<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Magic Hour, Pesona Cinta Dimas Anggara - Michelle Ziudith</title><description>Dimas Anggara dan Michelle Ziudith kembali mempertontonkan kemesraan mereka di layar lebar.&amp;nbsp;</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2015/08/10/206/1193622/magic-hour-pesona-cinta-dimas-anggara-michelle-ziudith</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2015/08/10/206/1193622/magic-hour-pesona-cinta-dimas-anggara-michelle-ziudith"/><item><title>Magic Hour, Pesona Cinta Dimas Anggara - Michelle Ziudith</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2015/08/10/206/1193622/magic-hour-pesona-cinta-dimas-anggara-michelle-ziudith</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2015/08/10/206/1193622/magic-hour-pesona-cinta-dimas-anggara-michelle-ziudith</guid><pubDate>Senin 10 Agustus 2015 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Alan Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/10/206/1193622/magic-hour-pesona-cinta-dimas-anggara-michelle-ziudith-omO4p2luzs.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/10/206/1193622/magic-hour-pesona-cinta-dimas-anggara-michelle-ziudith-omO4p2luzs.jpg</image><title></title></images><description>
JAKARTA - Dimas Anggara dan Michelle Ziudith kembali beradu akting. Bukan sinetron, atau FTV, tetapi dua anak manusia ini beradu akting dalam film layar lebar berjudul Magic Hour.
Magic Hour adalah istilah dalam dunia fotografi dan sinematografi yang berarti waktu saat matahari terbit atau terbenam ketika langit berwarna jingga kemerahan mewarnai angkasa.
Keindahan waktu yang jarang ditemui itu menjadi judul dalam debutnya di dunia layar lebar. Kisah antara Dimas Anggara dan Michelle Ziudith dirasa cocok dengan transformasi waktu itu.
Kisah dimulai dari pertemuan tanpa sengaja antara Dimas (Dimas Anggara) dan Raina (Ziudith). Pertemuaan nahas keduanya yang membuat kisah cinta berlanjut. Syahdu dan penuh kejutan di waktu yang singkat tergambar jelas dalam kisah asmara Dimas dan Raina
Raina adalah seorang gadis cantik yatim piatu yang bekerja sebagai pengantar bunga di toko milik orangtua angkatnya. Kisah Raina berubah drastis saat bertemu dengan Dimas dalam kejadian yang tak pernah diinginkan.
Dimas seorang anak kaya raya, cuek dan apatis pun seperti menjelma menjadi Magic Hour, yang datang dengan penuh kejutan dan memberikan kisah hidup Raina semakin berwarna dan air mata.
Sifat cuek Dimas pun luntur kala berjuang untuk kehidupan Raina. Dua sejoli ini, sama-sama berjuang untuk membuktikan rasa cinta. Bukti yang ditunjukan pun tak tanggung-tanggung, salah satu dari mereka mendonorkan organ tubuh untuk keberlangsung hidupnya. Hal yang hanya bisa diketahui ketika menonton film ini.
Cinta bukanlah soal kesamaan, tetapi bagaimana sepasang kekasih bisa saling melengkapi demi satu tujuan, kebahagian. Itu ungkapan yang cocok melihat perjuangan Dimas dan Raina.
Kisah mereka tak semulus jalan sirkuit balap yang tanpa hambatan. Sebelum sama-sama berjuang demi kebahagian, kebimbangan pun dirasakan Raina yang menyukai hujan itu. Hatinya yang polos pernah disi oleh ketulusan cinta Toby (Rizky Nazar), sahabat baiknya sejak kecil.
Begitupun dengan Dimas, yang dipuja-puja setengah mati oleh Gweny (Nadya Arina), sahabat Raina yang tak lain anak dari orangtua angkatnya, pemilik toko bunga tempat ia bekerja. Kebimbangan dan galau setengah mati mereka rasakan. Ditambah sosok Anisa (Anisa Rahma) yang diam-diam mengidolakan Toby.
Bukan lagi kisah cinta segitiga, tetapi kisah cinta lima orang mengisi cerita Magic Hour. Tisa TS, penulis skenario ternama ini memang lihai membuat cerita sedih dan galau. Sutradara Asep Kusdinar mampu memvisualkan ide cerita menjadi tontonan yang membuat air mata berderai, bagi penonton yang menyukai film drama.
Pemilihan bintang utama, Dimas Anggara dan Michelle Ziudith adalah keputusan yang tepat. Chemistry antara Dimas dan Ziudith pun tak usah diragukan, melihat sering kalinya mereka beradu akting di sinema elektronik.
Magic Hour juga menampilkan akting dari aktor dan aktris senior seperti, Meriam Belina, Ira Wibowo, Surya Saputra dan lainnya. Bagi penonton penyuka film drama, film berdurasi 96 menit ini bisa dinikmati di bioskop kesayangan pada 13 Agustus 2015.


</description><content:encoded>
JAKARTA - Dimas Anggara dan Michelle Ziudith kembali beradu akting. Bukan sinetron, atau FTV, tetapi dua anak manusia ini beradu akting dalam film layar lebar berjudul Magic Hour.
Magic Hour adalah istilah dalam dunia fotografi dan sinematografi yang berarti waktu saat matahari terbit atau terbenam ketika langit berwarna jingga kemerahan mewarnai angkasa.
Keindahan waktu yang jarang ditemui itu menjadi judul dalam debutnya di dunia layar lebar. Kisah antara Dimas Anggara dan Michelle Ziudith dirasa cocok dengan transformasi waktu itu.
Kisah dimulai dari pertemuan tanpa sengaja antara Dimas (Dimas Anggara) dan Raina (Ziudith). Pertemuaan nahas keduanya yang membuat kisah cinta berlanjut. Syahdu dan penuh kejutan di waktu yang singkat tergambar jelas dalam kisah asmara Dimas dan Raina
Raina adalah seorang gadis cantik yatim piatu yang bekerja sebagai pengantar bunga di toko milik orangtua angkatnya. Kisah Raina berubah drastis saat bertemu dengan Dimas dalam kejadian yang tak pernah diinginkan.
Dimas seorang anak kaya raya, cuek dan apatis pun seperti menjelma menjadi Magic Hour, yang datang dengan penuh kejutan dan memberikan kisah hidup Raina semakin berwarna dan air mata.
Sifat cuek Dimas pun luntur kala berjuang untuk kehidupan Raina. Dua sejoli ini, sama-sama berjuang untuk membuktikan rasa cinta. Bukti yang ditunjukan pun tak tanggung-tanggung, salah satu dari mereka mendonorkan organ tubuh untuk keberlangsung hidupnya. Hal yang hanya bisa diketahui ketika menonton film ini.
Cinta bukanlah soal kesamaan, tetapi bagaimana sepasang kekasih bisa saling melengkapi demi satu tujuan, kebahagian. Itu ungkapan yang cocok melihat perjuangan Dimas dan Raina.
Kisah mereka tak semulus jalan sirkuit balap yang tanpa hambatan. Sebelum sama-sama berjuang demi kebahagian, kebimbangan pun dirasakan Raina yang menyukai hujan itu. Hatinya yang polos pernah disi oleh ketulusan cinta Toby (Rizky Nazar), sahabat baiknya sejak kecil.
Begitupun dengan Dimas, yang dipuja-puja setengah mati oleh Gweny (Nadya Arina), sahabat Raina yang tak lain anak dari orangtua angkatnya, pemilik toko bunga tempat ia bekerja. Kebimbangan dan galau setengah mati mereka rasakan. Ditambah sosok Anisa (Anisa Rahma) yang diam-diam mengidolakan Toby.
Bukan lagi kisah cinta segitiga, tetapi kisah cinta lima orang mengisi cerita Magic Hour. Tisa TS, penulis skenario ternama ini memang lihai membuat cerita sedih dan galau. Sutradara Asep Kusdinar mampu memvisualkan ide cerita menjadi tontonan yang membuat air mata berderai, bagi penonton yang menyukai film drama.
Pemilihan bintang utama, Dimas Anggara dan Michelle Ziudith adalah keputusan yang tepat. Chemistry antara Dimas dan Ziudith pun tak usah diragukan, melihat sering kalinya mereka beradu akting di sinema elektronik.
Magic Hour juga menampilkan akting dari aktor dan aktris senior seperti, Meriam Belina, Ira Wibowo, Surya Saputra dan lainnya. Bagi penonton penyuka film drama, film berdurasi 96 menit ini bisa dinikmati di bioskop kesayangan pada 13 Agustus 2015.


</content:encoded></item></channel></rss>
