<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ardina Rasti Tak Kesulitan Perankan Wanita Teraniaya</title><description>Ardina Rasti mengaku tidak kesulitan memerankan tokoh wanita yang  teraniaya dalam rumah tangga. Pasalnya, hal itu pernah dialami saat  masih berpacaran dengan Eza Gionino.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/06/04/206/817021/ardina-rasti-tak-kesulitan-perankan-wanita-teraniaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2013/06/04/206/817021/ardina-rasti-tak-kesulitan-perankan-wanita-teraniaya"/><item><title>Ardina Rasti Tak Kesulitan Perankan Wanita Teraniaya</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/06/04/206/817021/ardina-rasti-tak-kesulitan-perankan-wanita-teraniaya</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2013/06/04/206/817021/ardina-rasti-tak-kesulitan-perankan-wanita-teraniaya</guid><pubDate>Selasa 04 Juni 2013 08:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rama Narada Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/04/206/817021/zHwB82bFKC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ardina Rasti (foto: Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/04/206/817021/zHwB82bFKC.jpg</image><title>Ardina Rasti (foto: Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ardina Rasti mengaku tidak kesulitan memerankan tokoh wanita yang teraniaya dalam rumah tangga. Pasalnya, hal itu pernah dialami saat masih berpacaran dengan Eza Gionino.&amp;nbsp;Di film terbarunya, Honeymoon, Rasti berperan sebagai Rachel, seorang wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Menurutnya, dengan kisah yang hampir mirip, Rasti mendapat kekuatan untuk bangkit.&amp;nbsp;&quot;Enggak terlalu sulit, perbedaannya kalau Wahid yang jadi suami saya, sudah menjadi suami. Menjalani kewajiban suami istri. Filmnya, Alhamdulillah bikin aku bangkit lagi,&quot; ungkap Ardina Rasti ditemui di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Senin, 3 Juni 2013.&amp;nbsp;Lebih lanjut, Rasti mengungkapkan, saat ditawari peran tersebut, dia merasa terbebani setelah apa yang pernah dialami. Namun, dia berusaha tetap tegar, dan memilih beradu akting bersama Shireen Sungkar cs.&amp;nbsp;&quot;Waktu dikirimin skenario, aku menjadi perempuan yang dizalimi banget. Wah merasa sudah berat, tapi aku bilang wanita enggak boleh takut,&quot; jelasnya.&amp;nbsp;Dia juga menambahkan, memerankan tokoh yang serupa apa yang dialaminya, menjadi salah satu bentuk terapi menghilangkan trauma.&amp;nbsp;&quot;Aku disuruh ambil sama konseling aku. Aku harus bisa keluar dari zona ini. Makin sembuh, ini terapi aku. Dan berarti penulis skenario berhasil untuk menghilangkan trauma aku,&quot; tutupnya.(gal)</description><content:encoded>JAKARTA - Ardina Rasti mengaku tidak kesulitan memerankan tokoh wanita yang teraniaya dalam rumah tangga. Pasalnya, hal itu pernah dialami saat masih berpacaran dengan Eza Gionino.&amp;nbsp;Di film terbarunya, Honeymoon, Rasti berperan sebagai Rachel, seorang wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Menurutnya, dengan kisah yang hampir mirip, Rasti mendapat kekuatan untuk bangkit.&amp;nbsp;&quot;Enggak terlalu sulit, perbedaannya kalau Wahid yang jadi suami saya, sudah menjadi suami. Menjalani kewajiban suami istri. Filmnya, Alhamdulillah bikin aku bangkit lagi,&quot; ungkap Ardina Rasti ditemui di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Senin, 3 Juni 2013.&amp;nbsp;Lebih lanjut, Rasti mengungkapkan, saat ditawari peran tersebut, dia merasa terbebani setelah apa yang pernah dialami. Namun, dia berusaha tetap tegar, dan memilih beradu akting bersama Shireen Sungkar cs.&amp;nbsp;&quot;Waktu dikirimin skenario, aku menjadi perempuan yang dizalimi banget. Wah merasa sudah berat, tapi aku bilang wanita enggak boleh takut,&quot; jelasnya.&amp;nbsp;Dia juga menambahkan, memerankan tokoh yang serupa apa yang dialaminya, menjadi salah satu bentuk terapi menghilangkan trauma.&amp;nbsp;&quot;Aku disuruh ambil sama konseling aku. Aku harus bisa keluar dari zona ini. Makin sembuh, ini terapi aku. Dan berarti penulis skenario berhasil untuk menghilangkan trauma aku,&quot; tutupnya.(gal)</content:encoded></item></channel></rss>
