<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Siapkan Anggaran untuk Film Anak</title><description>Pemerintah terus mendorong industri perfilman nasional dengan  memberikan bantuan anggaran untuk produksi film bertemakan anak-anak  atau tema yang membangkitkan semangat patriotisme cinta Tanah Air.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/10/09/206/878849/pemerintah-siapkan-anggaran-untuk-film-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2013/10/09/206/878849/pemerintah-siapkan-anggaran-untuk-film-anak"/><item><title>Pemerintah Siapkan Anggaran untuk Film Anak</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/10/09/206/878849/pemerintah-siapkan-anggaran-untuk-film-anak</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2013/10/09/206/878849/pemerintah-siapkan-anggaran-untuk-film-anak</guid><pubDate>Rabu 09 Oktober 2013 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat (Okezone)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/10/09/206/878849/mkZV3ZZBI9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sutradara dan pemeran film Ambilkan Bulan Bu. (foto: Runi B Sari/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/10/09/206/878849/mkZV3ZZBI9.jpg</image><title>Sutradara dan pemeran film Ambilkan Bulan Bu. (foto: Runi B Sari/Okezone)</title></images><description>DENPASAR- Pemerintah terus mendorong industri perfilman nasional dengan memberikan bantuan anggaran untuk produksi film bertemakan anak-anak atau tema yang membangkitkan semangat patriotisme cinta Tanah Air.
&amp;nbsp;
Film menjadi media untuk lebih saling mengenal dan memperkenalkan keanekaragaman budaya terlebih bagi negara ASEAN yang sudah terkoneksi satu sama lain.
&amp;nbsp;
&quot;Film merupakan alat memperkenalkan apa yang bagus di negara kita dan kita bisa saling memahami budaya dan kretavitas masyarakat, tentunya ini harus diapresiasi,&quot; ujar Marie dalam konferensi pers Balinale Film Festival di Kuta, Selasa 8 Oktober 2013 malam.
&amp;nbsp;
Karenanya, Marie mendukung dengan lahirnya Badan Perfilman Indonesia akan bisa lebih menggairahkan industri film di Tanah Air yang sempat terpuruk.
&amp;nbsp;
Dia melanjutkan,&amp;nbsp; badan perfilemen di semua negara tentu ingin memajukan Industri perfilman nasional apalagi bagi Indonesia hal itu sudah merupakan amanat undang-undang.
&amp;nbsp;
&quot;Kita ingin majukan film nasional sebab ini bagian mandat undang-undang tahun 2008 tentang perfilman,&quot; imbuhnya didampingi artis senior Christine Hakim dan Donny Damara.
&amp;nbsp;
Nantinya, lembaga tersebut bisa difasilitasi pemerintah dalam upaya mengembangkan film nasional.
&amp;nbsp;
Pemerintah siap memberikan fasilitasi film-film yang ingin didorong dan difasilitasi seperti subsidi dana baik kepada sutradara atau film-film yang bertemakan anak-anak atau sejarah.
&amp;nbsp;
Tema film anak-anak, atau sejarah yang mengambil tema patriotik atau semangat cinta tanah air akan menjadi fokus perhatian dari subsidi pemerintah. &quot;Tema-tema yang yang bisa didorong dan didukung Badan Perfilman Indonesia pasti kita akan bantu,&quot; janjinya.
&amp;nbsp;
Di pihak lain, Marie menyatakan rasa bangganya karena film nasional sudah bisa menjadi tamu di negeri sendiri seperti terlihata animo penonton film Habibie dan Ainun.
&amp;nbsp;
Film tersebut sudah tembus sampai 5 juta penonton bahkan melebihi rekor 4 juta penonton saat film Laskar Pelangi diputar.
&amp;nbsp;
Tentunya, ini menjadi tantangan karena animo tingginya penonton juga harus diimbangi dengan jumlah biskop yang memadai.
&amp;nbsp;
Padahal, saat ini jumlah bioskop masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, sedangkan di kota kecil masih sangat minim.</description><content:encoded>DENPASAR- Pemerintah terus mendorong industri perfilman nasional dengan memberikan bantuan anggaran untuk produksi film bertemakan anak-anak atau tema yang membangkitkan semangat patriotisme cinta Tanah Air.
&amp;nbsp;
Film menjadi media untuk lebih saling mengenal dan memperkenalkan keanekaragaman budaya terlebih bagi negara ASEAN yang sudah terkoneksi satu sama lain.
&amp;nbsp;
&quot;Film merupakan alat memperkenalkan apa yang bagus di negara kita dan kita bisa saling memahami budaya dan kretavitas masyarakat, tentunya ini harus diapresiasi,&quot; ujar Marie dalam konferensi pers Balinale Film Festival di Kuta, Selasa 8 Oktober 2013 malam.
&amp;nbsp;
Karenanya, Marie mendukung dengan lahirnya Badan Perfilman Indonesia akan bisa lebih menggairahkan industri film di Tanah Air yang sempat terpuruk.
&amp;nbsp;
Dia melanjutkan,&amp;nbsp; badan perfilemen di semua negara tentu ingin memajukan Industri perfilman nasional apalagi bagi Indonesia hal itu sudah merupakan amanat undang-undang.
&amp;nbsp;
&quot;Kita ingin majukan film nasional sebab ini bagian mandat undang-undang tahun 2008 tentang perfilman,&quot; imbuhnya didampingi artis senior Christine Hakim dan Donny Damara.
&amp;nbsp;
Nantinya, lembaga tersebut bisa difasilitasi pemerintah dalam upaya mengembangkan film nasional.
&amp;nbsp;
Pemerintah siap memberikan fasilitasi film-film yang ingin didorong dan difasilitasi seperti subsidi dana baik kepada sutradara atau film-film yang bertemakan anak-anak atau sejarah.
&amp;nbsp;
Tema film anak-anak, atau sejarah yang mengambil tema patriotik atau semangat cinta tanah air akan menjadi fokus perhatian dari subsidi pemerintah. &quot;Tema-tema yang yang bisa didorong dan didukung Badan Perfilman Indonesia pasti kita akan bantu,&quot; janjinya.
&amp;nbsp;
Di pihak lain, Marie menyatakan rasa bangganya karena film nasional sudah bisa menjadi tamu di negeri sendiri seperti terlihata animo penonton film Habibie dan Ainun.
&amp;nbsp;
Film tersebut sudah tembus sampai 5 juta penonton bahkan melebihi rekor 4 juta penonton saat film Laskar Pelangi diputar.
&amp;nbsp;
Tentunya, ini menjadi tantangan karena animo tingginya penonton juga harus diimbangi dengan jumlah biskop yang memadai.
&amp;nbsp;
Padahal, saat ini jumlah bioskop masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, sedangkan di kota kecil masih sangat minim.</content:encoded></item></channel></rss>
