<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaza Zubizareta Grogi Main di Negeri 5 Menara</title><description>Main film untuk pertama kalinya pasti membuat grogi dan takut  bagi siapapun. Entah takut mengecewakan atau takut tidak bisa memuaskan  para penonton.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2012/02/28/206/583717/gaza-zubizareta-grogi-main-di-negeri-5-menara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2012/02/28/206/583717/gaza-zubizareta-grogi-main-di-negeri-5-menara"/><item><title>Gaza Zubizareta Grogi Main di Negeri 5 Menara</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2012/02/28/206/583717/gaza-zubizareta-grogi-main-di-negeri-5-menara</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2012/02/28/206/583717/gaza-zubizareta-grogi-main-di-negeri-5-menara</guid><pubDate>Selasa 28 Februari 2012 10:17 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/28/206/583717/cG8Dogt6ZJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gaza Zubezareta (foto: Achmad Firdaus) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/28/206/583717/cG8Dogt6ZJ.jpg</image><title>Gaza Zubezareta (foto: Achmad Firdaus) </title></images><description>JAKARTA- Main film untuk pertama kalinya pasti membuat grogi dan takut bagi siapapun. Entah takut mengecewakan atau takut tidak bisa memuaskan para penonton.Sudah pasti hal itu dialami&amp;nbsp; Gaza Zubizareta, pemeran utama Negeri 5 Menara yang berperan sebagai Alif. Rasa takut pun menghinggap cowok blasteran Pakistan-Jawa itu.&quot;Takut udah pasti. Grogi iya, tapi rasanya bangga bisa main sama pemain-pemain yang senior, dapat pengalaman baru. Ini pertama kali aku casting dan pertama kali main film,&quot; ungkapnya kepada okezone, saat premier film Negeri 5 Menara, belum lama ini.Gaza yang kelahiran Jakarta 12 Juli 1996 ini bercerita bila awalnya dia di-casting untuk memerankan tokoh Baso. Namun ternyata dia dinilai tak cocok memerankannya, hingga dia menjadi peran utama dalam film tersebut.&quot;Pertama kali aku ditawarin casting lagi jalan-jalan di TIM, ada yang nyamperin trus disuruh ikut casting, dilihatnya mungkin cocok, lima hari kemudian aku datengin. Pertama aku disuruh jadi Baso, ternyata enggak cocok. Terus diganti jadi Alif,&quot; ceritanya.Siswa home schooling kelas 1 SMA di sekolah Kak Seto ini mengungkapkan banyak suka duka selama dia menjalani syuting film berikon Man Jadda Wa Jadda tersebut. Gaza harus rela berpanas-panasan hingga menahan haus dan lapar.&quot;Sukanya banyak, bisa bergabung sama sahabat-sahabat baru. Bisa dibilang sekarang sudah seperti saudara saking deketnya. Dukanya, harus syuting dari pagi ke pagi, sama-sama merasakan haus dan lapar. Syuting di udara yg panas-panas,&quot; katanya.Gaza pun mengaku bila dirinya belum pernah membaca buku Negeri 5 Menara yang fenomenal itu sebelum dirinya ditawari casting. &quot;Belum pernah dengar, selang dua hari aku jalan-jalan, di toko buku aku lihat posternya terus aku baca, lalu ada aku jadi Alif,&quot; pungkasnya tertawa.</description><content:encoded>JAKARTA- Main film untuk pertama kalinya pasti membuat grogi dan takut bagi siapapun. Entah takut mengecewakan atau takut tidak bisa memuaskan para penonton.Sudah pasti hal itu dialami&amp;nbsp; Gaza Zubizareta, pemeran utama Negeri 5 Menara yang berperan sebagai Alif. Rasa takut pun menghinggap cowok blasteran Pakistan-Jawa itu.&quot;Takut udah pasti. Grogi iya, tapi rasanya bangga bisa main sama pemain-pemain yang senior, dapat pengalaman baru. Ini pertama kali aku casting dan pertama kali main film,&quot; ungkapnya kepada okezone, saat premier film Negeri 5 Menara, belum lama ini.Gaza yang kelahiran Jakarta 12 Juli 1996 ini bercerita bila awalnya dia di-casting untuk memerankan tokoh Baso. Namun ternyata dia dinilai tak cocok memerankannya, hingga dia menjadi peran utama dalam film tersebut.&quot;Pertama kali aku ditawarin casting lagi jalan-jalan di TIM, ada yang nyamperin trus disuruh ikut casting, dilihatnya mungkin cocok, lima hari kemudian aku datengin. Pertama aku disuruh jadi Baso, ternyata enggak cocok. Terus diganti jadi Alif,&quot; ceritanya.Siswa home schooling kelas 1 SMA di sekolah Kak Seto ini mengungkapkan banyak suka duka selama dia menjalani syuting film berikon Man Jadda Wa Jadda tersebut. Gaza harus rela berpanas-panasan hingga menahan haus dan lapar.&quot;Sukanya banyak, bisa bergabung sama sahabat-sahabat baru. Bisa dibilang sekarang sudah seperti saudara saking deketnya. Dukanya, harus syuting dari pagi ke pagi, sama-sama merasakan haus dan lapar. Syuting di udara yg panas-panas,&quot; katanya.Gaza pun mengaku bila dirinya belum pernah membaca buku Negeri 5 Menara yang fenomenal itu sebelum dirinya ditawari casting. &quot;Belum pernah dengar, selang dua hari aku jalan-jalan, di toko buku aku lihat posternya terus aku baca, lalu ada aku jadi Alif,&quot; pungkasnya tertawa.</content:encoded></item></channel></rss>
