<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Peaches Geldof Tunggui Jasad Ibunya 17 Jam Pascatewas</title><description>Peaches Geldof telah meninggal 7 April, waktu setempat. Kini, terungkap  bahwa anaknya telah menunggui jasad sang bunda 17 jam pascatewas.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2014/07/24/532/1017769/anak-peaches-geldof-tunggui-jasad-ibunya-17-jam-pascatewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2014/07/24/532/1017769/anak-peaches-geldof-tunggui-jasad-ibunya-17-jam-pascatewas"/><item><title>Anak Peaches Geldof Tunggui Jasad Ibunya 17 Jam Pascatewas</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2014/07/24/532/1017769/anak-peaches-geldof-tunggui-jasad-ibunya-17-jam-pascatewas</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2014/07/24/532/1017769/anak-peaches-geldof-tunggui-jasad-ibunya-17-jam-pascatewas</guid><pubDate>Kamis 24 Juli 2014 19:52 WIB</pubDate><dc:creator>Chaerunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/07/24/532/1017769/2zqD3zWySz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak Peaches Geldof tunggui jasad ibunya 17 jam pascatewas (Foto: People)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/07/24/532/1017769/2zqD3zWySz.jpg</image><title>Anak Peaches Geldof tunggui jasad ibunya 17 jam pascatewas (Foto: People)</title></images><description>LONDON - Peaches Geldof telah meninggal 7 April, waktu setempat. Kini, terungkap bahwa anaknya telah menunggui jasad sang bunda 17 jam pascatewas.Kala itu, penyebab kematian Peaches memang belum diketahui persis. Polisi yang datang ke tempat kejadian di Kent, sebuah daerah di Inggris  bagian tenggara, menyebutkan kematian Peaches terjadi &quot;mendadak dan  tidak dapat dijelaskan&quot;. Jasad Peaches ditemukan meninggal pada waktu  makan siang.Namun, ternyata Peaches tidak sendirian saat meregang nyawa. Dia ditemani putranya yang paling kecil, Phaedra Bloom. Sang suami, Thomas Cohen, saat itu yang meminta bantuan tetangga karena istrinya tidak menjawab telefonnya. Lalu, kabar duka pun diterima Thomas.Saat itu, Peaches mengambil tas hitam yang tersembunyi di dalam lemari di mana disimpannya diam-diam. Di dalam tas itu, terdapat heroin murni hampir tujuh gram senilai 550 poundsterling. Dia menyuntikkan dirinya dengan dosis tinggi, sementara anak terkecilnya berada di kamar sebelah. Di sekitar kamar tidur Peaches, polisi menemukan hampir 80 jarum suntik -beberapa digunakan, beberapa tidak- dan sendok yang telah digunakan untuk menggunakan obat terlarang. Pihak kepolisian Kent mengungkapkan, polisi dihubungi pada 7 April  2014, pukul  13:35,  waktu setempat. Mereka menerima laporan, ada   seorang wanita ditemukan meninggal di sebuah alamat dekat Wrothman,   Kent, Inggris. Demikian seperti dilansir dari Independet.</description><content:encoded>LONDON - Peaches Geldof telah meninggal 7 April, waktu setempat. Kini, terungkap bahwa anaknya telah menunggui jasad sang bunda 17 jam pascatewas.Kala itu, penyebab kematian Peaches memang belum diketahui persis. Polisi yang datang ke tempat kejadian di Kent, sebuah daerah di Inggris  bagian tenggara, menyebutkan kematian Peaches terjadi &quot;mendadak dan  tidak dapat dijelaskan&quot;. Jasad Peaches ditemukan meninggal pada waktu  makan siang.Namun, ternyata Peaches tidak sendirian saat meregang nyawa. Dia ditemani putranya yang paling kecil, Phaedra Bloom. Sang suami, Thomas Cohen, saat itu yang meminta bantuan tetangga karena istrinya tidak menjawab telefonnya. Lalu, kabar duka pun diterima Thomas.Saat itu, Peaches mengambil tas hitam yang tersembunyi di dalam lemari di mana disimpannya diam-diam. Di dalam tas itu, terdapat heroin murni hampir tujuh gram senilai 550 poundsterling. Dia menyuntikkan dirinya dengan dosis tinggi, sementara anak terkecilnya berada di kamar sebelah. Di sekitar kamar tidur Peaches, polisi menemukan hampir 80 jarum suntik -beberapa digunakan, beberapa tidak- dan sendok yang telah digunakan untuk menggunakan obat terlarang. Pihak kepolisian Kent mengungkapkan, polisi dihubungi pada 7 April  2014, pukul  13:35,  waktu setempat. Mereka menerima laporan, ada   seorang wanita ditemukan meninggal di sebuah alamat dekat Wrothman,   Kent, Inggris. Demikian seperti dilansir dari Independet.</content:encoded></item></channel></rss>
