<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>'Prison and Paradise' Raih Penghargaan di YIFFF</title><description>Film  dokumenter berjudul Prison and Paradise yang disutradarai  sineas muda  Indonesia, Daniel Rudi Haryanto, mendapat  penghargaan  Director Fuild of Japan Award, dalam Yamagata International  Documentary  Film Festival (YIFFF).</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/11/08/206/526628/prison-and-paradise-raih-penghargaan-di-yifff</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/11/08/206/526628/prison-and-paradise-raih-penghargaan-di-yifff"/><item><title>'Prison and Paradise' Raih Penghargaan di YIFFF</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/11/08/206/526628/prison-and-paradise-raih-penghargaan-di-yifff</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/11/08/206/526628/prison-and-paradise-raih-penghargaan-di-yifff</guid><pubDate>Selasa 08 November 2011 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Lutfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/08/206/526628/x4XZt2DUUD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Poster film 'Prison and Paradise'</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/08/206/526628/x4XZt2DUUD.jpg</image><title>Poster film 'Prison and Paradise'</title></images><description>JAKARTA - Film  dokumenter berjudul Prison and Paradise yang disutradarai sineas muda  Indonesia, Daniel Rudi Haryanto, mendapat  penghargaan Director Fuild of Japan Award, dalam Yamagata International  Documentary Film Festival (YIFFF).
&amp;nbsp;
Menurut Daniel, film yang menceritakan dampak masa depan para korban dan  pelaku bom Bali 1 itu berhasil menyisihkan 705 film dokumenter dari  63 negara .
&amp;nbsp;
Film dengan durasi 93 menit ini merupakan film  dokumenter non-komersial yang dibuat mulai  tahun 2003, dan baru rampung pada 2010 lalu.
&amp;nbsp;
&quot;Hal yang sama juga  dialami oleh keluarga korban, bedanya kalau keluarga korban langsung merasakan  dampak dari bom bunuh diri. Sedangkan keluarga pelaku menjadi yatim secara sosial, dan baru merasakan dampaknya setelah  pelaku ditangkap. Dijauhi masyarakat,&quot; jelas Daniel ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, beberapa waktu  lalu.
&amp;nbsp;
Yang menarik dalam  film ini, Daniel berkesempatan untuk bertemu dan berbincang selama 14 jam dengan para pelaku bom, Yaitu bersama Amrozi, Imam samudra, Ali  Imron, dan Ali Gufron,
&amp;nbsp;
&quot;Ideologi dan  keyakinan mereka untuk memerangi kafir itu sangat kuat. Ditambah lagi faktor  penting kalau mereka adalah alumni veteran peperangan Afganistan-Rusia,&quot; cerita  Daniel.
&amp;nbsp;
Meski banyak orang beranggapan para pelaku bom bunuh diri seperti drakula penghisap darah, namun  tidak menurut Daniel.
&amp;nbsp;
&quot;Ternyata mereka itu  sangat welcome sekali. Bahkan, saat  saya menanyakan adanya korban dari keluarga muslim, mereka tidak bisa menjawab  secara lugas,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Film  dokumenter berjudul Prison and Paradise yang disutradarai sineas muda  Indonesia, Daniel Rudi Haryanto, mendapat  penghargaan Director Fuild of Japan Award, dalam Yamagata International  Documentary Film Festival (YIFFF).
&amp;nbsp;
Menurut Daniel, film yang menceritakan dampak masa depan para korban dan  pelaku bom Bali 1 itu berhasil menyisihkan 705 film dokumenter dari  63 negara .
&amp;nbsp;
Film dengan durasi 93 menit ini merupakan film  dokumenter non-komersial yang dibuat mulai  tahun 2003, dan baru rampung pada 2010 lalu.
&amp;nbsp;
&quot;Hal yang sama juga  dialami oleh keluarga korban, bedanya kalau keluarga korban langsung merasakan  dampak dari bom bunuh diri. Sedangkan keluarga pelaku menjadi yatim secara sosial, dan baru merasakan dampaknya setelah  pelaku ditangkap. Dijauhi masyarakat,&quot; jelas Daniel ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, beberapa waktu  lalu.
&amp;nbsp;
Yang menarik dalam  film ini, Daniel berkesempatan untuk bertemu dan berbincang selama 14 jam dengan para pelaku bom, Yaitu bersama Amrozi, Imam samudra, Ali  Imron, dan Ali Gufron,
&amp;nbsp;
&quot;Ideologi dan  keyakinan mereka untuk memerangi kafir itu sangat kuat. Ditambah lagi faktor  penting kalau mereka adalah alumni veteran peperangan Afganistan-Rusia,&quot; cerita  Daniel.
&amp;nbsp;
Meski banyak orang beranggapan para pelaku bom bunuh diri seperti drakula penghisap darah, namun  tidak menurut Daniel.
&amp;nbsp;
&quot;Ternyata mereka itu  sangat welcome sekali. Bahkan, saat  saya menanyakan adanya korban dari keluarga muslim, mereka tidak bisa menjawab  secara lugas,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
