<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua MUI Pertanyakan Pemugaran Makam Uje</title><description>Pemugaran makam almarhum Ustadz Jefry Al Buchori menuai pro dan kontra. Kini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengomentari.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/09/24/33/871239/ketua-mui-pertanyakan-pemugaran-makam-uje</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2013/09/24/33/871239/ketua-mui-pertanyakan-pemugaran-makam-uje"/><item><title>Ketua MUI Pertanyakan Pemugaran Makam Uje</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/09/24/33/871239/ketua-mui-pertanyakan-pemugaran-makam-uje</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2013/09/24/33/871239/ketua-mui-pertanyakan-pemugaran-makam-uje</guid><pubDate>Selasa 24 September 2013 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Alan Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/24/33/871239/zH8t5mBrpv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Makam Uje setelah dipugar (Foto: Rama)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/24/33/871239/zH8t5mBrpv.jpg</image><title>Makam Uje setelah dipugar (Foto: Rama)</title></images><description>JAKARTA - Pemugaran makam almarhum Ustadz Jefry Al Buchori menuai pro dan kontra. Bukan hanya di kalangan masyarakat, ada kesalahpahaman antara Umi Pipik dan pihak keluarga besar Uje. Kini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengomentari.Ketua MUI, K.H. Amidhan, menjelaskan pemugaran makam dan membesar-besarkan adalah tindakan yang keliru.&quot;Ya sebenarnya kalau di kuburan dibesar-besarkan untuk apa? Kalau untuk membesarkan nama yang meninggal, apalagi terkait agama dan akidah, itu keliru,&quot; kata Amidhan saat dihubungi lewat sambungan telefon, Selasa (24/9/2013).Menurut Amidhan, hanya makam orang-orang tertentu saja yang pantas dibesarkan sebagai tujuan untuk penghormatan. Bahkan, di Timur Tengah hanya beberapa saja makam yang dibesarkan karena bertujuan untuk penghormatan atas ilmunya.&quot;Di Timur Tengah semacam ini budaya kuburan hanya kuburan orang-orang yang terbilang luar biasa, seperti Imam Bukhori, Itupun tidak semua ulama sependapat,&quot; ungkap Amidhan.&quot;Di Arab sendiri, kuburan Raja Faisal tidak jelas di mana dan bentuknya,&quot; tutup dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemugaran makam almarhum Ustadz Jefry Al Buchori menuai pro dan kontra. Bukan hanya di kalangan masyarakat, ada kesalahpahaman antara Umi Pipik dan pihak keluarga besar Uje. Kini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengomentari.Ketua MUI, K.H. Amidhan, menjelaskan pemugaran makam dan membesar-besarkan adalah tindakan yang keliru.&quot;Ya sebenarnya kalau di kuburan dibesar-besarkan untuk apa? Kalau untuk membesarkan nama yang meninggal, apalagi terkait agama dan akidah, itu keliru,&quot; kata Amidhan saat dihubungi lewat sambungan telefon, Selasa (24/9/2013).Menurut Amidhan, hanya makam orang-orang tertentu saja yang pantas dibesarkan sebagai tujuan untuk penghormatan. Bahkan, di Timur Tengah hanya beberapa saja makam yang dibesarkan karena bertujuan untuk penghormatan atas ilmunya.&quot;Di Timur Tengah semacam ini budaya kuburan hanya kuburan orang-orang yang terbilang luar biasa, seperti Imam Bukhori, Itupun tidak semua ulama sependapat,&quot; ungkap Amidhan.&quot;Di Arab sendiri, kuburan Raja Faisal tidak jelas di mana dan bentuknya,&quot; tutup dia.</content:encoded></item></channel></rss>
