<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wanda Pernah Sembunyikan Kanker pada Anak</title><description>Pernah mengidap kanker payudara, aktris sekaligus politikus Wanda Hamidah terpilih dalam kampanye penyakit mematikan tersebut.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/10/28/33/521569/wanda-pernah-sembunyikan-kanker-pada-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/10/28/33/521569/wanda-pernah-sembunyikan-kanker-pada-anak"/><item><title>Wanda Pernah Sembunyikan Kanker pada Anak</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/10/28/33/521569/wanda-pernah-sembunyikan-kanker-pada-anak</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/10/28/33/521569/wanda-pernah-sembunyikan-kanker-pada-anak</guid><pubDate>Jum'at 28 Oktober 2011 09:16 WIB</pubDate><dc:creator>Egie Gusman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/10/28/33/521569/CWhhzRoSE1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wanda Hamidah (Foto: Johan Sompotan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/10/28/33/521569/CWhhzRoSE1.jpg</image><title>Wanda Hamidah (Foto: Johan Sompotan)</title></images><description>JAKARTA - Pernah mengidap kanker payudara, aktris sekaligus politikus Wanda Hamidah terpilih dalam kampanye penyakit mematikan tersebut. &quot;Saya concern di sini karena punya tante yang kanker payudara, sepupu saya tumor yang sudah diangkat dua kali. Kemudian saya mengalami sendiri tumor payudara di tahun 2010,&quot; kata Wanda saat ditemui dalam acara Kampanye Global PINKTOBER, di Hard Rock Cafe, Jakarta, Kamis (27/10/2011).Sebagai penyakit bawaan, Wanda takut anak-anaknya, Syafi, Aleyda, Shalima, Alfath dan Rashad turut mengidap penyakit tersebut.&quot;Saya tahunya enggak sengaja, saya check up full dan dokter mengatakan harus ke dokter spesialis kanker payudara. Saya sempat shock karena perempuan pilar keluarga suami dan anak-anak enggak bisa dibayangkan kehilangan ibunya. Anak saya masih kecil-kecil,&quot; paparnya.Wanda mengidap tumor payudara sejak 2002 lalu. Saat itu, dia merasa ada benjolan menyerupai biji duku di payudaranya. Karena semakin lama semakin membesar akhirnya pada tahun 2010 benjolan tersebut dioperasi.&quot;Payudara kiri bawah kayak biji duku gitu, saya pikir cuma air susu yang kekerasan. Tahun 2010 dioperasi 2 sentimeter karena setahun nambah 0,2 sentimeter. Benjolan itu suda saya rasakan sejak tahun 2002. Tapi saya pikir karena menyusui. Ternyata benjolan sekecil itu sudah berbahaya,&quot; ceritanya.&amp;nbsp; Saat itu, Wanda selalu berpikiran hal buruk akan terjadi pada dirinya. Dia pun enggan menceritakan perihal penyakitnya itu kepada buah hatinya.&quot;Saya sudah berpikir kemungkinan terburuk yang terjadi pada saya. Saya enggak ngomong ke anak-anak, cuma sama suami. Dan suami mengajak saya berobat ke tiga rumah sakit,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pernah mengidap kanker payudara, aktris sekaligus politikus Wanda Hamidah terpilih dalam kampanye penyakit mematikan tersebut. &quot;Saya concern di sini karena punya tante yang kanker payudara, sepupu saya tumor yang sudah diangkat dua kali. Kemudian saya mengalami sendiri tumor payudara di tahun 2010,&quot; kata Wanda saat ditemui dalam acara Kampanye Global PINKTOBER, di Hard Rock Cafe, Jakarta, Kamis (27/10/2011).Sebagai penyakit bawaan, Wanda takut anak-anaknya, Syafi, Aleyda, Shalima, Alfath dan Rashad turut mengidap penyakit tersebut.&quot;Saya tahunya enggak sengaja, saya check up full dan dokter mengatakan harus ke dokter spesialis kanker payudara. Saya sempat shock karena perempuan pilar keluarga suami dan anak-anak enggak bisa dibayangkan kehilangan ibunya. Anak saya masih kecil-kecil,&quot; paparnya.Wanda mengidap tumor payudara sejak 2002 lalu. Saat itu, dia merasa ada benjolan menyerupai biji duku di payudaranya. Karena semakin lama semakin membesar akhirnya pada tahun 2010 benjolan tersebut dioperasi.&quot;Payudara kiri bawah kayak biji duku gitu, saya pikir cuma air susu yang kekerasan. Tahun 2010 dioperasi 2 sentimeter karena setahun nambah 0,2 sentimeter. Benjolan itu suda saya rasakan sejak tahun 2002. Tapi saya pikir karena menyusui. Ternyata benjolan sekecil itu sudah berbahaya,&quot; ceritanya.&amp;nbsp; Saat itu, Wanda selalu berpikiran hal buruk akan terjadi pada dirinya. Dia pun enggan menceritakan perihal penyakitnya itu kepada buah hatinya.&quot;Saya sudah berpikir kemungkinan terburuk yang terjadi pada saya. Saya enggak ngomong ke anak-anak, cuma sama suami. Dan suami mengajak saya berobat ke tiga rumah sakit,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
