<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musisi Reggae Kritik Pemerintah lewat Album</title><description>sejumlah musisi reggae yang tergabung dalam Seniman Bulungan  mengeluarkan album anyar &quot;Akulah Sejarah&quot; yang lagunya bernuansa kritik.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2015/08/26/205/1202562/musisi-reggae-kritik-pemerintah-lewat-album</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2015/08/26/205/1202562/musisi-reggae-kritik-pemerintah-lewat-album"/><item><title>Musisi Reggae Kritik Pemerintah lewat Album</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2015/08/26/205/1202562/musisi-reggae-kritik-pemerintah-lewat-album</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2015/08/26/205/1202562/musisi-reggae-kritik-pemerintah-lewat-album</guid><pubDate>Rabu 26 Agustus 2015 02:40 WIB</pubDate><dc:creator>Edi Hardian </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/26/205/1202562/musisi-reggae-kritik-pemerintah-lewat-album-YKs65j5f7h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tony Q (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/26/205/1202562/musisi-reggae-kritik-pemerintah-lewat-album-YKs65j5f7h.jpg</image><title>Tony Q (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ada banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, mulai dari demonstrasi, diskusi, hingga kritik lewat lagu.
&amp;nbsp;
Hal senada juga ditunjukkan oleh para musisi reggae yang juga menyampaikan aspirasi dan kritik lewat karya.
&amp;nbsp;
Adalah sejumlah musisi reggae yang tergabung dalam Seniman Bulungan mengeluarkan album anyar &quot;Akulah Sejarah&quot;. Album ini berisi sembilan lagu bernuansa kritik.
&amp;nbsp;
&quot;Pembangunan mental dan budaya terabaikan. Itu sebabnya seniman dan musisi perlu menyampaikan sikap, nasionalisme mulai pudar,&quot; kata Tony Q saat konferensi pers di Gelanggang Remaja Bulungan, Blok M, Jakarta.
&amp;nbsp;
Sebagai seniman, tentu sebuah karya menjadi pilihan untuk menyampaikan aspirasi tanpa harus benar-benar turun ke jalan.
&amp;nbsp;
&quot;Kami lebih memilih membuat album Akulah Sejarah berisikan sembilan lagu bertemakan nasionalisme, seperti Peringatan Sumpah Pemuda, Akulah Sejarah, dan Dirgahayu Indonesia,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Selain Tony Q Rastafara yang merupakan dedengkot reggae Indonesia, terdapat sembilan musisi lainnya, yakni Ipang Lazuardi, Steven Jam, Riffy Putri, Njet Barmansyah, Yoyik Lembayik, Anies Saichu, Atoklobot, Teguh O Wijaya dan Amien Kamil yang turut andil dalam album bertajuk Akulah Sejarah sebagai sarana pengkritik pemerintah.</description><content:encoded>JAKARTA - Ada banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, mulai dari demonstrasi, diskusi, hingga kritik lewat lagu.
&amp;nbsp;
Hal senada juga ditunjukkan oleh para musisi reggae yang juga menyampaikan aspirasi dan kritik lewat karya.
&amp;nbsp;
Adalah sejumlah musisi reggae yang tergabung dalam Seniman Bulungan mengeluarkan album anyar &quot;Akulah Sejarah&quot;. Album ini berisi sembilan lagu bernuansa kritik.
&amp;nbsp;
&quot;Pembangunan mental dan budaya terabaikan. Itu sebabnya seniman dan musisi perlu menyampaikan sikap, nasionalisme mulai pudar,&quot; kata Tony Q saat konferensi pers di Gelanggang Remaja Bulungan, Blok M, Jakarta.
&amp;nbsp;
Sebagai seniman, tentu sebuah karya menjadi pilihan untuk menyampaikan aspirasi tanpa harus benar-benar turun ke jalan.
&amp;nbsp;
&quot;Kami lebih memilih membuat album Akulah Sejarah berisikan sembilan lagu bertemakan nasionalisme, seperti Peringatan Sumpah Pemuda, Akulah Sejarah, dan Dirgahayu Indonesia,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Selain Tony Q Rastafara yang merupakan dedengkot reggae Indonesia, terdapat sembilan musisi lainnya, yakni Ipang Lazuardi, Steven Jam, Riffy Putri, Njet Barmansyah, Yoyik Lembayik, Anies Saichu, Atoklobot, Teguh O Wijaya dan Amien Kamil yang turut andil dalam album bertajuk Akulah Sejarah sebagai sarana pengkritik pemerintah.</content:encoded></item></channel></rss>
