<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lukman Sardi Belajar Jadi Pendeta</title><description>Aktor ternama, Lukman Sardi, mengaku kesulitan berperan sebagai pemuka agama di film terbarunya &amp;ldquo;Di Timur Matahari&amp;rdquo;.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2012/02/26/206/582756/lukman-sardi-belajar-jadi-pendeta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2012/02/26/206/582756/lukman-sardi-belajar-jadi-pendeta"/><item><title>Lukman Sardi Belajar Jadi Pendeta</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2012/02/26/206/582756/lukman-sardi-belajar-jadi-pendeta</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2012/02/26/206/582756/lukman-sardi-belajar-jadi-pendeta</guid><pubDate>Senin 27 Februari 2012 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Egie Gusman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/26/206/582756/qoHjSqy0aR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lukman Sardi (foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/26/206/582756/qoHjSqy0aR.jpg</image><title>Lukman Sardi (foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA- Aktor ternama, Lukman Sardi, mengaku kesulitan berperan sebagai pemuka agama di film terbarunya &amp;ldquo;Di Timur Matahari&amp;rdquo;.&quot;Ya ada susahnya juga ya, kan karena enggak terbiasa. Tapi sebenarnya itu sama aja kayak kita lagi melakukan orasi tapi dengan bentuk agama. Ada beberapa acuan, dari ayatnya. Baca-baca paling enggak tahu ayat ini mengenai ini. Tapi enggak kaya pendeta beneran, mereka kan ngelotok tuh tentang ayat-ayat tapi cuma lihat beberapa bagian aja,&quot; terang Lukman saat ditemui di Rollingstone Cafe, Jalan Ampera, Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.Agar perannya sebagai pendeta sesuai, bintang film &amp;ldquo;Dilema&amp;rdquo; itu selalu mencari referensi dari manapun.&quot;Ya pasti ada referensi-referensi yang aku ambil, entah itu dari radio atau kadang-kadang acara-acara televisi. Tapi pada dasarnya pendeta itu tergantung cara penyampaiannya, kita cari-cari. Cuma ciri-cirinya aja yang aku ambil, kalau aku paling ada beberapa kata yang aku kencengin. Kalau aku perhatiin,&quot; ungkapnya. Selain itu, acap kali Lukman selalu minta masukan dari sang sutradara, Ali Sihasale (Ale) dan teman-temannya. &quot;Dari Mas Ale, dari teman-teman yang lain, dia kan sering pelayanan, dia juga ngerti ayat-ayat gitu,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Aktor ternama, Lukman Sardi, mengaku kesulitan berperan sebagai pemuka agama di film terbarunya &amp;ldquo;Di Timur Matahari&amp;rdquo;.&quot;Ya ada susahnya juga ya, kan karena enggak terbiasa. Tapi sebenarnya itu sama aja kayak kita lagi melakukan orasi tapi dengan bentuk agama. Ada beberapa acuan, dari ayatnya. Baca-baca paling enggak tahu ayat ini mengenai ini. Tapi enggak kaya pendeta beneran, mereka kan ngelotok tuh tentang ayat-ayat tapi cuma lihat beberapa bagian aja,&quot; terang Lukman saat ditemui di Rollingstone Cafe, Jalan Ampera, Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.Agar perannya sebagai pendeta sesuai, bintang film &amp;ldquo;Dilema&amp;rdquo; itu selalu mencari referensi dari manapun.&quot;Ya pasti ada referensi-referensi yang aku ambil, entah itu dari radio atau kadang-kadang acara-acara televisi. Tapi pada dasarnya pendeta itu tergantung cara penyampaiannya, kita cari-cari. Cuma ciri-cirinya aja yang aku ambil, kalau aku paling ada beberapa kata yang aku kencengin. Kalau aku perhatiin,&quot; ungkapnya. Selain itu, acap kali Lukman selalu minta masukan dari sang sutradara, Ali Sihasale (Ale) dan teman-temannya. &quot;Dari Mas Ale, dari teman-teman yang lain, dia kan sering pelayanan, dia juga ngerti ayat-ayat gitu,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
