<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah, Petra Sihombing Lempar Ayah dengan Handphone</title><description>Penyanyi solo Petra Sihombing menceritakan masa kecilnya, yang diakuinya begitu nakal.
&amp;nbsp;</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/09/02/33/859403/wah-petra-sihombing-lempar-ayah-dengan-handphone</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2013/09/02/33/859403/wah-petra-sihombing-lempar-ayah-dengan-handphone"/><item><title>Wah, Petra Sihombing Lempar Ayah dengan Handphone</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/09/02/33/859403/wah-petra-sihombing-lempar-ayah-dengan-handphone</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2013/09/02/33/859403/wah-petra-sihombing-lempar-ayah-dengan-handphone</guid><pubDate>Senin 02 September 2013 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Edi Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/02/33/859403/VABRFFkpRv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petra Sihombing (Foto: Mutya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/02/33/859403/VABRFFkpRv.jpg</image><title>Petra Sihombing (Foto: Mutya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penyanyi solo Petra Sihombing menceritakan masa kecilnya, yang diakuinya begitu nakal.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gue pernah ngelempar kepala bokap sama handphone jadul yang gedenya sebatu. Iseng aja,&amp;rdquo; katanya santai.
&amp;nbsp;
Namun, Petra mengaku setelah beranjak remaja hingga dewasa, justru sikapnya berubah 180 derajat. &amp;ldquo;Justru adik gue nomer dua yang bandel,&amp;rdquo; katanya tertawa.
&amp;nbsp;
Petra mengaku punya hubungan emosional yang kuat dengan ayahnya, Franky Sihombing. Dia banyak belajar musik menyerap ilmu dari sang ayah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gue juga suka ikut saat bokap manggung. Dan gue paling senang mendengarkan dia sharing di panggung. Beliau bisa menginspirasi banyak orang, termasuk gue,&amp;rdquo; kata anak pertama dari tiga bersaudara itu.
&amp;nbsp;
Pelantun &amp;ldquo;Rindu' ini tak habis pikir kenapa bisa nakal saat kecil, karena ia tak sedikit pun kurang kasih sayang dari kedua orangtua.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka bisa menyeimbangkan satu sama lain,&amp;rdquo; katanya. Menurutnya, jika ibunda punya kebiasaan lebih detail, &amp;ldquo;Kalau ayah santai,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Petra juga bercerita, kedua orangtuanya juga memiliki pembagian tugas sendiri-sendiri. Ibu misalnya, lebih mengurus keseharian rumah, hingga mengingatkan Petra dan adik-adiknya akan tanggung jawab pribadi. Sementara tugas sang ayah lebih serius seperti membantu memilih karir dan pekerjaan. &amp;nbsp;
 &quot;Tapi apapun alasannya, orangtua tetap harus kita cintai lah. Pasti ada alasan kenapa mereka menjadi orangtua kita, dan bukan yang lain,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Selain menelurkan dua album berjudul self titled (2009) dan Pilih Saja Aku (2012), pria kelahiran Jakarta, 10 April 1992 ini juga sudah merambah seni peran.
&amp;nbsp;
Petra pernah mengisi peran di film Love in Perth (2010), dan Hasduk Berpola (2012). Kini, ia akan tampil lagi di layar lebar sebagai Gilang di film &amp;ldquo;Cahaya Kecil&amp;rdquo; yang akan dirilis nasional pada 26 September 2013.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penyanyi solo Petra Sihombing menceritakan masa kecilnya, yang diakuinya begitu nakal.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gue pernah ngelempar kepala bokap sama handphone jadul yang gedenya sebatu. Iseng aja,&amp;rdquo; katanya santai.
&amp;nbsp;
Namun, Petra mengaku setelah beranjak remaja hingga dewasa, justru sikapnya berubah 180 derajat. &amp;ldquo;Justru adik gue nomer dua yang bandel,&amp;rdquo; katanya tertawa.
&amp;nbsp;
Petra mengaku punya hubungan emosional yang kuat dengan ayahnya, Franky Sihombing. Dia banyak belajar musik menyerap ilmu dari sang ayah.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gue juga suka ikut saat bokap manggung. Dan gue paling senang mendengarkan dia sharing di panggung. Beliau bisa menginspirasi banyak orang, termasuk gue,&amp;rdquo; kata anak pertama dari tiga bersaudara itu.
&amp;nbsp;
Pelantun &amp;ldquo;Rindu' ini tak habis pikir kenapa bisa nakal saat kecil, karena ia tak sedikit pun kurang kasih sayang dari kedua orangtua.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka bisa menyeimbangkan satu sama lain,&amp;rdquo; katanya. Menurutnya, jika ibunda punya kebiasaan lebih detail, &amp;ldquo;Kalau ayah santai,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Petra juga bercerita, kedua orangtuanya juga memiliki pembagian tugas sendiri-sendiri. Ibu misalnya, lebih mengurus keseharian rumah, hingga mengingatkan Petra dan adik-adiknya akan tanggung jawab pribadi. Sementara tugas sang ayah lebih serius seperti membantu memilih karir dan pekerjaan. &amp;nbsp;
 &quot;Tapi apapun alasannya, orangtua tetap harus kita cintai lah. Pasti ada alasan kenapa mereka menjadi orangtua kita, dan bukan yang lain,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Selain menelurkan dua album berjudul self titled (2009) dan Pilih Saja Aku (2012), pria kelahiran Jakarta, 10 April 1992 ini juga sudah merambah seni peran.
&amp;nbsp;
Petra pernah mengisi peran di film Love in Perth (2010), dan Hasduk Berpola (2012). Kini, ia akan tampil lagi di layar lebar sebagai Gilang di film &amp;ldquo;Cahaya Kecil&amp;rdquo; yang akan dirilis nasional pada 26 September 2013.</content:encoded></item></channel></rss>
