa dan doanya. It touches us to see how many lives our Father touched. Maaf tak bisa balas satu-satu,&quot; ucap Paul dalam akun Twitternya, Kamis (10/12/2015).

Almarhum berada di rumah duka Jalan Raya Padang-Painan, Pasar Teluk Kabung Tengah RT 001 RW 001 No 49 Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat. Rencananya pada Jumat 12 Desember selepas salat jumat, almarhum akan dikebumikan.

Ucapan duka pun datang dari para kerabat Leon, baik dari kalangan seniman ataupun masyarakat umum. Aktris Djenar Maesa Ayu turut memberikan ucapan duka.

&quot;Selamat jalan Leon Agusta.Kendati tak ada jam dinding di sana,di sini kami selalu mengingat dan mendengar detaknya,&quot; kicau Djenar dalam akun pribadinya.

Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatera Barat, 5 Agustus 1938. Ia pernah menjadi guru SGB Bengkalis (1959), pemimpin Bengkel Teater Padang (1972), dan anggota Dewan Kesenian Jakarta. Ia mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1976-1977 kemudian menerbitkan sebuah kumpulan puisi berjudul Di Sudut-sudut New York Itu (1977) dan sebagian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Salah satu karyanya adalah Hukla kumpulan puisi (1979), Berkemah dengan Putri, Bangau kumpulan puisi anak-anak (1981), Hedona dan Masochi kumpulan cerpen (1984). (aln)
</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia kembali kehilangan satu putra terbaik dalam bidang sastra. Satrawan terkenal, Leon Agusta meninggal dunia pada hari ini pukul 16.20 WIB di Padang, Sumatera Barat di usia 77 tahun.

Hal ini tersiar lewat salah satu postingan Paul Agusta, anak dari Leon Agusta.

&quot;Terima kasih untuk semua kata belasungkawa dan doanya. It touches us to see how many lives our Father touched. Maaf tak bisa balas satu-satu,&quot; ucap Paul dalam akun Twitternya, Kamis (10/12/2015).

Almarhum berada di rumah duka Jalan Raya Padang-Painan, Pasar Teluk Kabung Tengah RT 001 RW 001 No 49 Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat. Rencananya pada Jumat 12 Desember selepas salat jumat, almarhum akan dikebumikan.

Ucapan duka pun datang dari para kerabat Leon, baik dari kalangan seniman ataupun masyarakat umum. Aktris Djenar Maesa Ayu turut memberikan ucapan duka.

&quot;Selamat jalan Leon Agusta.Kendati tak ada jam dinding di sana,di sini kami selalu mengingat dan mendengar detaknya,&quot; kicau Djenar dalam akun pribadinya.

Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatera Barat, 5 Agustus 1938. Ia pernah menjadi guru SGB Bengkalis (1959), pemimpin Bengkel Teater Padang (1972), dan anggota Dewan Kesenian Jakarta. Ia mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1976-1977 kemudian menerbitkan sebuah kumpulan puisi berjudul Di Sudut-sudut New York Itu (1977) dan sebagian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Salah satu karyanya adalah Hukla kumpulan puisi (1979), Berkemah dengan Putri, Bangau kumpulan puisi anak-anak (1981), Hedona dan Masochi kumpulan cerpen (1984). (aln)
</content:encoded></item></channel></rss>
