<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rachmawati Nilai Film Soekarno Karya Hanung seperti Sinetron</title><description>Salah satu putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri (63) menilai  Hanung sudah menghilangkan nilai sejarah perjuangan Soekarno dengan  cerita sinetron di film Soekarno: Indonesia Merdeka.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/12/24/206/917136/rachmawati-nilai-film-soekarno-karya-hanung-seperti-sinetron</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2013/12/24/206/917136/rachmawati-nilai-film-soekarno-karya-hanung-seperti-sinetron"/><item><title>Rachmawati Nilai Film Soekarno Karya Hanung seperti Sinetron</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/12/24/206/917136/rachmawati-nilai-film-soekarno-karya-hanung-seperti-sinetron</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2013/12/24/206/917136/rachmawati-nilai-film-soekarno-karya-hanung-seperti-sinetron</guid><pubDate>Selasa 24 Desember 2013 21:57 WIB</pubDate><dc:creator>Egie Gusman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/24/206/917136/cisC4RSdVh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ario Bayu sebagai Soekarno, dan Lukman Sardi sebagai Hatta di film Soekarno: Indonesia Merdeka</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/24/206/917136/cisC4RSdVh.jpg</image><title>Ario Bayu sebagai Soekarno, dan Lukman Sardi sebagai Hatta di film Soekarno: Indonesia Merdeka</title></images><description>JAKARTA - Salah satu putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri  (63) menilai Hanung sudah menghilangkan nilai sejarah perjuangan  Soekarno dengan cerita sinetron di film Soekarno: Indonesia Merdeka.  &quot;Hanung mereduksi history menjadi sekadar story. Ini bukan film sejarah.  Ini sinetron kacangan versi layar lebar,&quot; ujar Rachmawati Soekarnoputri  dalam rilis yang diterima Okezone, Selasa (24/12/2013).  Rachma juga mengatakan film Soekarno adalah salah satu cara membunuh karakter Bung Karno.  &quot;Seperti dikatakan Bung Karno: Soekarno to kill Soekarno atau  menggunakan label Soekarno untuk membunuh Soekarno,&quot; kata Dewan Pembina  Yayasan Pendidikan Soekarno itu lagi.  Wanita kelahiran Jakarta, 27 September 1950 ini juga mengatakan film  Soekarno adalah salah satu cara membunuh karakter Bung Karno.  &quot;Seperti dikatakan Bung Karno: Soekarno to kill Soekarno atau menggunakan label Soekarno untuk membunuh Soekarno,&quot; ujarnya.  Rachmawati mengapresiasi Pengadilan Tata Niaga Jakarta Pusat memutuskan  melarang film yang diproduseri Raam Punjabi selaku pimpinan Multivision  Pictures itu sampai ada keputusan final mengenai hak cipta. Namun, ia  menyayangkan penegakan hukum di Indonesia yang lemah saat eksekusi.  &quot;Ini preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Salah satu putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri  (63) menilai Hanung sudah menghilangkan nilai sejarah perjuangan  Soekarno dengan cerita sinetron di film Soekarno: Indonesia Merdeka.  &quot;Hanung mereduksi history menjadi sekadar story. Ini bukan film sejarah.  Ini sinetron kacangan versi layar lebar,&quot; ujar Rachmawati Soekarnoputri  dalam rilis yang diterima Okezone, Selasa (24/12/2013).  Rachma juga mengatakan film Soekarno adalah salah satu cara membunuh karakter Bung Karno.  &quot;Seperti dikatakan Bung Karno: Soekarno to kill Soekarno atau  menggunakan label Soekarno untuk membunuh Soekarno,&quot; kata Dewan Pembina  Yayasan Pendidikan Soekarno itu lagi.  Wanita kelahiran Jakarta, 27 September 1950 ini juga mengatakan film  Soekarno adalah salah satu cara membunuh karakter Bung Karno.  &quot;Seperti dikatakan Bung Karno: Soekarno to kill Soekarno atau menggunakan label Soekarno untuk membunuh Soekarno,&quot; ujarnya.  Rachmawati mengapresiasi Pengadilan Tata Niaga Jakarta Pusat memutuskan  melarang film yang diproduseri Raam Punjabi selaku pimpinan Multivision  Pictures itu sampai ada keputusan final mengenai hak cipta. Namun, ia  menyayangkan penegakan hukum di Indonesia yang lemah saat eksekusi.  &quot;Ini preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
