<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Zandre Badak Gandeng Kak Seto Kembangkan Lagu untuk Anak</title><description>Musisi&amp;nbsp; Zandre Badak meluapkan keprihatinannya kepada lagu anak-anak  semakin langka diperdengarkan melalui media radio maupun televisi.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2014/01/29/386/933663/zandre-badak-gandeng-kak-seto-kembangkan-lagu-untuk-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2014/01/29/386/933663/zandre-badak-gandeng-kak-seto-kembangkan-lagu-untuk-anak"/><item><title>Zandre Badak Gandeng Kak Seto Kembangkan Lagu untuk Anak</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2014/01/29/386/933663/zandre-badak-gandeng-kak-seto-kembangkan-lagu-untuk-anak</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2014/01/29/386/933663/zandre-badak-gandeng-kak-seto-kembangkan-lagu-untuk-anak</guid><pubDate>Rabu 29 Januari 2014 20:41 WIB</pubDate><dc:creator>Edi Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/01/29/386/933663/ZLkYnGU0KV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Zandre Badak (Foto: Ist.)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/01/29/386/933663/ZLkYnGU0KV.jpg</image><title>Zandre Badak (Foto: Ist.)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp; - Musisi&amp;nbsp; Zandre Badak meluapkan keprihatinannya kepada lagu anak-anak semakin langka diperdengarkan melalui media radio maupun televisi. Menurutnya, kondisi ini akan berdampak tak sehat terhadap perkembangan psykologis anak-anak Indonesia.&amp;ldquo;Bayangkan sekarang anak balita sudah didengarkan lagu-lagu orang dewasa, dan mereka cepat hapal. Ini tentu bisa bahaya,&amp;rdquo; kata Zandre saat diwawancarai di Jakarta, beberapa hari lalu.Zandre sengaja mengambil sikap konsisten mempertahankan karya lagu untuk anak-anak yang ia kumpulkan di satu wadah manajemen miliknya, Zebe Management. Artis yang tergabung di dalamnya, seperti pemain violin Ratu Imoet. &amp;ldquo;Secara bisnis lagu anak-anak memang sulit bersaing dibandingkan lagu-lagu dewasa. Tapi kalau tidak ada yang merawat siapa lagi. Mengandalkan pemerintah tidak mungkin,&amp;rdquo; ungkapnya.Strategi lain yang ia terapkan untuk menyebarkan lagu anak-anak di antaranya dengan membuat organisasi masyarakat (ormas) PPDA (Pecinta dan Peduli Dunia Anak-Anak) dengan melibatkan aktivis peduli anak Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait sebagai penasehat.&quot;Misi utama PPDA adalah mengedepankan edukasi dan hak anak dalam bermain, belajar dan menerima pendidikan. Saya sebagai musisi dan produser bisa banyak menyumbangkan pikiran mengembangkan kreativitas anak di dunia musik,&quot; terangnya.Tak mudah bagi Zandre mengembangkan kreativitas dari anak-anak karena cibiran justru datang dari orang lain.&quot;Hinaan dan dipandang sebelah mata orang lain itu sudah biasa. Tapi, semuanya menjadi motivasi buat saya agar anak-anak mendapatkan kembali dunianya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp; - Musisi&amp;nbsp; Zandre Badak meluapkan keprihatinannya kepada lagu anak-anak semakin langka diperdengarkan melalui media radio maupun televisi. Menurutnya, kondisi ini akan berdampak tak sehat terhadap perkembangan psykologis anak-anak Indonesia.&amp;ldquo;Bayangkan sekarang anak balita sudah didengarkan lagu-lagu orang dewasa, dan mereka cepat hapal. Ini tentu bisa bahaya,&amp;rdquo; kata Zandre saat diwawancarai di Jakarta, beberapa hari lalu.Zandre sengaja mengambil sikap konsisten mempertahankan karya lagu untuk anak-anak yang ia kumpulkan di satu wadah manajemen miliknya, Zebe Management. Artis yang tergabung di dalamnya, seperti pemain violin Ratu Imoet. &amp;ldquo;Secara bisnis lagu anak-anak memang sulit bersaing dibandingkan lagu-lagu dewasa. Tapi kalau tidak ada yang merawat siapa lagi. Mengandalkan pemerintah tidak mungkin,&amp;rdquo; ungkapnya.Strategi lain yang ia terapkan untuk menyebarkan lagu anak-anak di antaranya dengan membuat organisasi masyarakat (ormas) PPDA (Pecinta dan Peduli Dunia Anak-Anak) dengan melibatkan aktivis peduli anak Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait sebagai penasehat.&quot;Misi utama PPDA adalah mengedepankan edukasi dan hak anak dalam bermain, belajar dan menerima pendidikan. Saya sebagai musisi dan produser bisa banyak menyumbangkan pikiran mengembangkan kreativitas anak di dunia musik,&quot; terangnya.Tak mudah bagi Zandre mengembangkan kreativitas dari anak-anak karena cibiran justru datang dari orang lain.&quot;Hinaan dan dipandang sebelah mata orang lain itu sudah biasa. Tapi, semuanya menjadi motivasi buat saya agar anak-anak mendapatkan kembali dunianya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
