<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagu Sam Smith Paling Menyedihkan</title><description>Sam Smith merilis lagu berjudul Drowning Shadow, yang ia sebut sebagai &amp;ldquo;lagu paling sedih yang pernah aku tulis.&amp;rdquo;</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2015/11/04/205/1243285/lagu-sam-smith-paling-menyedihkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2015/11/04/205/1243285/lagu-sam-smith-paling-menyedihkan"/><item><title>Lagu Sam Smith Paling Menyedihkan</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2015/11/04/205/1243285/lagu-sam-smith-paling-menyedihkan</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2015/11/04/205/1243285/lagu-sam-smith-paling-menyedihkan</guid><pubDate>Rabu 04 November 2015 09:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/04/205/1243285/lagu-sam-smith-paling-menyedihkan-EiIYeBU9XO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sam Smith. (Foto: Rolling Stone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/04/205/1243285/lagu-sam-smith-paling-menyedihkan-EiIYeBU9XO.jpg</image><title>Sam Smith. (Foto: Rolling Stone)</title></images><description>LONDON- Sam Smith merilis lagu berjudul Drowning Shadow, sebuah balada menyentuh nan elegan yang ia sebut sebagai &amp;ldquo;lagu paling sedih yang pernah aku tulis.&amp;rdquo; Peraih Grammy Award tersebut membeberkannya saat peluncuran lagu Selasa (3/11/2015).
Lagu tersebut dapat didengar dalam pada album terbarunya yang akan dirilis 6 November mendatang, berjudul &amp;ldquo;In the Lonely Hour&amp;rdquo;. Rupanya, Smith menulis lagu tersebut jauh sebelum hits Stay With Me dan I&amp;rsquo;m Not the Only One, namun ia mengaku tidak pernah menemukan aransemen yang pas sehingga tetap menyimpannya selama ini.
&amp;ldquo;Aku selalu menyukai lagu ini, namun sesuatu tidak berjalan lancar dalam produksi ketika kita mencoba berbagai aransemen,&amp;rdquo; katanya. &amp;ldquo;Aku memikirkan lagu tersebut belakangan ini dan memikirkan untuk mengemas ulang, dan kami berhasil dengan versi piano.&amp;rdquo;
Uniknya, ia terinspirasi membuat lagu ini saat taksi yang membawanya dari studio rekaman tiba di sebuah persimpangan jalan. &amp;ldquo;Salah satunya jalan menuju klub gay yang biasa aku datangi, sedangkan jalan lainnya adalah jalan pulang menuju rumah,&amp;rdquo; ujarnya dalam wawancara dengan Beats1, yang dilansir Rolling Stone.
&amp;ldquo;Aku menulis album ini saat aku seperti sedang berada di sebuah tempat sepi dan sedih, yang beberapa kali memaksaku memilih. Liriknya adalah, &amp;lsquo;Do I go home for nothing or stay out for more?&amp;rsquo;.&amp;rdquo;
Pelantun lagu Writing&amp;rsquo;s On the Wall yang menjadi soundtrack film James Bond terbaru Spcetre ini juga menegaskan akan menjalani hidup normalnya untuk setahun ke depan dan tak akan menggelar tur untuk album &amp;ldquo;In the Lonely Hour&amp;rdquo;.</description><content:encoded>LONDON- Sam Smith merilis lagu berjudul Drowning Shadow, sebuah balada menyentuh nan elegan yang ia sebut sebagai &amp;ldquo;lagu paling sedih yang pernah aku tulis.&amp;rdquo; Peraih Grammy Award tersebut membeberkannya saat peluncuran lagu Selasa (3/11/2015).
Lagu tersebut dapat didengar dalam pada album terbarunya yang akan dirilis 6 November mendatang, berjudul &amp;ldquo;In the Lonely Hour&amp;rdquo;. Rupanya, Smith menulis lagu tersebut jauh sebelum hits Stay With Me dan I&amp;rsquo;m Not the Only One, namun ia mengaku tidak pernah menemukan aransemen yang pas sehingga tetap menyimpannya selama ini.
&amp;ldquo;Aku selalu menyukai lagu ini, namun sesuatu tidak berjalan lancar dalam produksi ketika kita mencoba berbagai aransemen,&amp;rdquo; katanya. &amp;ldquo;Aku memikirkan lagu tersebut belakangan ini dan memikirkan untuk mengemas ulang, dan kami berhasil dengan versi piano.&amp;rdquo;
Uniknya, ia terinspirasi membuat lagu ini saat taksi yang membawanya dari studio rekaman tiba di sebuah persimpangan jalan. &amp;ldquo;Salah satunya jalan menuju klub gay yang biasa aku datangi, sedangkan jalan lainnya adalah jalan pulang menuju rumah,&amp;rdquo; ujarnya dalam wawancara dengan Beats1, yang dilansir Rolling Stone.
&amp;ldquo;Aku menulis album ini saat aku seperti sedang berada di sebuah tempat sepi dan sedih, yang beberapa kali memaksaku memilih. Liriknya adalah, &amp;lsquo;Do I go home for nothing or stay out for more?&amp;rsquo;.&amp;rdquo;
Pelantun lagu Writing&amp;rsquo;s On the Wall yang menjadi soundtrack film James Bond terbaru Spcetre ini juga menegaskan akan menjalani hidup normalnya untuk setahun ke depan dan tak akan menggelar tur untuk album &amp;ldquo;In the Lonely Hour&amp;rdquo;.</content:encoded></item></channel></rss>
