<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uje: Mati Bisa di Mana pun</title><description>Ustadz Jefri Al  Buchori (Uje) dikenal sebagai dai yang menggunakan motor gede (moge)  sebagai sarana berdakwah.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/04/29/33/799238/uje-mati-bisa-di-mana-pun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2013/04/29/33/799238/uje-mati-bisa-di-mana-pun"/><item><title>Uje: Mati Bisa di Mana pun</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2013/04/29/33/799238/uje-mati-bisa-di-mana-pun</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2013/04/29/33/799238/uje-mati-bisa-di-mana-pun</guid><pubDate>Senin 29 April 2013 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Go Spot</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/29/33/799238/AYHi8DRdvR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uje &amp; Pipik saat umrah belum lama ini (Foto: Edi Hidayat)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/29/33/799238/AYHi8DRdvR.jpg</image><title>Uje &amp; Pipik saat umrah belum lama ini (Foto: Edi Hidayat)</title></images><description>JAKARTA - Ustadz Jefri Al  Buchori (Uje) dikenal sebagai dai yang menggunakan motor gede (moge)  sebagai sarana berdakwah. Uje pun harus meregang nyawa saat mengendarai  sepeda motor Kawasaki ER650cc B 3590 SGQ miliknya.&quot;Memang Uje  nih orang yang menikmati, boleh dibilang penghobi motor. Sebelum kenal  jauh beliau memang penikmat moge. Sampai saya kenal pun beberapa kali  ganti moge. Tapi saya lihat niat dia baik, itu bisa menjadi kendaraan  dakwah. Beberapa kali kita berdakwah dengan ustadz memasuki  kampung-kampung,&quot; kata sahabat Uje, Solmed.Hal senada diungkapkan Ustadz Zaki, yang menilai Uje sangat akrab dengan mogenya.&quot;Uje  motor, motor ya Uje. Selama ke Bandung saya lihat gimana lihainya dia  bermotor, dan bisa menguasai motor. Memang sudah sehati,&quot; paparnya.Karena ingin membaur dengan anak muda berdakwah menggunakan sepeda motor, Pipik Dian Irawati pun tak bisa melarangnya.&quot;Kalau  saya melarang itu beliau punya jawaban, 'Mati bisa di mana pun mati,  mau naik pesawat kalau takdirnya di pesawat ya meninggal. Karena beliau  selalu bilang lima menit ke depan kita tidak pernah tahu apa skenario  yang Allah berikan karena sudah menjadi catatan Allah,&quot; ujar istri Uje, Pipik.Bahkan, demi menjalani dakwahnya, alamarhum sering mengunjungi warung yang sepi pengunjung guna berbagi rezeki.&quot;Touring itu dakwah , kalau enggak salah kita ke Bandung terus lanjut Ciamis atau Tasik., entar pulang mampir di mana. Kita mampir itu ke warung-warung kecil yang  orang enggak datang kita datangi. Ngopi ngobrol, kita bawa rezeki deh,&quot; papar Solmed.Lihat videonya di sini.</description><content:encoded>JAKARTA - Ustadz Jefri Al  Buchori (Uje) dikenal sebagai dai yang menggunakan motor gede (moge)  sebagai sarana berdakwah. Uje pun harus meregang nyawa saat mengendarai  sepeda motor Kawasaki ER650cc B 3590 SGQ miliknya.&quot;Memang Uje  nih orang yang menikmati, boleh dibilang penghobi motor. Sebelum kenal  jauh beliau memang penikmat moge. Sampai saya kenal pun beberapa kali  ganti moge. Tapi saya lihat niat dia baik, itu bisa menjadi kendaraan  dakwah. Beberapa kali kita berdakwah dengan ustadz memasuki  kampung-kampung,&quot; kata sahabat Uje, Solmed.Hal senada diungkapkan Ustadz Zaki, yang menilai Uje sangat akrab dengan mogenya.&quot;Uje  motor, motor ya Uje. Selama ke Bandung saya lihat gimana lihainya dia  bermotor, dan bisa menguasai motor. Memang sudah sehati,&quot; paparnya.Karena ingin membaur dengan anak muda berdakwah menggunakan sepeda motor, Pipik Dian Irawati pun tak bisa melarangnya.&quot;Kalau  saya melarang itu beliau punya jawaban, 'Mati bisa di mana pun mati,  mau naik pesawat kalau takdirnya di pesawat ya meninggal. Karena beliau  selalu bilang lima menit ke depan kita tidak pernah tahu apa skenario  yang Allah berikan karena sudah menjadi catatan Allah,&quot; ujar istri Uje, Pipik.Bahkan, demi menjalani dakwahnya, alamarhum sering mengunjungi warung yang sepi pengunjung guna berbagi rezeki.&quot;Touring itu dakwah , kalau enggak salah kita ke Bandung terus lanjut Ciamis atau Tasik., entar pulang mampir di mana. Kita mampir itu ke warung-warung kecil yang  orang enggak datang kita datangi. Ngopi ngobrol, kita bawa rezeki deh,&quot; papar Solmed.Lihat videonya di sini.</content:encoded></item></channel></rss>
