<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pascanikah, Atalarik Sering Siapkan Sarapan</title><description>Setelah menikah, Tsania Marwa mengaku lebih mengenal sosok sang suami, Atalarik Syah (Arik).</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2012/03/05/33/587255/pascanikah-atalarik-sering-siapkan-sarapan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2012/03/05/33/587255/pascanikah-atalarik-sering-siapkan-sarapan"/><item><title>Pascanikah, Atalarik Sering Siapkan Sarapan</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2012/03/05/33/587255/pascanikah-atalarik-sering-siapkan-sarapan</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2012/03/05/33/587255/pascanikah-atalarik-sering-siapkan-sarapan</guid><pubDate>Senin 05 Maret 2012 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Egie Gusman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/05/33/587255/lbSLWIXYlx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Atalarik &amp; Tsania Marwa (Foto: Rama Narada Putra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/05/33/587255/lbSLWIXYlx.jpg</image><title>Atalarik &amp; Tsania Marwa (Foto: Rama Narada Putra)</title></images><description>JAKARTA - Setelah menikah, Tsania Marwa mengaku lebih mengenal sosok sang suami, Atalarik Syah (Arik). Wanita yang akrab disapa Marwa itu mengaku sangat menikmati kehidupan rumah tangga bersama Arik.&quot;Saya jadi lebih mengenal Arik. Saya menikmati rumah tangga dengan Arik. Ada plus minusnya. Ini hal yang baru, enggak bisa berjalan smooth,&quot; ungkap Marwa saat dijumpai di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (5/3/2012).Meski usia keduanya terpaut cukup jauh, tapi pasangan yang menikah pada 10 Februari lalu itu selalu bahu membahu menyelesaikan urusan rumah tangganya. &quot;Pasti ada tantangan, dan kesulitannya. Saya dan Arik sama-sama belajar. Tidak ada yang lebih pintar dan saling menguasai, meski usia terpaut jauh, kami tetap kerja sama bareng,&quot; imbuhnya. Bahkan, kata Marwa, bila dia sedang mengalami kelelahan, tak jarang sang suami selalu membuatkan sarapan. Sikap saling mengerti itulah yang membuat suasana rumah tangganya jadi lebih romantis.&quot;Itu pasti, itu lumrah. Kalau pagi saya siapkan kopi dan sarapan. Kalau saya kelelahan, Arik juga enggak segan-segan bikinin saya kopi dan sarapan. Saling mengerti hak dan kewajiban masing-masing saja. Romantis sih sudah pasti,&quot; aku Marwa. Lebih lanjut, Arik menjelaskan, layaknya pasangan baru hampir setiap hari dia dan sang istri selalu menciptakan suasana romantis.&quot;Memori yang indah. Kayak rumah kosong itu kami desain bareng-bareng. Diisi dengan alat-alat bareng-bareng. Itu romantis banget. Kalau kita dapat momen yang indah itu sangat romantis, dan tidak ternilai harganya. Membangun momen-momen indah yang bisa dibawa sebagai cerita untuk anak dan cucu kita nanti,&quot; jelas Arik.&quot;Bukan romantisme buatan yang kami cari, tetapi yang natural. Enggak harus dikhususkan untuk romantis, tapi membangun momen-momen indah,&quot; sambungnya.Meski selalu menciptakan suasana romantis, tapi keduanya masih belum berencana ingin memiliki momongan. &quot;Kita lihat akhir tahun ini. Karena masih kuliah juga,&quot; tandas Marwa.</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah menikah, Tsania Marwa mengaku lebih mengenal sosok sang suami, Atalarik Syah (Arik). Wanita yang akrab disapa Marwa itu mengaku sangat menikmati kehidupan rumah tangga bersama Arik.&quot;Saya jadi lebih mengenal Arik. Saya menikmati rumah tangga dengan Arik. Ada plus minusnya. Ini hal yang baru, enggak bisa berjalan smooth,&quot; ungkap Marwa saat dijumpai di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (5/3/2012).Meski usia keduanya terpaut cukup jauh, tapi pasangan yang menikah pada 10 Februari lalu itu selalu bahu membahu menyelesaikan urusan rumah tangganya. &quot;Pasti ada tantangan, dan kesulitannya. Saya dan Arik sama-sama belajar. Tidak ada yang lebih pintar dan saling menguasai, meski usia terpaut jauh, kami tetap kerja sama bareng,&quot; imbuhnya. Bahkan, kata Marwa, bila dia sedang mengalami kelelahan, tak jarang sang suami selalu membuatkan sarapan. Sikap saling mengerti itulah yang membuat suasana rumah tangganya jadi lebih romantis.&quot;Itu pasti, itu lumrah. Kalau pagi saya siapkan kopi dan sarapan. Kalau saya kelelahan, Arik juga enggak segan-segan bikinin saya kopi dan sarapan. Saling mengerti hak dan kewajiban masing-masing saja. Romantis sih sudah pasti,&quot; aku Marwa. Lebih lanjut, Arik menjelaskan, layaknya pasangan baru hampir setiap hari dia dan sang istri selalu menciptakan suasana romantis.&quot;Memori yang indah. Kayak rumah kosong itu kami desain bareng-bareng. Diisi dengan alat-alat bareng-bareng. Itu romantis banget. Kalau kita dapat momen yang indah itu sangat romantis, dan tidak ternilai harganya. Membangun momen-momen indah yang bisa dibawa sebagai cerita untuk anak dan cucu kita nanti,&quot; jelas Arik.&quot;Bukan romantisme buatan yang kami cari, tetapi yang natural. Enggak harus dikhususkan untuk romantis, tapi membangun momen-momen indah,&quot; sambungnya.Meski selalu menciptakan suasana romantis, tapi keduanya masih belum berencana ingin memiliki momongan. &quot;Kita lihat akhir tahun ini. Karena masih kuliah juga,&quot; tandas Marwa.</content:encoded></item></channel></rss>
