<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hanung Sulit Garap Film Olahraga daripada Tema Agama</title><description>Sutradara  kondang Hanung Bramantyo mengalami kesulitan menggarap film  &amp;lsquo;Tendangan dari Langit&amp;rsquo; yang bertemakan  olahraga daripada genre film  berlatar  agama seperti Ayat-Ayat Cinta dan ? (Tanda Tanya).</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/08/23/206/495171/hanung-sulit-garap-film-olahraga-daripada-tema-agama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2011/08/23/206/495171/hanung-sulit-garap-film-olahraga-daripada-tema-agama"/><item><title>Hanung Sulit Garap Film Olahraga daripada Tema Agama</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2011/08/23/206/495171/hanung-sulit-garap-film-olahraga-daripada-tema-agama</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2011/08/23/206/495171/hanung-sulit-garap-film-olahraga-daripada-tema-agama</guid><pubDate>Selasa 23 Agustus 2011 10:35 WIB</pubDate><dc:creator>Mega Laraswati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/08/23/206/495171/ikbilcqNGn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hanung Bramantyo (Foto: Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/08/23/206/495171/ikbilcqNGn.jpg</image><title>Hanung Bramantyo (Foto: Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Sutradara  kondang Hanung Bramantyo mengalami kesulitan menggarap film &amp;lsquo;Tendangan dari Langit&amp;rsquo; yang bertemakan  olahraga daripada genre film berlatar  agama seperti Ayat-Ayat Cinta dan ? (Tanda Tanya).
&amp;nbsp;
&quot;Ternyata tidak mudah membuat film  olahraga. Lebih susah membuat film olahraga daripada film agama,&quot;  aku Hanung saat ditemui di XXI Gandaria  City, Jakarta Selatan,  Senin (22/8/2011) malam.
&amp;nbsp;
Menurut suami Zaskia Adya Mecca  ini, kesulitan yang  dihadapi saat menggarap film yang mengangkat tentang sepakbola bukan hanya sekadar menghadirkan  pemain-pemain sepakbola yang piawai di bidangnya saja, tapi juga menghadirkan suasana stadion olahraga ke  dalam sebuah film. Sekaligus  menyajikan tontonan drama yang membawa emosi  penonton.
&amp;nbsp;
&quot;Harus menghadirkan sosok bola.  Karena bola itu pertunjukan yang kita enggak tahu endingnya apa. Sepakbola adalah  sebuah drama yang kita tidak tahu endingnya seperti apa. Saya juga harus  copy paste keadaan, keceriaan  dari stadion ke gedung bioskop. Bagaimana bisa menghadirkan perasaan penonton  secara personal. Bagaimana pemain bola itu sendiri memainkan permainan itu yang  sulit,&quot; urainya.
&amp;nbsp;
Untuk itu Hanung berupaya keras  menghasilkan tontonan yang baik tentang sepakbola. Salah satunya dengan mengarahkan sekira 2.000 orang ekstra sebagai  supprter Persema di stadion Gajayana.
&amp;nbsp;
&quot;Waktu syuting di stadion Gajayana  paling susah karena kita mengarahkan  aktor main bola dan suporter. Mereka harus berekspresi. Sementara ada  2.000 pemain ekstra yang semuanya  bukan pemain film. Mereka bisa saja pada ngambek kalau kita enggak menservis mereka,&quot;  paparnya.
&amp;nbsp;
Film berdurasi 117 menit itu dibantu penulis naskah  Fajar Nugros yang berhasil menuangkan fakta-fakta tentang bola. Hal tersebut  sudah diantisipasi oleh Hanung sejak awal guna menghindari protes keras dari fanatik  bola.
&amp;nbsp;
&quot;Saya meneyerahkan film ini sama  orang yang mengerti sepakbola karena ini lebih fanatik dripada agama,&quot;  ujarnya,  tertawa.</description><content:encoded>JAKARTA - Sutradara  kondang Hanung Bramantyo mengalami kesulitan menggarap film &amp;lsquo;Tendangan dari Langit&amp;rsquo; yang bertemakan  olahraga daripada genre film berlatar  agama seperti Ayat-Ayat Cinta dan ? (Tanda Tanya).
&amp;nbsp;
&quot;Ternyata tidak mudah membuat film  olahraga. Lebih susah membuat film olahraga daripada film agama,&quot;  aku Hanung saat ditemui di XXI Gandaria  City, Jakarta Selatan,  Senin (22/8/2011) malam.
&amp;nbsp;
Menurut suami Zaskia Adya Mecca  ini, kesulitan yang  dihadapi saat menggarap film yang mengangkat tentang sepakbola bukan hanya sekadar menghadirkan  pemain-pemain sepakbola yang piawai di bidangnya saja, tapi juga menghadirkan suasana stadion olahraga ke  dalam sebuah film. Sekaligus  menyajikan tontonan drama yang membawa emosi  penonton.
&amp;nbsp;
&quot;Harus menghadirkan sosok bola.  Karena bola itu pertunjukan yang kita enggak tahu endingnya apa. Sepakbola adalah  sebuah drama yang kita tidak tahu endingnya seperti apa. Saya juga harus  copy paste keadaan, keceriaan  dari stadion ke gedung bioskop. Bagaimana bisa menghadirkan perasaan penonton  secara personal. Bagaimana pemain bola itu sendiri memainkan permainan itu yang  sulit,&quot; urainya.
&amp;nbsp;
Untuk itu Hanung berupaya keras  menghasilkan tontonan yang baik tentang sepakbola. Salah satunya dengan mengarahkan sekira 2.000 orang ekstra sebagai  supprter Persema di stadion Gajayana.
&amp;nbsp;
&quot;Waktu syuting di stadion Gajayana  paling susah karena kita mengarahkan  aktor main bola dan suporter. Mereka harus berekspresi. Sementara ada  2.000 pemain ekstra yang semuanya  bukan pemain film. Mereka bisa saja pada ngambek kalau kita enggak menservis mereka,&quot;  paparnya.
&amp;nbsp;
Film berdurasi 117 menit itu dibantu penulis naskah  Fajar Nugros yang berhasil menuangkan fakta-fakta tentang bola. Hal tersebut  sudah diantisipasi oleh Hanung sejak awal guna menghindari protes keras dari fanatik  bola.
&amp;nbsp;
&quot;Saya meneyerahkan film ini sama  orang yang mengerti sepakbola karena ini lebih fanatik dripada agama,&quot;  ujarnya,  tertawa.</content:encoded></item></channel></rss>
