<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hanung Bramantyo Ketagihan Bikin Film Daerah</title><description>Sukses dengan  film Sang Pencerah yang mengambil  latar  belakang kebudayaan Jawa, kini Hanung Bramantyo kembali menyutradarai  film  Pengejar Angin dengan setting Sumatera Selatan.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/11/02/206/523662/hanung-bramantyo-ketagihan-bikin-film-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/11/02/206/523662/hanung-bramantyo-ketagihan-bikin-film-daerah"/><item><title>Hanung Bramantyo Ketagihan Bikin Film Daerah</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/11/02/206/523662/hanung-bramantyo-ketagihan-bikin-film-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/11/02/206/523662/hanung-bramantyo-ketagihan-bikin-film-daerah</guid><pubDate>Rabu 02 November 2011 09:12 WIB</pubDate><dc:creator>Deddy Pranata (Okezone) </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/11/02/206/523662/CNL5DJ9SVC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hanung Bramantyo (Foto: Lutfiah/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/11/02/206/523662/CNL5DJ9SVC.jpg</image><title>Hanung Bramantyo (Foto: Lutfiah/okezone)</title></images><description>PALEMBANG - Sukses dengan  film Sang Pencerah yang mengambil  latar belakang kebudayaan Jawa, kini Hanung Bramantyo kembali menyutradarai film  Pengejar Angin dengan setting Sumatera Selatan.
&amp;nbsp;
Bagi Hanung menggarap sebuah film  dengan mengambil setting kebudayaan, menjadi Sebuah tantangan  tersendiri bagi seorang sutradara untuk membuat film yang mengambil tema dan  setting bervariasi.
&amp;nbsp;
Film yang diproduksi Pemprov Sumsel  itu, menceritakan semangat dan perjuangan masyarakat Sumatera Selatan di era  modern ini. Dengan dibintangi pemain senior seperti Mathias Muchus, Wanda  Hamidah, Lukman Sardi, Agus kuncoro, dan Qausar HY, serta pemain lokal Siti  Helda Meilita.
&amp;nbsp;
Menurut Hanung, Pengejar Angin  adalah sebuah seruan pengharapan dari semua orang yang sepertinya terlahir jauh  dari indahnya mimpi.
&amp;nbsp;
&quot;Ini adalah cerita perjuangan  seoraang anak dalm meraih mimpi dan penemuan jati diri,&quot; kata Hanung kepada  okezone saat peluncuran  film Pengejar Angin di 21  Palembang Indah Mall, Selasa (1/11/2011) malam.
&amp;nbsp;
Film yang sarat dengan kebudayaan  Sumatera Selatan  berdurasi 114 menit ini, menghabiskan biaya produksi kurang lebih  Rp9,2 miliar, diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Sumataera  Selatan, lewat keindahaan alam yang dimiliki.
&amp;nbsp;
&quot;Kita benar-benar menikmati selama  proses pembuatan film ini, apalagi orang lokal sini sangat enak diajak kerjasama  saat pengambilan gambar di daerah yang agak terpencil,&quot; tandas  Hanung.</description><content:encoded>PALEMBANG - Sukses dengan  film Sang Pencerah yang mengambil  latar belakang kebudayaan Jawa, kini Hanung Bramantyo kembali menyutradarai film  Pengejar Angin dengan setting Sumatera Selatan.
&amp;nbsp;
Bagi Hanung menggarap sebuah film  dengan mengambil setting kebudayaan, menjadi Sebuah tantangan  tersendiri bagi seorang sutradara untuk membuat film yang mengambil tema dan  setting bervariasi.
&amp;nbsp;
Film yang diproduksi Pemprov Sumsel  itu, menceritakan semangat dan perjuangan masyarakat Sumatera Selatan di era  modern ini. Dengan dibintangi pemain senior seperti Mathias Muchus, Wanda  Hamidah, Lukman Sardi, Agus kuncoro, dan Qausar HY, serta pemain lokal Siti  Helda Meilita.
&amp;nbsp;
Menurut Hanung, Pengejar Angin  adalah sebuah seruan pengharapan dari semua orang yang sepertinya terlahir jauh  dari indahnya mimpi.
&amp;nbsp;
&quot;Ini adalah cerita perjuangan  seoraang anak dalm meraih mimpi dan penemuan jati diri,&quot; kata Hanung kepada  okezone saat peluncuran  film Pengejar Angin di 21  Palembang Indah Mall, Selasa (1/11/2011) malam.
&amp;nbsp;
Film yang sarat dengan kebudayaan  Sumatera Selatan  berdurasi 114 menit ini, menghabiskan biaya produksi kurang lebih  Rp9,2 miliar, diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Sumataera  Selatan, lewat keindahaan alam yang dimiliki.
&amp;nbsp;
&quot;Kita benar-benar menikmati selama  proses pembuatan film ini, apalagi orang lokal sini sangat enak diajak kerjasama  saat pengambilan gambar di daerah yang agak terpencil,&quot; tandas  Hanung.</content:encoded></item></channel></rss>
