<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suka Duka Fathir Muchtar dengan Skuter Kesayangan</title><description>Fathir Muchtar kini tak lepas dengan hobi barunya mengendarai skuter  kesayangannya. Bahkan, saat menghadiri acara syukuran sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH), Fathir santai mengendarai skuter miliknya.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2014/05/30/33/991930/suka-duka-fathir-muchtar-dengan-skuter-kesayangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2014/05/30/33/991930/suka-duka-fathir-muchtar-dengan-skuter-kesayangan"/><item><title>Suka Duka Fathir Muchtar dengan Skuter Kesayangan</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2014/05/30/33/991930/suka-duka-fathir-muchtar-dengan-skuter-kesayangan</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2014/05/30/33/991930/suka-duka-fathir-muchtar-dengan-skuter-kesayangan</guid><pubDate>Jum'at 30 Mei 2014 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Andiasti Ajani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/30/33/991930/uaUfZaEuca.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fathir Muchtar di sela-sela acara syukuran sinetron Tukang Bubur Naik Haji (Foto: Andiasti/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/30/33/991930/uaUfZaEuca.jpg</image><title>Fathir Muchtar di sela-sela acara syukuran sinetron Tukang Bubur Naik Haji (Foto: Andiasti/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Fathir Muchtar kini tak lepas dengan hobi barunya mengendarai skuter kesayangannya. Bahkan, saat menghadiri acara syukuran sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH), Fathir santai mengendarai skuter miliknya.&quot;Iya tadi kesini naik skuter soalnya, jadi nyantai pakai bajunya,&quot; kata Fatir di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).Awal dirinya menggemari sepeda motor berjenis skuter itu saat dirinya mengunjungi kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Di kota itu, Fathir melihat skuter unik yang membuat dirinya sangat tertarik.&quot;Awalnya mau naik Vespa itu pas lagi di pelabuhan ratu ngurusin vila. Tiba-tiba ada skuteris yang vespanya ada saung-saungnya itu, tiba-tiba mikir kalau yang trombol gitu saja sampai ke Pelabuhan Ratu gimana kalau gue punya yang dirawat kan?&quot; ceritanya.Bahkan dengan Vespa Sprint tahun 1971 miliknya, Fatir sudah mengarungi perjalanan cukup jauh.&quot;Skuter kan lincah banget, kalau misalkan saya ada acara lebih dari satu tempat kan enak. Karena kalau naik mobil sudah enggak sempat lah kayanya. Sudah pernah (Jakarta-Pelabuhan Ratu), gila banget emang kalau mikir debunya. Tapi debu kan bisa dihilangkan ya, dicuci, dibersihin. Kalau macet sama selebornya pengendara saja yang gondoknya enggak hilang-hilang,&quot; tambahnya tertawa.</description><content:encoded>JAKARTA - Fathir Muchtar kini tak lepas dengan hobi barunya mengendarai skuter kesayangannya. Bahkan, saat menghadiri acara syukuran sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH), Fathir santai mengendarai skuter miliknya.&quot;Iya tadi kesini naik skuter soalnya, jadi nyantai pakai bajunya,&quot; kata Fatir di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).Awal dirinya menggemari sepeda motor berjenis skuter itu saat dirinya mengunjungi kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Di kota itu, Fathir melihat skuter unik yang membuat dirinya sangat tertarik.&quot;Awalnya mau naik Vespa itu pas lagi di pelabuhan ratu ngurusin vila. Tiba-tiba ada skuteris yang vespanya ada saung-saungnya itu, tiba-tiba mikir kalau yang trombol gitu saja sampai ke Pelabuhan Ratu gimana kalau gue punya yang dirawat kan?&quot; ceritanya.Bahkan dengan Vespa Sprint tahun 1971 miliknya, Fatir sudah mengarungi perjalanan cukup jauh.&quot;Skuter kan lincah banget, kalau misalkan saya ada acara lebih dari satu tempat kan enak. Karena kalau naik mobil sudah enggak sempat lah kayanya. Sudah pernah (Jakarta-Pelabuhan Ratu), gila banget emang kalau mikir debunya. Tapi debu kan bisa dihilangkan ya, dicuci, dibersihin. Kalau macet sama selebornya pengendara saja yang gondoknya enggak hilang-hilang,&quot; tambahnya tertawa.</content:encoded></item></channel></rss>
